HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Kapolri: Ada 8 Perwira Tinggi Polri Daftar Jadi Pimpinan KPK

By On Juni 14, 2019

Sorot Bola Mata-Kapolri Jendral Tito Karnavian menyampaikan, Polri menjunjung tinggi semangat profesionalisme. Untuk itu, dia yakin tidak akan ada konflik kepentingan jika perwira tinggi Polri menjabat sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Selama ini sudah banyak anggota polisi di KPK. Masuk sebagai ketua, sebagai deputi, seperti Pak Heru Winarko. Sebagai direktur penyidikan, sebagai penyidik, banyak sekali di sana. Sebagian besar mereka profesional dan selesai dalam keadaan prestasi yang baik tidak ada masalah," tutur Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2019).

Menurut Tito, ketika seorang perwira tinggi Polri masuk sebagai komisioner KPK, maka dia terikat dengan peraturan lembaga tersebut. Artinya untuk bekerja secara profesional, berbagai benturan kepentingan harus ditiadakan.
"Operasional setelah masuk ke KPK ya silakan ikut aturan KPK," jelas Tito.
Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK sendiri telah mendatangi Mabes Polri dan menemui Kapolri. Pendaftaran pun dibuka mulai 17 Juni hingga 4 Juli 2019.
"Sudah ada beberapa nama yang menyampaikan keinginannya untuk maju. Ada delapan. Masih terbuka kesempatan (untuk perwira tinggi Polri lainnya)," Tito menandaskan.
Tito Karnavian berharap agar kandidat dari Polri terpilih memimpin lembaga antirasuah itu.
"Mudah-mudahan ada dari Polri yang terpilih," tutur Tito.
Menurut Tito, dengan terpilihnya anggota Polri sebagai pimpinan KPK, maka sinergitas antara lembaga antirasuah dengan kepolisian dalam rangka memberantas korupsi akan semakin baik.
"Karena Polri memiliki jaringan nasional dan juga ada elemen penanganan korupsi. Di Polda-Polda, ada Dittipikor. Ini menjadi mesin memberantas kasus korupsi. Mencegah korupsi sebesar negara Indonesia ini, ya tidak mudah," dia menjelaskan.(Ipc/sbm)

Ini Respons Humas Polda Sumut "Tidak Ada Tangkap Lepas Dilakukan Polsek Percut Sei Tuan

By On Juni 14, 2019

Sorot Bola Mata-Ramainya pemberitaan tangkap lepas pengguna maupun pengedar narkoba yang dilakukan Polsek Percut Sei Tuan, Polda Sumut angkat bicara.

"Tidak ada tangkap lepas seperti pemberitaan yang beredar,"kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Kamis (13/6/2019) saat disambangi di ruang kerjanya, Kamis (13/6/2019).

Dengan adanya pemberitaan tersebut, sambungnya, pihak kepolisian dari Polsek Percut Sei Tuan memanggil orangtua yang bersangkutan (yang diduga ditangkap lepas).

"Setelah kita mintai keterangan orangtuanya, tidak ada mengaku memberikan uang Rp30 juta kepada polisi. Jadi tidak benar itu tangkap lepas,"terang pria dengan melati dua dipundaknya ini.

Mangantar Pardamean Nainggolan menceritakan peristiwa itu terjadi pada 26 Mei 2019 sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu personil Polsek Percut Sei Tuan melakukan penggerebekan di satu cakruk di Desa Kolam.

Begitu personil tiba di lokasi itu, akunya, sejumlah pemuda berlarian dari cakruk. Sedangkan seorang pemuda bernama Riki tidak melarikan diri.

Selanjutnya, kata Nainggolan, petugas menggeledah badan Riki namun tidak ditemukan bukti baik narkoba maupun benda lain yang melanggar hukum namun petugas menemukan plastik klip kecil kosong di seputaran cakruk yang berjarak 2 meter dari Riki.

Kemudian Riki diamankan dan dibawa ke Polsek. Sesampainya di Polsek Riki diinterogasi dan dari hasil interogasi pemuda itu menjelaskan bahwa dirinya tidak ada keterlibatan dengan narkotika dan oleh penyidik menghubungi keluarganya dan meminta untuk datang esok harinya.

Selanjutnya pada 27 Mei 2019 pukul 16.00 WIB Riki diserahkan atau dikembalikan kepada pihak keluarga dengan tidak ada memberikan mahar apapun.

"Kita mintai keterangan Kapolseknya. Dan inilah kronologisnya,"terang Nainggolan seraya menyatakan bila memang ada informasi seperti ini, coba benar-benar dikonfirmasi.(trb/sbm)

Mudik Lebaran Lancar, Kapolri Tito Karnavian Ungkap Penyebabnya, Fadli Zon Curiga: Jangan-Jangan . .

By On Juni 10, 2019

Sorot bola mata-Mudik Lebaran Lancar,Kapolri Tito Karnavian Ungkap Penyebabnya, Fadli Zon Curiga: Jangan-Jangan . .

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mengklaim arus mudik Lebaran 2019 berjalan lancar tanpa hambatan.

Mudik Lebaran Lancar, Kapolri Tito Karnavian Ungkap Penyebabnya, Fadli Zon Curiga: Jangan-Jangan . . (ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA)

Bagi Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, memang tugas pemerintah memperlancar arus mudik.

"Memang itulah tugas pemerintah memberikan kemudahan dan fasilitas karena rakyat membayar pajak. Pajaknya itu dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk fasilitas publik," ucap Fadli usai menghadiri open house di Rumah Dinas Ketua DPR RI, Jl Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2019) malam.

Wakil Ketua Umum Gerindra itu mengatakan, sudah seharusnya mudik tak boleh ada hambatan.

Namun, Fadli juga masih mendengar adanya keluhan dari masyarakat terkait pelaksanaan mudik tahun ini.

Ia memberikan contoh mahalnya harga tiket pesawat hingga tarif tol.

"Ya memang seharusnya kan mudik itu tidak boleh ada hambatan. Yang saya banyak dapat keluhan itu harga tiket pesawat mahal, jalan tol masih mahal, gitu. Jangan-jangan karena itu menjadi semuanya lancar karena orang tidak sanggup memakai jalur-jalur yang convenience, yang enak," tuturnya.

Fadli meminta pemerintah harus mengevaluasi dan memperbaiki mahalnya tiket pesawat dan tiket pesawat.

"Saya kira ke depan harus dipikirkan bagaimana mudik itu biayanya tetap normal, harga-harga pesawat tetap terjangkau, kemudian harga di jalan tol juga jangan naik," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut penyelenggaraan arus mudik tahun ini berjalan lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya.

Pembangunan infrastruktur yang menghubungkan kota ke kota baik di Pulau Jawa maupun Sumatera dan penyiapan strategi-strategi untuk mengurai kemacetan menjadikan penyelenggaraan mudik tahun 2019 berjalan dengan lancar.

Hal itu dikatakan Menhub Budi dalam Press Conference di Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2019 pada Selasa (4/6/209).

“Tahun 2019 merupakan suatu pembuktian bahwa pembangunan infrastruktur sangat berguna bagi masyarakat dari kota ke kota. Terbukti perjalanan mudik tahun ini dari Jakarta ke Semarang 6 jam, Jakarta ke Solo 8 jam, Jakarta ke Surabaya kurang dari 10 jam.

Hal yang sangat menggembirakan terutama bagi pemudik. Masyarakat puas karena mudik tahun ini lancar,” ucap Menhub Budi.

Kenapa lancar?

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut arus mudik Lebaran 2019 relatif lancar dengan tidak ditemuinya banyak kemacetan seperti di tahun-tahun sebelumnya.

Ia mencontohkan arus mudik menuju Jawa Tengah hingga Jawa Timur terbantu dengan adanya infrastruktur Tol Trans Jawa.

"Saya mengecek dengan Panglima TNI sampai dengan ke Jawa Timur, relatif bagus.

Kemacetan sedikit mungkin ada di pintu jalan tol, terutama yang keluar mau ke Cirebon ya karena mau keluar ke daerah selatan.

Kemudian di daerah Semarang, karena juga mau pecah di daerah jalan nasional pulang kampung," ujar Tito, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2019).

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga menyinggung perihal waktu tempuh pemudik yang berkurang signifikan di jalanan.

Menurutnya sejumlah jalan tol membantu para pemudik memangkas waktu tempuh, seperti di tol Bakauheni hingga Palembang.

Semula jarak itu, kata dia, ditempuh di atas 8 jam, namun sekarang dapat ditempuh dalam 5 jam saja.

Begitu pula rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way disebutnya sangat membantu saat terjadi kepadatan.

Bahkan ada one way terpanjang, yakni Gerbang Tol Kalikangkung sepanjang 400 kilometer menuju arah Semarang.

"Jadi lancar. Tidak heran ada masyarakat yang menyampaikan bisa tembus dari Jakarta ke Semarang 4,5 jam, ada yang 5 jam. Ini saya kira luar biasa dibanding sebelumnya bisa sampai 10 jam kadang-kadang lewat Pantura.

Pantura sendiri relatif lancar baik yang menuju Jawa maupun Jawa ke Jakarta. Mekanisme di gerbang tol juga bagus dengan adanya sistem jemput bola namanya card reader dari Jasa Marga," kata dia.

Jenderal bintang empat itu juga menyinggung kecepatan gerak dari otoritas pelabuhan di Bakauheni dan Merak.

Dimana sempat terjadi antrian panjang 6 kilometer, namun diantisipasi dengan pembukaan gerbang lain dan penambahan kapal.

"Sehingga akhirnya semua bisa cair dengan cepat. Rest area juga sudah bagus tergelar, saya kira masyarakat sudah bisa menikmati ini arus mudik ditambah dengan waktu yang cukup panjang 29 Mei sampai dengan tanggal 4 Juni, ini relatif panjang," tukasnya.(tnc/sbm)

Turut Berdukacita Ibu Ani Yodhoyono

By On Juni 02, 2019

Sorot bola mata-Warga besar PT. Selecta Ayu Media bersams empat Media Online,  Selecta News, co.id Cendana Net News.co.id Sorot Bolamata.co.id Rakyat Bicara.id.
Turut Berdukacita atas berpulangnya Ibu Negara Ani Yudhoyono, dari bapak Presiden RI ke - 6 Susilo Bambang Yodhoyono, hari ini tanggal 1Juni 2019 di Singapure. Dari Direktur PT dan Pemred,  TM Fauzie, MS di Medan.

Polri Tetapkan 11 Tersangka Kerusuhan 22 Mei

By On Mei 26, 2019

Sorot bola mata-Polri menetapkan 11 tersangka  kerusuhan 22 mei di sekitar Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat. Mereka disangka polisi melakukan provokasi untuk membuat kerusuhan.

"Ketika menjelang malam, provokasi sudah didesain perusuh, mulai antara lain benda keras, batu, paving block, petasan, serta macam barang bukti kami hadirkan. 

Ada bambu sudah dipersiapkan settingan kelompok tersebut, demo yang tadinya damai menjadi rusuh," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Salah satu tersangka adalah A alias Andri Bibir, yang ditangkap di Kampung Bali, Tanah Abang. Andri berperan mengumpulkan batu agar diberikan kepada perusuh untuk melempari aparat kepolisian. 

"Ini prakarsa orang dalam satu area, salah satunya saudara A atau Andri Bibir. Andi mengumpulkan batu dengan menggunakan tas ransel, batu itu disuplai ke temannya 11 orang. Habis cari lagi kirim lagi, dan lempar lagi," kata Dedi.

Kesebelas orang tersangka punya peran berbeda saat terjadi rusuh 22 Mei. Berikut ini 11 nama tersangka dan perannya:
1. A alias Andri Bibir berperan mengumpulkan batu dengan menggunakan tas ransel dan membawa air dengan jeriken
2. Mulyadi, pelempar batu
3. Arya, pelempar batu
4. Asep, pelempar batu
5. Marzuki, pelempar batu
6. Radiansyah, pelempar batu
7. Yusuf, pelempar batu, botol kaca dan bambu
8. Julianto, pelempar batu, botol kaca, molotov dan bambu
9. Andi , memberikan air minum kepada pendemo
10. Saifudin, pelempar batu, botol kaca dan bambu
11. Markus disebut melempar batu, botol kaca dan bambu

Barang bukti yang diamankan dari pelaku adalah bambu, jeriken, celana, botol kaca, batu, dan handphone. Para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP dan Pasal 214 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.(nkc/sbm)

TKN Bakal Suplai Data untuk Kuatkan KPU Hadapi Gugatan Prabowo di MK

By On Mei 25, 2019

Sorot bola mata-Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin akan memberikan data dan fakta untuk menguatkan KPU saat bersidang melawan gugatan BPN Prabowo-Sandi di MK.
Seperti diketahui, saat ini Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sudah mendaftarkan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi.
Mereka mendalilkan adanya dugaan kecurangan pemilihan umum yang terstruktur, sistematis, masif (TSM). Dalam konstruksi perkara ini, BPN menjadi pihak penggugat, KPU tergugat dan TKN sebagai pihak terkait.
"Kita hanya stanby untuk memberikan data dan fakta yang terkait, tapi tentu menguatkan KPU," kata Influencer TKN Eva Kusuma Sundari kepada Okezone, Sabtu (25/5/2019).
Politikus PDI Perjuangan ini meyakini hasil keputusan MK nantinya tidak akan menjungkir balikkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Pasalnya selisih suara antara Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi terlampau jauh, yakni 16,9 juta.
Ilustrasi Pemilu (Okezone)
"Apapun keputusannya tidak akan mengubah pengumuman atau fakta bahwa Jokowi itu pemenang. Karena jaraknya luar biasa ya tidak seperti periode lalu," jelas Eva.
Diwartakan sebelumnya, Prabowo-Sandi melalui tim kuasa hukumnya telah mengajukan gugatan PHPU ke MK. Tim hukum tersebut dipimpin oleh eks pimpinan KPK Bambang Widjojanto (BW). Sebanyak 51 bukti telah dilampirkan ke MK.(kha/sbm)

Korban Sudah Jatuh, Andi Arief: Jokowi dan Prabowo Bertemulah!

By On Mei 22, 2019

Sorot bola mata-Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief meminta calon presiden 01 Joko Widodo atau jokowi dan calon presiden 02 Prabowo Subianto segera bertemu demi meredam aksi massa memprotes hasil pemilihan presiden 2019. Musababnya, sudah ada sejumlah korban jiwa dari aksi yang digelar sejak Selasa kemarin tersebut.
Andi juga mempertanyakan sampai kapan Jokowi dan Prabowo menunda pertemuan. Menurut dia, jatuhnya korban jiwa tak terlepas dari persaingan dua elite politik tersebut.
"Pak Prabowo dan Pak Jokowi yang terhormat, sampai berapa korban "nyawa rakyat" yang bisa melunakkan hati untuk Bapak berdua bertemu? Korban nyawa ini akibat persaingan antara Bapak berdua," kata Andi kepada wartawan, Rabu, 22 Mei 2019.
Andi menilai para petinggi dan elite politik dari kedua kubu saat ini seperti terbius menikmati tawuran rakyat melawan aparat keamanan. Dia mempertanyakan mengapa tak kunjung ada satu pun yang berbicara demi mendinginkan situasi.
"Pak jokowi dan Pak Prabowo, matikan televisi, bertemulah," kata dia.
Massa menggelar aksi protes hasil pilpres 2019 sejak kemarin, Selasa, 21 Mei 2019 di kawasan kantor Badan Pengawas Pemilu. Malam selepas tarawih massa sempat membubarkan diri, tetapi kemudian berdatangan menjelang tengah malam.
Polisi berusaha memukul mundur massa ke kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi sempat melepaskan gas air mata dan menembakkan senapan, sedangkan massa membalas dengan petasan dan kembang api. Sejumlah orang tak dikenal juga membakar mobil-mobil yang diparkir di depan asrama Brigade Mobil, Petamburan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pagi ini meninjau ke sejumlah lokasi. Anies menyebut enam orang meninggal akibat bentrokan massa aksi dengan polisi kemarin malam dan 200 orang luka-luka.
"Jadi kira-kira ada 200 orang luka-luka per jam sembilan ini dan ada sekitar enam orang tercatat meninggal," kata Anies di RS Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Mei 2019.
Korban dilarikan ke beberapa rumah sakit di Jakarta seperti RS Tarakan, RS Pelni, Budi Kemuliaan, RSAL Mintoharjo, dan RSCM. Anies berujar, korban di Tarakan mencapai 80 orang. Sementara lebih dari 70 orang dilarikan ke Pelni.
"Sejauh ini yang paling banyak menerima korban adalah RS Tarakan," ujar Anies.
Namun hingga saat ini polisi belum mengonfirmasi adanya korban meninggal.(tpc/sbm)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *