HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Rupiah melemah,Wapres tingkatkan produksi dalam negeri

Jakarta. -Melemahnya rupiah terjadi hingga mencapai
Rp 14.028, selasa kemarin, menurut Wakil Presiden, Jusuf Kalla, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta kemarin, mengajak
kita untuk memanfaatkan kesempatan untuk
memproduksi produk dalam negeri demi keperluan ekspor. negari."Di lain pihak
memang akan ada kenaikan harga-harga bahan baku
impor, namun itu bisa diselesaikan dengan mendorong
orang untuk produksi dalam negeri sebagai akibat impor yang begitu mahal," kata Wapres.
   Persoalan rupiah bukan disebabkan faktor tunggal, melainkan berkaitan kondisi
perekonomian dunia terutama di Amerika Serikat (AS). " Karena masalah rupiah tidak berdiri sendiri. Dengan itu
sangat tergantung pada ekonomi dunia, khususnya
ekonomi di Amerika. Sebab ekonomi Amerika menguat artinya
rupiah melemah,"tambahnya.
   Akibat melemah rupiah terhadap dolar AS, sehingga harga barang impor dilakukan Indonesia menjadi
mahal. Sebaliknya,kegiatan ekspor pendapatannya menjadi naik.
   "Memang rupiah melemah untuk impor jadi kemahalan, tetapi
untuk ekspor pendapatannya
menjadi lebih banyak. Sedangkan masalah kita, kata Wapres, saat ini adalah defisit ekspor-impor yang perlu diperbaiki".
  Selain Wapres Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah mendukung upaya
Bank Indonesia (BI)
untuk mengintervensi nilai rupiah yang semakin melemah dalam dua pekan terakhir hingga mencapai angka Rp 14.028 pada selasa pagi lalu.
  "Dalam hal moneter seperti diketahui tanggung jawab BI. Sebab BI bisa intervensi sehingga jangan tiba-tiba naik. Kalau naik secara
pelan-pelan itu tugasnya BI dan Pemerintah sepakat," katanya. Sementara itu, BI
menilai peluang penguatan nilai tukar rupiah masih dapat dilakukan dalam waktu dekat
mengingat indikator fundamen ekonomi dalam negeri masih terjaga.
   Deputy Gubernur BI Dody Budi Waluyo katakan investor juga melihat indikator fundamen domestik seperti inflasi yang terus mendekati sasaran
bawah Bank Sentral dalam rentang 2,5 - 4,5 persen, defisit APBN yang terjaga
dan pergerakan defisit transaksi berjalan yang madih dalam rentang sehat di bawah tiga persen
PDB.
  "Penguatan rupiah tetap terbuka dari sisi kondisi domestik yang terjaga," ujarnya di Jakarta kemarin, sembari Dody mengutarakan, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal I - 2018 sebesar 5,06 persen (yoy) masih positif dan sejalan dengan sasaran BI untuk laju pertumbuhan 5,1-5,5 persen di 2018. Namun jika merujuk pernyataan BI sebelumnya, angka pertumbuhan masih dibawah ekspektasi BI, melihat pertumbuhan ekonomi Kuartal I-2018 bisa mencapai 5,1 persen (yoy).
   Transaksi nilai tukar rupiah di BI Jakarta, Selasa pagi,melemah sebesar 35 poin menjadi Rp 14.028 dibanding posisi sebelumnya Rp 23.993 per dolar AS. " Peningkatan inflasi di AS masih menjadi salah satu faktor pemicu dolar AS menguat,karena
Peningkatan inflasi akan mendorong tingkat suku bunga
The Fed naik," kata analis Binaartha Sekuritas Reza Priyabada di Jakarta, sambungnya salah satu faktor yang mendorong inflasi AS. meningkat, bertambahnya jumlah lapangan pekerjaan. Data lapangan kerja di AS bertambah menjadi 164.000,-meski dibawah perkiraan /estimasi
pasar, namun masih mencatat pertumbuhan. Walau demikian, dia mengharapkan sentimen dalam negeri mengenai
Survei Penjualan Eceran BI yang mengindikadikan peningkatan data pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan I - 2018 yg tumbuh 5 06 persen dibandingkan percapaian priode
sama tahun sebelumnya 5,01 persen dapat menjaga fluktuasi nilai tukar rupiah.
   "Dengan kondisi dalam negari yang relatif cukup kondusif dapat menarik minat pelaku pasar terhadap aset berdenominasi rupiah," urainya. (fauzie/ Ant)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *