HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Idrus Marham:KPK Tidak Munkin Ambil Langkah Yang Tak Sesuai Prosedur

Sorot bola mata.-Mantan Menteri Sosial Idrus Marham resmi ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 pada Jumat (31/8). Idrus ditahan setelah menyandang status tersangka selama 10 hari atau tepatnya pada Selasa (21/8) lalu. 
Sebelum memasuki mobil tahanan, Idrus mengatakan dirinya menerima proses penahanan tersebut. Ia pun tidak masalah dengan penahanan itu karena merupakan konsekuensi sebagai seorang tersangka. 
"Saya menghormati seluruh proses hukum yang dilakukan oleh KPK dan saya dari awal menyatakan siap mengikuti seluruh proses-proses dan tahapan yang ada. Saya tahu bahwa setelah saksi, tersangka, pasti ada penahanan," ujar Idrus di Gedung KPK Jakarta, Jumat (31/8).
Idrus menambahkan, dirinya yakin penyidik KPK dalam melakukan penahanan berdasarkan bukti-bukti kuat dan sesuai prosedur. 
"KPK tidak mungkin mengambil langkah yang tidak sesuai prosedur dan persyaratan yang ada. KPK punya logika hukum, jadi jangan melihat dalam logika kita sendiri," ucapnya. 
Dengan penahanan tersebut, Idrus menyusul dua tersangka lain yakni politikus Golkar Eni Maulani Saragih dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo yang telah ditahan pada 14 Juli lalu. 
Dalam kasus ini, Eni selaku Wakil Ketua Komisi VII diduga menerima suap Rp 4,8 miliar dari Johannes, namun ia baru mengakui menerima Rp 2 miliar. 
KPK menduga uang itu merupakan suap terkait pembangunan PLTU Riau-1. KPK menduga Eni memengaruhi manajemen PLN agar Blackgold ikut dalam proyek PLTU Riau-1.
Mantan Menteri Sosial RI, Idrus Marham resmi ditahan KPK, Jumat (31/8/2018).
Meski sebagai anggota DPR tak punya kewenangan dalam proses pengadaan pembangkit listrik di PLN, Eni diduga memiliki pengaruh. Sementara Idrus diduga dijanjikan USD 1,5 juta dari Johannes apabila Blakcgold menerima kontrak jual beli listrik/PPA dari PLN. 
Blackgold melalui anak usahanya, PT Samantaka Batubara, merupakan anggota konsorsium dari proyek yang dipimpin PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB). Selain BlackGold, konsorsium itu juga terdiri atas PT PLN Batu Bara dan perusahaan asal Tiongkok, China Huadian Engineering Co. Ltd.
PLTU Riau-1 rencananya akan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada 2024 dengan kapasitas sebesar 600 MW. PLTU ini akan dibangun di Kecamatan Penarap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. 
Nilai investasi proyek PLTU Riau 1 mencapai USD 900 juta atau Rp 12,87 triliun. Akibat kasus ini, proyek tersebut ditunda.(srt/red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *