HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Moeldoko Diminta Jokowi Kembali Pimpin Kantor Staf Presiden

By On Oktober 22, 2019

Jakarta, Sorot Bola Mata- Mantan Panglima TNI moeldoko mengaku kembali diminta Presiden joko widodo untuk membantu pemerintah periode 2019-2024.

"Ya tugas seperti biasa, membantu presiden. Kalau diumumkan sekarang enggak seru dong," kata Moeldoko usai bertemu Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/10).

Sejauh ini, mereka yang datang ke Istana Negara antara lain mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mantan Gubernur Sulsel dari NasDem Syahrul Yasin Limpo, mantan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mantan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan, mantan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Mantan Menkumham Yasonna Laoly.
Moeldoko menegaskan ia sudah menjawab kesiapannya saat diminta Jokowi kembali bergabung. Moeldoko kemudian mengaku bidang yang akan ia emban tak berubah, yakni tetap menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Selain itu, ada Kepala RSPAD Terawan, Plt Ketua Umum PP Soeharso Monoarfa, Basuki Hadimuljono, Bahlil Lahadalia, politikus PKB Ida Fauziyah, Ketua Tim Bravo-5 Jenderal Purn Fachrul Razi, Politikus Golkar Zainudin Amali, mantan ketua HIPMI Bahlil Lahadalia serta Abdul Halim Iskandar.

Kemudian pada Senin kemarin (21/10), tokoh yang datang yaitu Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir, pendiri NET Mediatama Wishnutama, serta Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Kemudian, CEO Gojek Nadiem Makarim, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo.(sbm/cnn-i)

Berprestasi di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2019, Tim Indonesia Diguyur Bonus

By On Oktober 20, 2019

Sorot Bola Mata- Atlet junior bulutangkis Indonesia baru saja menorehkan sejarah dengan menyabet predikat juara dunia setelah tampil di kejuaraan dunia bulutangkis junior 2019 di Kazan, Rusia. Para juara itu akan diguyur bonus oleh PBSI, pihak sponsor, dan klub tempat mereka bernaung.
Seremoni pemberian bonus ratusan juta rupiah itu akan diselenggarakan di sela penyelenggaraan turnamen Caffino Superliga Junior 2019 di GOR Djarum, Magelang, Jumat (18/10/2019) siang sekitar pukul 13.00 WIB. 
Seremoni untuk mengapresiasi juara dunia itu dibuka untuk umum, di mana masyarakat bisa melihat secara langsung pahlawan yang mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional itu.
Bonus dari PBSI, sponsor dan klub ini merupakan bentuk apresiasi dan terima kasih atas perjuangan pebulutangkis muda Indonesia yang sukses membawa kejayaan Indonesia di level dunia, baik secara tim maupun individu. Tim bulutangkis junior Indonesia berhasil memboyong Piala Suhandinata di kejuaraan dunia bulutangkis junior 2019, di mana ini merupakan yang pertama dalam sejarah.
Selain meraih gelar juara di nomor beregu itu, ganda putra junior Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, juga berhasil menjadi juara dunia untuk nomor perorangan di sektor ganda putra. Satu hal yang pasti keberhasilan tim junior ini menjadi sebuah wujud kerja sama apik dari persatuan pebulutangkis dari seluruh Indonesia.
"Kami sangat bangga bisa membawa pulang Piala Suhandinata ke Tanah Air untuk pertama kalinya. Semoga piala ini menjadi simbol bahwa Indonesia bisa bersatu terus. Terima kasih bagi masyarakat Indonesia yang selalu mendukung perjuangan atlet bulutangkis di berbagai turnamen dunia," ujar Leo Rolly Carnando seperti tertulis dalam rilis yang diterima Bola.com.
Tim bulutangkis junior Indonesia memang terdiri dari atlet-atlet terbaik dari seluruh Indonesia. Leo Rolly carnando misalnya, lahir di Klaten, Jawa Tengah. Kemudian ada Indah Cahya Sari Jamil yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Kemudian juga ada Putri Syaikah yang lahir di Padang, Sumatra Barat.
Keberhasilan mereka mengharumkan bangsa di level dunia menjadi bukti bahwa Indonesia bisa menjadi yang terbaik dengan menjaga persatuan, yang sudah dibuktikan oleh Leo Rolly Carnando dkk. di kejuaraan dunia bulutangkis junior 2019 yang digelar di Kazan, Rusia.(sbm/bl)

Beda Korupsi Walikota Medan & Bupati Indramayu yang Seret Kadis PU

By On Oktober 19, 2019

Sorot Bola Mata-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam 3 hari di awal pekan ini menjaring dua kepala daerah: Bupati Indramayu Supendi dan Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin. Bupati Indramayu Supendi terjaring dalam OTT yang dilaksanakan KPK pada Senin hingga Selasa dini hari (15/10/2019). Supendi ditangkap bersama tujuh orang lainnya. Pada Selasa malam, KPK telah merilis penetapan Supendi sebagai tersangka suap terkait sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 

KPK juga menetapkan 3 bawahan Supendi sebagai tersangka di kasus yang sama. Mereka adalah Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah (OMS), Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Indramayu Wempy Triyono (WT) dan Carsa AS (CAS). Supendi, Omarsyah dan Wempy Triyono ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. 

Sedangkan Carsa AS diduga merupakan pemberi suap. Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Indramayu Supendi sebagai Tersangka Suap Sementara Wali Kota Medan Dzulmi Eldin terjaring di OTT yang digelar KPK pada Selasa malam hingga Rabu dini hari (16/10/2019). 

Politikus Golkar itu ditangkap bersama 4 orang lainnya. Empat orang itu adalah Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari, Kepala Sub Bagian Protokoler Kota Medan Syamsul Fitri Siregar serta dua ajudan Wali Kota Medan, yakni APP dan SSO. 

KPK mengumumkan penetapan Dzulmi, Syamsul dan Isa Ansyari sebagai tersangka kasus suap pada Rabu malam kemarin. Di kasus ini, Dzulmi dan Syamsul adalah tersangka penerima suap. 

Adapun Isa diduga sebagai pemberi suap. Meskipun korupsi dua kepala daerah itu sama-sama melibatkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pola kasusnya berbeda. 

Hal ini terlihat dari konstruksi perkara 2 kasus korupsi kepala daerah tersebut. Berikut ini konstruksi perkara kasus korupsi yang menjerat Dzulmi Eldin dan Supendi. Konstruksi Perkara Korupsi Walikota Medan Dzulmi Eldin Dzulmi Eldin merupakan Wali Kota Medan periode 2016-2021. 

Sebelumnya ia menjabat Wali Kota Medan pada 2014-2016 untuk menggantikan Rahudman Harahap yang juga terjerat kasus korupsi. 

Berdasarkan keterangan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Dzulmi diduga meminta uang kepada para bawahannya, termasuk Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari. Isa menuruti permintaan itu karena ia menjabat kepala dinas berkat keputusan Dzulmi.  

"Pada 6 Februari 2019, TDE [Dzulmi] mengangkat IAN [Isa] sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan," kata Saut di Gedung KPK, Rabu malam (16/10/2019). 

Sebagai Tersangka Saut menerangkan, Isa diduga menyetor uang Rp20 juta kepada Dzulmi pada setiap bulan selama Maret hingga Juni 2019. 

Selain itu, pada 18 September 2019, Isa kembali menyerahkan duit Rp50 juta kepada Dzulmi. Pemberian Isa lainnya terkait biaya perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang. 

Dzulmi bersama sejumlah bawahannya melakukan perjalanan dinas ke Jepang dalam rangka kerja sama sister city antara Medan dengan Ichikawa, pada Juli 2019. Namun, terdapat biaya perjalanan dinas yang tidak bisa ditutupi dengan dana APBD.  

Sebab, menurut Saut, dalam perjalanan dinas itu, Dzulmi mengajak istri, 2 anaknya dan beberapa orang lain yang tidak berkepentingan. Dzulmi bahkan memperpanjang waktu tinggalnya di Jepang selama 3 hari di luar waktu resmi perjalanan dinas. 

Saut menambahkan, karena ada kebutuhan menutup biaya perjalanan dinas non-budget, Dzulmi meminta Kasubag Protokoler Pemkot Medan Syamsul Fitri mengumpulkan dana Rp800 juta. Duit itu untuk menutupi tunggakan biaya perjalanan dinas yang harus dibayar ke perusahaan travel. 

Syamsul lalu menyampaikan adanya kebutuhan dana senilai Rp800-900 juta kepada ajudan Wali Kota Medan, APP. "SFI [Syamsul] membuat daftar target kepala-kepala dinas yang akan dimintai dana, termasuk kepala dinas yang ikut ke Jepang, dan IAN [Isa Ansyari] meski tak ikut berangkat ke Jepang," ujar Saut. 

Punya Kekayaan Rp20,3 M Pada 14 Oktober 2019, Syamsul meminta Isa Ansyari mentransfer uang Rp250 juta ke rekening milik kerabat APP. 

Sehari kemudian, Isa mengirim uang Rp200 juta ke rekening itu. APP kemudian meminta kerabatnya menyerahkan uang itu ke ajudan Wali Kota Medan lainnya. 

Duit Rp200 juta itu, kata Saut, lalu disimpan di ruang Bagian Protokoler Pemkot Medan. Ajudan Wali Kota Medan lainnya, yaitu AND, kemudian menanyakan kepada Isa soal kekurangan dana Rp50 juta. Isa meminta AND mengambil uang itu di rumahnya. Setelah AND mengambil uang Rp50 juta dari rumah Isa itulah, petugas KPK menghentikan mobilnya.

"[Namun] AND malah memundurkan mobilnya dengan cepat sehingga hampir menabrak petugas KPK, yang harus melompat untuk menyelamatkan diri. AND kabur bersama uang Rp50 juta itu dan belum diketahui keberadaannya hingga saat ini," kata Saut.  Oleh karena itu, Saut meminta AND segera menyerahkan diri kepada KPK. 

Konstruksi Perkara Korupsi Bupati Indramayu Supendi Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan Bupati Indramayu Supendi diduga sudah beberapa kali meminta uang kepada Carsa AS. 

Adapun Carsa merupakan kontraktor pelaksana proyek pada Dinas PUPR Kabupaten Indramayu. "SP [Supendi] diduga mulai meminta uang kepada CAS sejak Mei 2019," ujar Basaria di Gedung KPK, Jakarta, Selasa malam lalu (15/10/2019). 

Pengusung & Profil Walkot Medan Dzulmi Eldin yang Kena OTT Menurut Basaria, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah dan Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono dan Staf Bidang Jalan Dinas PUPR Indramayu Ferry Mulyono juga diduga menerima sejumlah uang dari Carsa. 

"Pemberian uang tersebut diduga terkait dengan pemberian proyek-proyek Dinas PUPR Kabupaten Indramayu kepada CAS [Carsa]. CAS tercatat mendapatkan tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek, total kurang lebih Rp15 miliar yang berasal dari APBD Murni," kata Basaria. 

Tujuh proyek itu dikerjakan oleh CV Agung Resik Pratama dan beberapa perusahaan lain. Proyek-proyek itu adalah pembangunan Jalan Rancajawad, Jalan Gadel, Jalan Rancasari, Jalan Pule, Jalan Lemah Ayu, Jalan Bondan-Kedungdongkal, dan Jalan Sukra Wetan-Cilandak. 

Pemberian uang dari Carsa kepada Supendi dan pejabat Dinas PUPR Indramayu itu diduga adalah bagian dari commitment fee sebesar 5 sampai 7 persen dari nilai proyek. 

"SP diduga menerima total Rp200 juta, Mei 2019 sejumlah Rp100 juta yang digunakan untuk THR, 14 Oktober 2019 sejumlah Rp100 juta yang digunakan untuk pembayaran dalang acara wayang kulit, dan pembayaran gadai sawah," kata Basaria. 

Sementara Omarsyah diduga menerima duit Rp350 juta dan sepeda merek NEO dengan harga sekitar Rp20 juta. Pemberian itu dilakukan pada Juli dan September 2019. "WT diduga menerima Rp560 juta selama 5 kali pada Agustus dan Oktober 2019," tambah Basaria.(sbm/tt/ami)

Trump Kirim Menteri Transportasi AS Hadiri Pelantikan Jokowi-Amin

By On Oktober 19, 2019

Sorot Bola Mata-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkonfirmasi bahwa dia akan mengirimkan delegasi untuk menghadiri prosesi pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Minggu (20/10) pekan depan. 

Berdasarkan keterangan tertulis Kedutaan Besar AS di Indonesia, Sabtu (12/10), delegasi dari Negeri Adidaya tersebut akan dipimpin oleh Menteri Transportasi AS, Elaine L. Chao yang akan didampingi oleh Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan. 

Sebelumnya, Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan telah mengungkapkan rencana untuk menghadiri pelantikan Jokowi. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir setelah mendapatkan panggilan telepon dari penasihat luar negeri Kepresidenan Tiongkok, Song Tao. 

“Wakil Presiden Tiongkok akan menghadiri pelantikan Presiden Jokowi 20 Oktober mendatang. Presiden (Jokowi) mengatakan adalah suatu kehormatan jika Wakil Presiden Tiongkok mau menghadiri pelantikan,” kata A.M. Fachir. 

Selain perwakilan dari dua negara adidaya tersebut, perwakilan dari Australia juga disebutkan akan datang menghadiri acara pelantikan. 

Diberitakan dari ABC, Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison akan menghadiri acara tersebut. 

“Kami konfirmasikan kunjungan PM Morrison (menghadiri pelantikan),” ujar juru bicara PM Australia.

Jadwal Pelantikan Beberapa Kali Berubah Pelantikan Presiden Jokowi pada 20 Oktober mendatang sebelumnya telah mengalami beberapa kali perubahan jadwal. 

Semula pelantikan dijadwalkan berlangsung Minggu (20/10) pukul 10.00, namun diundur menjadi pukul 16.00 karena bertabrakan dengan car free day dan jadwal ibadah umat Nasrani. 

Namun Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sepakat memajukan jadwal tersebut ke pukul 14.00 pada hari yang sama. 

Ketua MPR Bambang Soesatyo beralasan pukul 14.00 dianggap waktu yang ideal dengan jadwal masyarakat karena pukul 16.00 dikhawatirkan terlalu dekat dengan jadwal salat Maghrib. “Karena car free day berakhir sekitar pukul 11.00-12.00 WIB. 

Yang muslim juga sempat salat Ashar begitu pelantikan selesai," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/10). 

Usulan terbaru ini akan disampaikan kepada Setjen MPR, protokoler Istana, serta Presiden dan Wakil Presiden terpilih. 

Selain itu, MPR juga akan berkoordinasi dengan Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Menteri Luar Negeri, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

"Mudah-mudahan acara pelantikan berjalan lancar, sehingga menjadi gambaran situasi politik yang baik bagi dunia internasional," kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini.(sbm/hf/ant)

JK Masih Miliki "Segudang" Kegiatan di Akhir Masa Jabatannya

By On Oktober 18, 2019

JAKARTA,Sorot Bola Mata-Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) masih memiliki berbagai kegiatan meski masa jabatannya akan habis satu hari lagi. Kegiatan itu dilakoninya dengan ikhlas karena memang sudah menjadi kewajibannya.
Berdasarkan jadwal yang diterima awak media, pagi ini, Jumat (18/10/2019), pria asal Bone, Sulawesi Selatan itu dijadwalkan mengikuti acara pengantar purna tugas sebagai Wapres RI oleh Polri. Acara ini merupakan penghargaan dari segenap keluarga besar Korps Bhayangkara atas pengabdiannya kepada negara.
Ia juga mesti menghadiri acara di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) usai beranjak dari acara yang dihelat Polri. Siang harinya, politikus senior Partai Golkar tersebut dijadwalkan menghadiri silaturahmi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan menteri Kabinet Kerja di Istana Negara.
Sekadar informasi, masa jabatan JK sebagai Wapres RI akan berakhir seiring dengan akan diselenggarakannya pelantikan Jokowi-KH Ma'ruf Amin pada Minggu, 20 Oktober 2019 mendatang. JK mengaku akan aktif mengurus sosial-keagamaan setelah pensiun sebagai orang nomor dua di republik ini.
HM Jusuf Kalla
"Setelah ini saya ingin istirahat dulu sebulan dua bulan. Mau ke mana dulu, mau jalan-jalan. Kemudian mengurus sosial, ngurus pendidikan, keagamaan," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Oktober 2019 lalu.
Selain itu, JK juga mengatakan, kemungkinan akan menjadi pembicara di berbagai perguruan tinggi. Sebab, sudah banyak undangan yang dilayangkan kepadanya. "Tentu memberikan mungkin berbicara di perguruan tinggi, saya diundang di mana-mana untuk berbicara," tuturnya.(sbm/put/okz)

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin Operasi Tangkap Tangan OTT

By On Oktober 15, 2019

Jakarta, Sorot Bola Mata-Wakil Ketua KPK Basaria panjaitan menyatakan kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan di Medan, Selasa (15/10) malam adalah Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.

"Benar," kata Basaria saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/10).


KPK sebelumnya mengumumkan telah menangkap tujuh orang dalam OTT di Medan. Mereka yang ditangkap  dari unsur: Kepala Dinas PU, protokoler, ajudan Wali Kota, pihak swasta, dan Wali Kota.

Komisi antirasuah juga menyita uang lebih dari Rp200 juta. Uang tersebut diduga hasil praktik setoran dari dinas-dinas dan sudah berlangsung beberapa kali.

Belum ada penjelasan rinci mengenai kasus yang melibatkan pihak-pihak yang tertangkap di Medan. 


KPK masih mendalami kasus ini.
Mereka yang ditangkap untuk sementara tengah menjalani pemeriksaan awal di Polrestabes Medan.
KPK punya waktu 1x24 jam untuk menetapkan tujuh orang itu sebagai tersangka.(sbm-cnn-i) 

Safari ke Pendukung Jokowi, Prabowo Lunakkan Hati Koalisi Incar Kursi Menteri?

By On Oktober 14, 2019

Jakarta,Sorot Bola Mata- Mengenakan kemeja putih, Presiden Jokowi menerima Ketua Umum Partai Gerindra prabowo Subianto di Istana Kepresiden, Jakarta, Jumat 11 Oktober 2019. Sang mantan rival di Pilpres ini juga mengenakan kemeja dan warna yang sama dengan sohibul bait.
Keduanya bertemu di Ruang Jepara Istana Merdeka pukul 15.06 WIB. Tak ada sekat dan ruang kecanggungan antarkeduanya. Jokowi dan prabowo membaur dalam perbincangan hangat yang kadang diselingi tawa.
Keduanya juga tak sungkan bersalaman di depan awak media. Jokowi dan Prabowo bahkan sempat berselfie ria bersama para jurnalis Istana.
Usai pertemuan empat mata, Presiden Jokowi menggelar konferensi pers. Ditemani Prabowo, Ia mengungkapkan kemungkinan langkah Gerindra yang merapat ke koalisi pemerintahan.
"Kami tadi sudah bicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra masuk ke koalisi kita," ucap Jokowi, Jumat 11 Oktober 2019.
Ucapan Jokowi ini sedikit menyingkap tabir tentang posisi Gerindra usai bertarung di kontestasi Pilpres. Namun demikian, keputusan ini belum bulat lantaran harus dibicarakan dengan Parpol koalisi Jokowi-Maruf Amin.
"Tapi untuk urusan satu ini belum final," ucap Jokowi.
Usai itu, Prabowo pun memberikan pernyataan sikap. Dia mengaku siap membantu pemerintahan Presiden Jokowi lima tahun ke depan apabila diperlukan. Fokus bidang yang akan digarapnya terkait pertumbuhan ekonomi yang diyakininya bisa naik hingga di atas 10 persen.
"Kami akan memberi gagasan yang optimistis. Kami yakin (pertumbuhan ekonomi) Indonesia bisa tumbuh dobel digit. Kami yakin Indonesia bisa bangkit cepat," ujar Prabowo di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (11/10/2019).
Sebaliknya, Prabowo mengaku tak masalah jika nantinya Jokowi memutuskan tak menggandeng Partai Gerindra di kabinet. Menurut dia, partainya akan berperan sebagai oposisi.
"Kalau umpamanya kita tidak masuk kabinet, kami tetap akan loyal. Di luar sebagai check and balances, sebagai penyeimbang. Kan kita di Indonesia tidak ada oposisi," jelas dia.
Kepada Jokowi, Prabowo juga menyampaikan bahwa akan selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Dia menyebut setelah kontestasi politik lima tahunan semua pihak sudah harus bersatu.
"Kita bertarung secara politik. Begitu selesai, kepentingan nasional yang utama. Saya berpendapat kita harus bersatu," kata prabowo.
Isu soal Gerindra bakal gabung ke pemerintahan berdengung keras di kalangan petinggi koalisi Jokowi-Ma'ruf. Mereka pun menyatakan penolakan lantaran Gerindra dianggap sebagai partai yang tidak berkeringat saat Pilpres.
"Posisi penting dan strategis enggak mungkin kita serahkan pada yang tidak berkeringat!" kata Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago, Selasa 8 Oktober 2019, menanggapi kabar Prabowo incar posisi Menhan.
Irma mengatakan, jika posisi itu tidak disiapkan untuk partai pendukung Jokowi, maka baiknya tak diisi oleh partai oposisi. Daripada untuk oposisi, lebih baik posisi itu diserahkan pada sosok profesional yang mumpuni dalam bidang pertahanan.
"Kalaupun bukan untuk partai koalisi, maka posisi itu harus diisi oleh profesional yang independen," ucapnya.
Sementara itu, Golkar, parpol penyokong Jokowi lainnya juga merasa khawatir jika Gerindra merapat ke koalisi pemerintah. Sebab bisa saja, Gerindra menjadi musuh dalam selimut di koalisi Jokowi
"Saya tendensinya ke arah sana. Jangan sampai mereka berada di dalam pemerintahan tetapi dalam posisi seperti oposisi. Tidak baik dalam kerangka demokrasi kita," kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (13/11/2019).
Menurut dia, seharusnya bagi yang kalah menerima kekalahan itu dan menunggu lima tahun mendatang untuk saling berkontestasi. Bagi Ace, tanpa ada tambahan di koalisi pemerintah, saat ini di parlemen sudah kuat dengan 63 persen kursi DPR.
"Dengan 63 persen di parlemen saya kira sudah modal yang sangat cukup untuk mengawal pemerintahan dan menunaikan janji politiknya. Saya kira Pak Jokowi akan lebih arif dan bijaksana untuk menyikapi politik saat ini," katanya.(sbm/lp6)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *