HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Polda Sumut Dikabarkan Kabulkan Penangguhan Penahanan “Cokna” Kasus Senpi Limpahan Dari Polsek Pancur Batu

By On Agustus 12, 2020

 

Medan,Sorot Bola Mata-Kanit Jatanras Polda Sumatera Utara AKP Poltak menjelaskan bahwa Kasus dugaan kepemilikan senjata api illegal dengan tersangka “Cokna” warga Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang telah ditangguhkan dengan dasar azaz kemanusiaan .

“Pihak keluara tersangka sudah bermohon agar Cokna ditangguhkan penahananan nya karena tersangka diduga ada penyakit sesak nafas / asma dengan pertimbangan kemanusiaan , maka kami sudah musyawarah dan mengabullan permohonan penangguhan penahanan tersebut yang di mohon kan oleh pihak keluarga tersangka tersebut ,”Sebut Kanit

Diketahi bahwa Cokna ditangkap oleh Pancur batu pada pada bulan april 2020 di sebuah lokasi di dekat stasiun mobil angkutan umum trayek A 97 Jurusan Pancur Batu – Lubuk Pakam . dimana saat diamankan oleh petugas Cokna dan rekan rekannya diduga melakukan perlawanan kepada petugas dengan menggunakan senjata tajam yang diduga jenis kelewang namun akhirnya berhasil di amankan ke Polsek Pancur Batu .

Kapolsek Pancur batu saat ditemui langsung setelah kejadian penangkapan membernarkan penangkapan Cokna dan rekan nya tersebut karena ada dugaan ada indikasi kepemilikan senjata api dan sentaja tajam saat di lokasi tersebut .

“ Dia pasang kenjiro “Mata Mata melalui jendela dan saat kami gerebek mereka melawan namun berhasil kami amankan dan saat ini di sel dia berada , Pungkas Dedy Dharma saat diruangannya .

Akp Dedy Darma juga mengatakan bahwa saat penggerebekan, sejumlah rekan Cokna diduga sempat melakukan perlawanan salah satu personil dan akhirnya berhasil di amankan bersama coka dan barang bukti sebuah senpi jenis Revolver Aktif berikut Amunisi .

Namun belakangan kasus yang menjerat Cokna tersebut dilimpahkan penanganan nya ke Polda Sumut bersama barang bukti senpi berikut peluru .

Cokna dikabarkan sempat ditahan di Sat Tahti diduga lebih kurang 1,5 bulan sebelum akhirnya menghirup udara segar .

Di kutip dari segala penjuru dan semua sumber yang layak di percaya di Kecamatan Pancur Batu dan Kota Medan yang menejelaskan bahwa pria yang dikenal dengan nama sebutan Cokna tersebut sudah menghirup udara segar dan bergentayangan di sekitar Kecamatan Pancur Batu dan ada juga informasi yang mengatakan bawha pekara cokna “tidak duduk” di Kepolisian sehingga dirinya terbebas jeratan kasus Senjata Api .

Namun hal bebasnya Cokna dari jeruji besi Sat Tahti Polda Sumut tersebut langsugn dibantah keras oleh Kanit 5 Jatantas Polda Sumut AKP Poltak.(10/8/2020) Siang Saat ditemui wartawan di ruang kerjanya di lantai 2 Dit Reskrimum Mapolda Sumut.

Menurut Poltak , Cokna yang diduga terlibat kasus senpi bukan bebas murni , melainkan dia ditangguhkan penanganan nya karena ada permohonan dari pihak keluarga. “Keluarga tersangka bermohon agar ditangguhkan karena Cokna mengidap penyakit Asma dan berkas kita lanjutkan ke Kejati Jadi berita dia bebas itu tidak benar ,” Tutur Poltak

Lanjut Poltak ,”dan untuk pengembangan kasus tersebut kami juga sudah mengamankan seorang pria inisial (DIP) yang diduga terlibat dalam kasus dugaan kepemilikan Senjata Api tersebut .

“Saat ini tersangka Cokna memang kami sudah tangguhkan penahanan nya dan Tersangka (DIP) saat ini berada di jeruji besi sementara itu semua berkas dalam kasus tersebut sudah kami kirim ke kejaksaan . ungkap Kanit Poltak .

Terpisah ,

Salah seorang warga kecamatan Pancur Batu yang mendapatkan kabar tersebut mengku resah dan minta Polisi segera membatalkan penangguhan penahanan pria yang diduga terlibat dalam kasus senjata api illegal tersebut . apakah bisa kasus senjata api illegal ditangguhkan penahanannya ?

Kami mendengar hal ini kami menjadi resah dan gelisah karena mendapatkan kabar bahwa dia Cokna Sudah bebas dari penjara. Kasus senpi ditangguhkan penahanan nya , kok bisa kasus “Senpi” bukan kah itu undang undang darurat. ditangguhkan penahanan nya apakah karenaada sesuatu ? ” Pungkas Warga.(sbm/mc/red)

Kegiatan Coaching Clinic Bareskrim Polri  di Sumatera Utara, Dibuka Kapolda Martuani

By On Agustus 12, 2020

 

Sorot Bolamata, Medan- Coaching Clinic Bareskrim Polri di Sumatera Utara dibuka Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Martuani Sormin, MSi tema, "Peningkatan Kemampuan Penyidik Dalam Proses Penanganan Perkara Melalui e-Manajemen Penyidikan,"bertempat di Aula Tribrata Mapolda Sum. Utara. 

Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Coaching Clinik Bareskrim Polri Kombes Pol Jeffri Dian Juniarta, SH, SiK beserta anggota PjU Polda Sumut serta para penyidik sama penyidik pembantu Polres jajaran Polda Sumut. 

Dalam kegiatan ini bertujuan untuk meningkat kapabilitas dan kualitas para personel dalam pelaksanaan e-Manajemen penyidikan. 

Di era globalisasi akhir ini, kemajuan teknologie juga agar dikuasai bagi seluruh personel. 

Dengan administrasi penyidikan dilaksanakan secara online agar mudah diawasi para atasan. 

Saat ini sering terjadi hambatan, menurut Kapolda Sumut itu  kesalahannya dari kita sendiri dalam inputan administrasi penyidik. Keberhasilan dalam penyidikan dan penyelidikan ada 60 persen ditentukan dengan administrasi yang baik. 

"Dengan kemajuan teknologie sekarang ini harus di imbangi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik supaya dalam proses penyidikan dan penyelidikan dapat berjalan profesional, akuntabel dan berkeadilan," ujar Kapolda Martuani. 

Lanjutnya,  dengan kemajuan teknologie, apalagi ada kesalahan dari perdonel yang dilakukan secara cepat dapat ketahuan oleh masyarakat luas. 

"Oleh sebab itu, proses penginputan data administrasi dalam penyidikan adalah yang sangat penting," pintanya. 

Para komandan di satuan fungsi supaya menjadi komandan yang lebih handal dan hebat bagi anggota. Jika anggota lakukan  kesalahan maka hal itu juga kesalahan komandan.

Kapolda Sumut lalu meminta Polres- Polres untuk bentuk  tim Resmob dapat menangani berbagai kasus tindak kriminal

yang sangat resahkan  masyarakat. Seperti,  pelaku kejahatan baik kejahatan dijalanan, juga narkotika yang  membahayakan nyawa masyarakat dan anggota maka diberi tindakan tegas terarah dan terukur.

Kapolda Sumut dalam hal itu meminta para personel untuk  tidak mempersulit masyarakat.Tunjukan profesionalisme sebagai anggota Polri

yang bertugas menegakkan hukum serta keadilan juga senentiasa berbahasa santun dan sopan kepada masyarakat.(shaf/zie).

Baru 5 Bulan Menjabat, Kajari Toba Samosir Naikkan 3 Kasus Korupsi

By On Juni 11, 2020

Sorot Bola Mata-DR Robinson Sitorus, SH. MH dalam tempo 5 bulan 16 hari sejak menjabat menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Toba Samosir telah menangani dan menaikkan tiga perkara kasus korupsi yang terjadi di tiga instansi berbeda di Pemerintahan kabupaten Toba.

Ketiga kasus tersebut, 1 perkara sudah dimajukankan ke Pengadilan dan akan diputus pada persidangan pengadilan pada hari kamis (11/06/2020), 1 kasus masih Pra Penuntutan dan akan masuk dalam tahap penuntutan, dan  sedangkan 1 kasus lagi masih dalam tahap akan menetapkan para tersangka.

Hal tersebut diterima awak media  saat menyambangi kantor kejari tobasa dan  disampaikan langsung oleh Kajari Toba Samosir, DR Robinson Sitorus di ruang kerja Kasi Intel, Rabu (10/06/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

Adapun ketiga kasus korupsi tersebut terjadi di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas  PUPR, dan Dinas Pariwisata.

Untuk Kasus korupsi yang terjadi di Dinas tenaga kerja (Disnaker) Tobasa berupa kegiatan Padat Karya dengan pagu anggaran sebesar 1,7 Miliar yang bersumber dari APBD Tobasa tahun 2018.

Atas kasus ini,  penyidik Kejaksaan Negeri Tobasa telah menetapkan dua orang tersangka yakni TS (58) dan NS(54).

"Pada sidang tuntutan (14/05) yang lalu, tersangka TS dituntut 7 tahun penjara dan NS dituntut 6 tahun penjara.

Dan pada persidangan kamis (11/06) keduanya akan menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Medan," ujar Robinson.

Untuk Kasus korupsi di Dinas PUPR merupakan proyek pembangunan jalan Amborgang -Sampuara dengan pagu anggaran sebesar 4,4 Miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) penugasan tahun anggaran 2017.

Di kasus ini, penyidik telah menetapkan dua orang tersangka dengan inisial BS (Bernad Siagian) dan rekannya FH (Fernando Hutapea). 

Saat ini kata Robinson, masih tahap Pra Penuntutan dan persiapan Tahap 2 (Penuntutan).

"Dan saat ini juga, kita sedang menangani dan mendalami kasus dugaan korupsi pada Dinas Pariwisata.

Sejak empat hari yang lalu penyidik Kejaksaan Tobasamosir sudah meningkatkan pada tahap penyidikan, dan kita akan segera menetapkan tersangkanya," papar Robinson sitorus.

Ketika ditanyakan terkait proses persidangan kasus pemukulan yang dilakukan Kades Silaen, Baringin Silaen terhadap salah seorang warganya yang berprofesi sebagai buruh tukang,
Rustam Effendi Silaen, 40, Robinson mangatakan kasus tersebut akan disidangkan secara online pada hari Senin (15/06/2020) pukul 11.00 WIB.

"Bukan kita tidak melakukan pemanggilan terhadap korban, namun karena pelaku mengajukan eksepsi dan sudah menjalani dua kali persidangan, maka persidangan selanjutnya menunggu keputusan Hakim atas eksepsi yang diajukan tersangka, apakah nanti diterima atau tidak," terang kajari. (Sahar siregar)

Anggota Samapta Polda Sumut  Bripda Sartika Sinaga, Salurkan Masker dan Sembako, Mencegah Penyebaran Covid 19

By On April 13, 2020

Medan, Sorot Bola Mata-Personel Samapta Polda Sumatera, Bripda Sartika Sinaga, bersama rekan sesama dinas anggota Polri juga dibantu insan pers, Sabtu (11/4/2020), turun ke jalan membagi-
bagikan masker, snytizer
dan sembako kepada masyarakat yang berada di jalan Menteng 2. Dan bantuan sembako itu, berupa beras, minyak goreng, ikan teri, dan indomie.

Pemberian sembako yang diberikan itu, untuk meringankan beban masyarakat dari pandemi Corona (Covid 19) yang sudah merebak keberbagai daerah, juga seluruh Indonesia, dengan begitu peduli pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar di seluruh daerah Republik Indonesia.

Dengan demikian, sangat berpengaruh besar terhadap  perekonomian khususnya mengalami masyarakat kecil, termasuk pencari rezeki yakni pemulung, ibu rumah tangga.

Dalam partisipasi itu, turut mendukung teman yang sudi menyediakan kenderaan mobil untuk mengangkut sembako dan alat kesehatan yang dibutuhkan segera dibagi-bagikan kepada masyarakat.

Dengan bantuan tersebut, warga masyarakat setempat dapat kita tertibkan.

Sehingga pembagian sembako dan alat kesehatan dibutuhkan itu berjalan dengan baik.

Selain pemberian sembako dan masker itu, Bripda Sartika Sinaga bersama personel Samapta Polda Sumut, menyampaikan, kepada masyarakat tentang kebijakan pemerintah dalam menangani pencegahan penyebaran pandemi Covid 19, khususnya di daerah tempat tinggal masyarakat setempat, guna mengikuti arahan dan anjuran pemerintah agar menggunakan, masker hendak keluar rumah, jaga jarak saat berbicara, dan jaga kebersihan diri, dengan tujuan agar kita terhindar dari penularan Covid 19, yang merebak di negeri ini, pesan dari bapak Kapolda Sumut.

Makna pesan Kapolda itu, bersama  bantuan sosial sembako yang dibagikan tersebut  sehingga  masyarakat Menteng 2,  merasa terharu dengan kegiatan dilaksanakan dapat membantu pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona,
khususnya di Kota Medan.(shaf/zie)

Pengurus Bhayangkari Simalungun Bagikan Nasi Kotak Krpada Masyarakat

By On April 09, 2020

Sorot Bola Mata-dan ikatan sosial antar sesama umut manusia terutama penderitaan penyebaran pandemi Corona (Covid 190), sedang melanda dunia, kata Ketua Bhayangkara Simalungun itu.

Pemberian makan siang ini, diutamakan bagi masyarakat kurang mampu secara finansial, selain tidak mampu secara fisik maupun jasmani, seperti dialami keluarga ibu Suratmi (53) yang punya 4 (empat) orang anak yang kondisi tubuh lumpuh dan juga suami stroke.

Selain dibagikan nasi pada warga setempat berprofesi penarik ojek di pangkalan Ojek simpang Sambo, petugas Kebersihan (cleaning service), tunawisma,  supir truk dan masyarakat yang membutuhkan.

"Kali ini kita membagikan 50 nasi kotak untuk makan siang yang sudah dipersiapkan ibu-ibu Bhayangkari Cabang Simalungun.sebagai wujud cinta kasih kepada masyarakat guna sedikit meringankan beban ekonomi, " kata Ny.Cathy Heri Ompusunggu.

Dalam kegiatan ini juga, diakuinya,  bukan ibu- ibu Bhayangkari yang ke lapangan, namun pelaksanaan pembagian makan siang diwakilkan pada Personel Satlantas Polres Simalungun.

"Ini bukan tanpa alasan, tapi dikarenakan Bhayangkari Cabang Simalungun saat ini masih melakssnskan pembatasan sosial berskaka besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Virus Corona Disease 2019 (Covid 19) yang berkepanjangan sampai saat ini. Biarkan petugas kepolisian yang bekerja, sambil melakukan sambang dan memberikan pesan- pesan Kamtibmas dan imbauan kepada masyarakat guna antisipasi dampak penyebaran pandemi Corona di wilayah hukum Polres Simalungun," katanya.Ketua Bhayangkara Cabang Simalungun mengatakan, supaya masyarakat mendukung pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran Covid 19.

"Mari kita dukung pemerintah dalam upaya
mencegah virus yang sangat bahaya itu dengan membatasi Interaksi sosial dan tetap berada di rumah tidak berkumpul disuatu tempat, tidak berjabat tangan, nenerapkan ketika bersin dan batuk, membersihkan barang- barang yang sering disentuh dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan pembersih," ajaknya.

"Ayo kita lawan bersama Covid 19 dan jangan sampai keluarga kita dan orang yang kita sayangi ikut menjadi korban virus pandemi Corona, tetap lakukan ibadah walau di rumah dan jangan lupa untuk saling peduli dan berbagi sasama kita yang membutuhkan, semoga pandemi segera berlalu," tambahnya. (shef/ zie).

Pekerja Tewas Sangst Mengenaskan Terjepit  Crane Depo PT. DKM

By On April 05, 2020

Sorot Bola Mata-Pekerjaan alat berat kontainer di lokasi depo PT, Duwifa Karisma Mitra (DKM) Jalan Pelabuhan
persisnya, tak jauh dari pintu masuk pelabuhan perikanan Samudera Belawan (PPSB),Gabion,
Jumat, 3 April 2020.

"Ini bukan April mop," tapi benar- benar kejadian dua orang diduga pekerja dari perusahaan itu terjepit (tersangkut), dan persoalan masih ditelusuri petugas apa penyebabnya.

Untuk mengetahui hal itu,Petugas Reserse Polres Pelabuhan Belawan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Karena dalam kecelakaan itu,salah satu dari korban yang tewas adalah Denni (30) warga Kampung Kurnia, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan.

Pantauan di lapangan, korban yang meninggal dalam kondisi sangat mengenaskan dengan tubuhnya masih terjepit Crane (red kalmar) tampak isi perut keluar dan usus terburai juga kaki patah.

Sementara, Ali rekan dari korban mengatakan, "Kejadian itu aku disana, bang, narasumber ini yang tahu alamat kantor PT, nama korban Denni.

Katanya, seorang korban dilarikan ke Rumah Sakit, yang mengaku baru tiba dari bengkel yang tak jauh dari depo tersebut. Mertua korban sangat kecewa setelah tahu kejadian tersebut.

"Soalnya, dia baru tahu tadi sore, sebutnya, gila Benar orang ini, tidak ada yang mengabari keluarga korban.

Kalau kami tidak datang sudah pasti mayat korban masih tersangkut diatas sana, "ungkapnya.

Dengan peristiwa yang menggegerkan itu jadi tontonan warga kawasan Gabion Belawan hingga menjelang malam, terlihat petugas Reserse Polres Pelabuhan Belawan kerja ekstra melakukan penyelidikan.

Informasi dilapangan, kedua korban saat itu sedang memperbaiki alat
berat.

Namun, malang yang menimpa bagi mereka, saat alat berat diperbaiki itu menyala dan keduanya terseret dari bawah sampai keatas.

"Katanya, betuli alat yang rusak lalu diperbaiki mekanik, entah bagaimsna caranya keduanya diseret mesin sampai dipuncak.

Anehnya,  Satpam disana hampiri awak media sambil meminta agar tidak diberitakan."Bang, tolong jangan diberitakan ya, pinta Satpam itu. Sedangkan bagi Wartawan hal itu sudah tugasnya, sampai pengambilan foto momen proses evakuasi mayat korban yang lebih satu jam tergantung.

Humas Belawan International Cetral Continer (BICT) Tengku Irwansyah mengatakan, lokasi kejadian bukan wilayah kerja Pelindo I khususnya BI cT.

"Kalau lokasi kejadian Depo PT, persis dekat
Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan, katanya depo bukan wilayah kerja kami," jelasnya kepada awak media. (shaf/Zie)

Kabid Humas Polda Sumut Membantu Alat Penyemprotan Disenfektan Kepada Jurnalis Medan

By On April 02, 2020

Medan, Sorot Bola Mata-Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol
Tatan Dirsan Atmaja menyerahkan, "alat semprotan Disenfektan
Kepada Jurnalis Medan, Rabu (1/4/2020).

Tujuan bantuan yang diberikan berupa alat penyemprotan untuk mencegah merebaknya pandemic Corona atau Covid 19.

Penyerahan dari Kabid Humas Polda Sumut, langsung diterima Jurnalis Medan, ketika berkunjung di Warkop Jurnalis merupakan Posko pencegah dsn pemburu Virus Corona.

"Bantuan kesehatan alat semprotan disenfektan antisipasi pencegahan Covid 19, khususnya dikalangan awak media dalam melaksanakan tugasnya sehari-hsri," ujar," Tatan D. Atmaja.

Menurutnys, para Jurnalis salah satu kelompok yang sangat rentan tertular virus Corona, karens mobilitas awak media sangat tinggi itu.

Jurnalis adalah pasukan terdepan mencari berita termasuk nerita virus Corona atau Covid 19 yang merebak kemana- mana menghantam anak bangsa.

"Dengan alat semprotan Disenfektan diharapkan,  secara berkala dapat digunakan rekan Jurnalis di Warkop demi mencegah penyebaran pandemi Corona," ucapnya.

Kombes Tatan Dirsan Atmaja meminta para Jurnalis supaya bekerja sama dalam memberi informasi kepada wsrga
masyarakat untuk melawan Covid 19
Tanpa bantuan dan dukungan Awak Jurnalis sudah tentu pemerintah tidak bisa kerja sendiri dalam memerangi virus
tersebut, oleh karena itu, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat termasuk insan pers," tandasnya. (shaf/zie)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *