HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Kapolda Sumut:Persiapan Personel Pengamanan Pilkada 2018

MEDAN,sorot bolamata.co.id.-Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpaw mengunjungi Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, di sela-sela kunjungan kerja dan pengecekan persiapan personel dan pengamanan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Sumatera Utara 2018. Saat berada di situs sejarah Islam yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Desember 2017 itu, Paulus tak bisa menutupi kekagumannya."Salurkan hak pilih di kotak suara, pilihannya tak usah diumbar, itu rahasia. Kalau ada konflik atau permasalahan, laporkan ke Gakumdu," ucapnya. Paulus memastikan pihaknya siap mengamankan pelaksaan pilkada yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 mendatang. Tak hanya itu, semua pelanggaran yang terjadi pun akan diproses hukum. "Kita semua ingin pilkada damai, sampai hari ini semunya berjalan aman dan terkendali. Polisi harus meningkatkan sinergitas dengan institusi lain, termasuk pemerintah daerah," tegas Paulus. Sebelum kembali ke Medan, dia menyempatkan diri meninjau lokasi lalu lintas di jalur mudik yang menghubungkan Sumatera Utara dengan Sumatera Barat, dan posko angkutan udara di Bandara FL Tobing. "Jalur mudik aman dan lancar, ada pos pengamanan terpadu yang disiapkan untuk membantu pemudik," pungkas dia.
Menurutnya, tempat tersebut menjadi tanda tingginya nilai toleransi antar umat beragama di Tapanuli Tengah. "Saya kagum dan salut, toleransi antar umat beragama di sini tinggi. Saya bangga, ini harus dipertahankan, ini contoh yang baik," katanya, Minggu (17/6/2018). Kedatangan pria asal Papua itu disambut antusias warga sekitar, tokoh masyarakat dan agama. Paulus meminta agar situs sejarah tersebut dijaga dan lestarikan supaya dunia tahu bahwa Indonesia, khususnya Sumatera Utara, punya budaya yang menjunjung nilai-nilai pluralisme yang layak dibanggakan. "Perbedaan di masyarakat kita malah semakin membuat kita menjunjung nilai-nilai toleransi, saya bangga," katanya lagi. Kerukunan ini juga harus dilakukan dalam menghadapi perjalanan pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakilnya serta kepala daerah di delapan kabupaten dan kota nanti. Dia bilang, perbedaan pilihan adalah hal biasa.(fauzie)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *