HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Kisah Imam, Anak Tukang Kebun Yang Masuk Paskibraka Di Istana Negara

Sorot bola mata.-Rumah Muhammad Ihlassul Imam, pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, akan bertugas di Istana Negara untuk ulang tahun ke-73 Republik Indonesia.

Imam adalah satu dari 68 pasukan pengibar bendera (Paskibraka) dari seluruh Indonesia yang terpilih setelah melalui serangkaian 

seleksi ketat di tingkat sekolah, daerah, hingga nasional. “Saya itu tak pernah menyangka dia bisa terpilih, waktu dia kasih tahu saya, air mata ini terus bercucuran, tidak berhenti. Saya sembunyi untuk menangis, karena saya bangga sekali padanya,” kata Mustamin (45), ayah Muhammad Ihsanul Imam atau Imam kepada awak media. Kamis(16/8/2018).

Di rumah sederhana di Desa Labuhan Haji, Lombok Timur, Imam dan keluarganya menetap. Ayahnya, Mustamin mengaku sangat bangga akan keberhasilan putra keduanya itu. Baginya, kehidupan sederhana mereka lah yang telah menggembleng Imam menjadi anak yang kuat dan memiliki keinginan tinggi untuk meraih apa yang diinginkannya. Salah satunya adalah masuk ke tim pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) di Istana Negara.

Meskipun hanya bekerja menjadi tukang kebun di SMPN 2 
Labuhan Haji, Mustamin tak pernah putus asa memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk Imam.

Pasca-gempa bermagnitudo 7 yang mengguncang Lombok, aktivitasnya tidak sepenuhnya di sekolah. Mustamin lebih banyak mengahbiskan waktu memelihara beberapa ternaknya, termasuk 5 ekor kambing milik Imam yang diperolehnya dari berbagai kejuaraan yang diikuti.

“Rumah kami memang tidak terdampak gempa, tetapi sekolah masih belum penuh masuk. Guru-guru masih khawatir kalau ada gempa susulan. Ya, gini saya juga mengurus kambing Imam, dia beli waktu juara silat,” katanya.

Mustamin mengatakan awalnya dia tak percaya Imam bisa terpilih mewakili NTB menuju Istana Negara ikut mengibarkan bendera pusaka yang bersejarah itu.

Mustamin mengaku demi mendukung sang putra tercinta masuk Paskibraka, dia membuatkan restok bambu untuk Imam berlatih. Mustamin bahkan membuat duarestok untuk Imam dan anak ketiganya, Muhammad Muzahiddun Islam yang ingin seperti sang kakak.
Inilah rumah sederhana Muhammad Ihlassul Imam, anggota paskibraka asal Lombok Timur mewakili NTB mengibarkan bendera pusaka di Istana Negara pada 17 Agustus nanti.
Kata Mustamin, Imam lah yang minta dibuatkan restok awal masuk SMA dan ikuti ekstrakulikuler paskibra di sekolah.(red) 

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *