HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Polres sergai Berhasil Tangkap Pelaku Pemerkosaan Anak Kandung Sendiri

Sorot bola mata.-Ayah kandung ini sungguh bejat. Ia masuk ke kamar putri sulungnya yang masih berusia 16 tahun, Melati-nama samaran. Dengan paksa ia menciumi dan meremas payudara putrinya, lalu memperkosanya berkali-kali.
Inilah perbuatan terkutuk, EJP (47), warga Desa Batu 13, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut). Ia menjadikan putri kandungnya sebagai budak seks sejak kelas II SMP hingga Kelas I SMA, selama 3 tahun.
Akibat perbuatannya, EJP dilaporkan istrinya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres sergai-Polda Sumut. EJP pun ditangkap tanpa perlawanan. Bersama barang bukti, ayah bejat itu ditunjukkan kepada wartawan dalam konferensi pers (konpers) di Mapolres Sergai, Jumat (7/9/2018).
Di hadapan wartawan, EJP mengakui perbuatannya. Dia mengaku tak bisa menahan nafsunya saat melihat tubuh putri kandungnya yang sedang tumbuh. Ia melakukan perbuatan terlarang itu saat istri dan tiga anaknya yang lain sedang tertidur di kamar lain.
EJP mengatakan, awalnya putrinya melawan. Namun setelah diancam agar tak menceritakannya kejadian tersebut, EJP pun berhasil merenggut kesucian putrinya. Ketagihan, ia berkali-kali mengulangi perbuatan itu hingga 3 tahun.
“Tadinya cuma kuciumi dan kuremas payudaranya. Awalnya melawan, lalu kuancam, setelah itu dia cuma diam dan pasrah. Dia juga kuancam agar tak bercerita kepada ibunya,” ujar EJP sambil tertunduk.
Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu mengatakan EJP yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, terancam 15 tahun penjara.
“Tersangka dijerat Pasal 81 ayat 1,2,3 jo Pasal 76D subsider Pasal 82 ayat 1,2 jo Pasal dan 6E dari UU RI Nomor 17 tahun 2016 dan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak,” terangnya.(red) 

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *