HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Berhasil Ungkap Pembunuhan Sekeluarga, Kapolda  Sumut Berikan Penghargaan Kepada Personel Jatanras Ditreskrimum

By On Oktober 29, 2018

Sorot bola mata.-Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Agus Andrianto mengapresiasi kinerja personel Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) karena berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana sekeluarga di Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.
Penghargaan itu diberikan kepada 59 personel, termasuk 38 di antaranya anggota Polres Deliserdang sesuai Skep Kapolda Sumut Nomor: Kep/1.381/X/2018 yang diberikan dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2018 di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut.
“Pemberian penghargaan ini sebagai bentuk prestasi dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian, khususnya dalam penangkapan kasus-kasus menonjol yang belakangan terjadi di Sumut,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Agus Andrianto, SH pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 itu.
Dalam amanatnya, Agus berpesan kepada para penerima piagam penghargaan tersebut jangan berpuas diri, namun lebih meningkatkan kinerja, melayani masyarakat agar Polri semakin dicintai rakyat.”Prestasi ini harus lebih ditingkatkan, terus memberikan dedikasi yang tinggi untuk melayani masyarakat,” tegas jenderal bintang dua tersebut.
Sementara itu, Kasubdit III/Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak dan Kanit 2/Bunuh Culik (Buncil) Kompol Hendra Eko, SIK serta Kanit 5/Vice Control (VC) Kompol Daniel Marunduri, SIK sebagai penerima penghargaan dari Kapolda Sumut mengucapkan terima kasih atas perhatian pimpinan.
Ketiga perwira menengah (pamen) itu bertekad terus meningkatkan dedikasi kepada institusi Polri, yang sudah dicita-citakan sejak kecil. Penghargaan yang diperoleh menjadi cambuk untuk tetap menjadi Bhayangkara sejati.
“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolda atas reward yang diberikan kepada kami. Kami menjadikan ini sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja dan tetap solid untuk melayani masyarakat,” ucap Maringan.
Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan sekeluarga di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang pada Selasa (9/10) berhasil diungkap Poldasu bersama Polres Deliserdang dalam 11 hari. Empat tersangka berhasil ditangkap hingga Minggu (20/10). Otak pelaku pembunuhan berencana itu, AG ditembak mati, R (eksekutor), Dn (turut serta) dan Y (penyimpan) senjata kini mendekam dalam sel.
Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana terhadap Muhajir dan istrinya, Suniati serta anaknya, Solihin dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.(shaf/aan)

Kapolres Pelabuhan Belawan Silaturahmi Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat,Dan Tokoh Pemuda Ormas FPI

By On Oktober 29, 2018

Sorot bola mata.-pada senin 29 Oktober 2018 mulai pukul 10.00 Wib,polres pelabuhan Belawan Kegiatan Silaturahmi dengan unsur Pemerintahan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan tokoh pemuda dan Ormas FPI dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan sekaligus mendukung Pemilu 2019 yang aman dan damai.

Kapolres Pelabuhan Belawan Mengucapkan terimakasih atas kehadiran pengurus FPI  Medan Utara menghimbau kepada seluruh pengurus FPI Medan Utara untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dan memelihara keharmonisan wilayah Medan utara dan tidak mudah terpancing isu yag beredar.

Sambutan dari wakapolres pelabuhan Belawan.

Memohon agar dapat memberikan setiap informasi terkait kamtibmas diwilayah Medan Utara Sambutan dari Wakapolres Pelabuhan Belawan Mengucapkan terimakasih atas kehadiran pengurus FPI Medan Utara Memuji situasi kamtibmas yang tetap kondusif diwilayah Medan Utara pasca insiden pembakaran Ormas yag telah dilarang pemerintah.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, SH, tiba di Polres Pelabuhan Belawan pukul 11.00 wib, bersama rombongan untuk mengikuti giat Silaturahmi
Turut serta dalam Rombonga Kapolda Sumut Kabid Humas Polda Sumut Kakoor Spripim.
Sambutan Kapolda Sumut.

Kapolda Sumut memperkenalkan diri sebagai pejabat baru Kapolda Sumut dan menceritakan mulai dari awal bertugas di Kepolisian, Mengajak dan menghimbau kepada seluruh peserta untuk bersama – sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Menghimbau agar tidak mudah terpancing atas setiap isu ataupun kejadian yang terjadi, karena lebih baik perduli dengan lingkungan yang terdekat terlebih dahulu berjanji akan menata Sumatera Utara lebih baik,  terutama dari bidang kemacetan lalu lintas dan aksi premanisme.

Dalam kegiatan silaturahmi tersebut juga dilaksanakan pembacaan deklarasi mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk Kegiatan Silaturahmi tersebut selesai pada pukul 12.00 wib dalam keadaan aman dan baik.(sahar/aan)

Viral Sri Mulyani Pakai Topi Kalimat Tauhid Bersama Korban Gempa

By On Oktober 26, 2018

Sorot bola mata.-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati belum lama ini mengunjungi para korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.
Dalam kunjungannya, Sri Mulyani menyambangi beberapa daerah yang terdampak gempa dan tsunami sembari berinteraksi dengan warga sekitar.
Namun, dalam kunjungannya ke Palu, beredar foto yang memperlihatkan Sri Mulyani tengah memakai topi bertuliskan kalimat tauhid berwarna hitam sambil berswa foto dengan warga.
Untuk diketahui, lambang yang terdapat di topi yang dikenakan Sri Mulyani serupa dengan lambang bendera yang dibakar di Garut Jawa Barat dan tengah menjadi perbincangan berbagai kalangan.
Terkait hal tersebut, Suara.com mencoba mengonfirmasi kebenaran foto tersebut. Berikut ini pernyataan dari Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Kementerian Keuangan RI, Nufransa Wira Sakti.
"Foto tersebut diambil ketika Menteri Keuangan RI meninjau lokasi penampungan korban gempa di Desa Vatutela, Mantikulore.
Di posko ini, Menkeu menyerahkan bantuan dari pegawai Kemenkeu dan Dharma Wanita senilai Rp2,5 miliar.
Dana bantuan tersebut diberikan melalui Relawan LazisQu untuk dialokasikan menjadi sumur bor, air bersih, tempat ibadah seperti masjid, gereja dan pura, sekolah, dan MCK agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pengungsi.
Selain itu, Menkeu juga menyerahkan bantuan dari enam BUMN dibawah Kemenkeu dengan dana senilai Rp591 juta yaitu dari SMI, PII, SMF, Geodipa, LPEI dan IIF melalui Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT).
Rencananya bantuan ini akan dimanfaatkan antara lain untuk pelayanan dapur umum, kesehatan, amenities, personal hygiene, selimut, dan lainnya.
*Setelah selesai berdialog dengan warga, beberapa ibu dan remaja putri mengajak Menkeu untuk foto selfie.
*Salah satu remaja putri memberikan dan meminta untuk memakai topi tersebut kepada Menteri Keuangan dan mengajak foto bersama.
Menteri Keuangan secara spontan menerima ajakan tersebut sebagai bagian keramahtamahan beliau sebagai public figure.
Tidak ada maksud dan niat apa pun dalam pemakaian topi tersebut selain menyambut baik ajakan foto bersama. Selesai dialog dan foto bersama, Menkeu melakukan door stop dengan media yang hadir.
Menteri Keuangan sangat menyesalkan apabila ada pihak yang memanfaatkan dan menyalahgunakan interaksi sosial dan ramah tamah dengan masyarakat tersebut untuk tujuan lain".(sc/red)

Prabowo Ingin Jemput Habib Rizieq, Gerindra:Sebagai Bentuk Hormat Kepada Ulama

By On Oktober 24, 2018

JAKARTA,sorot bola mata.-Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, menilai ungkapan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang akan menjemput Habib Rizieq Shihab dari Makkah, Arab Saudi, sebagai bentuk perwujudan kepedulian sesama warga negara.
"Itu kanhal yang wajar yah. Karena kita sesama warga negara tentu harus memperhatikan juga kewarganegaraan kita. Habib Rizieq ini kan pengen pulang, tapi enggakbisa pulang," katanya kepada Okezone, Rabu (24/10/2018).
Keinginan mantan Danjen Kaposus untuk membawa pulang Habib Rizieq ke Tanah Air merupakan bentuk rasa hormat terhadap salah satu ulama besar di Indonesia tersebut.
"Prabowo sebagai warga negara Indonesia (WNI), menghormati kalau Habib Rizieq ini sebagai ulama besar. Jadi, Pak Prabowo ingin ajak dia pulang," ucapnya.

Prabowo Hadiri Rakernas DPP LDII di Ponpes Minhajurasidin

Menurut Andre, ini bukan kali pertama Prabowo ingin menjemput WNI yang berada di luar negeri. Ia mencontohkan saat Prabowo membawa pulang TKI asal NTT, Wilfrida Soik, yang terancam hukuman mati di Malaysia pada 2015.
"Ini bukan pertama kali Prabowo kerjakan ini. Wilfrida TKI Indonesia asal NTT, itu di Malaysia mau dihukum mati. Pak Prabowo sewa pengacara dan akhirnya Wilfrida bisa lepas dan bebas. Itu menunjukkan Prabowo selalu peduli anak bangsa,” katanya.
“Prabowo siap badan apalagi Habib Rizieq ulama yang dihormati," tegasnya.
Namun Andre mengaku pihaknya belum bisa memastikan kapan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu akan dijemput oleh Prabowo.
"Teknisnya saya belum tahu. Namun ini bukan pertama kali yang Prabowo kerjakan (untuk menjemput WNI di suatu negara-red)," tutupnya.(red) 

Polrestabes Medan Grebek Gudang Pengoplos Gas Subsidi

By On Oktober 22, 2018

Sorot bola mata.-Gudang pengoplos gas di jalan Kompos gang Pribadi Medan, di gerebek Satuan Reskrim Polrestabes Medan. Berbagai jenis tabung gas berhasil di sita petugas sebagai barang bukti. Penggerbekan gudang pengoplos gas milik IF berawal dari laporan warga yang resah dengan kelangkaan tabung gas 3 kg di pasaran.
”Berawal dari laporan masyarakat yang mulai resah dengan kelangkaan tabung gas isi 3 kg,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira, dalam keterangan resminya kepada wartawan, Senin (22/10).
Dari laporan warga,petugas akhirnya melakukan penyelidikan dan menemukan adanya rumah yang dijadikan gudang pengoplos gas dari isi 3 kg ke tabung gas isi 12 kg.
”Kita curigai adanya rumah yang di jadikan lokasi gudang pengoplos gas,” tambahnya.
Dari penggerbekan tersebut, petugas berhasil menyita puluhan tabung gas dari berbagai ukuran serta peralatan pengoplos gas.
”Ada puluhan tabung gas dan alat pengoplos gas disita dari tkp,” jelas Putu.
Dalam aksinya, para pelaku memindahkan isi tabung gas 3 kg ke tabung gas berisi 12 kg. Kemudian dijual kembali.
”Pelaku pengoplos gas ini memindah gas 3 kg ke tabung 12 kg,” ungkapnya.
Tabung gas isi 3 kg subsidi dibeli para pengoplos dari agen gas yang ada di sekitarnya.(shaf/aan)

Ditpolair Polda Sumut Tinjau Warga Korban Bencana Banjir Madina

By On Oktober 21, 2018

Sorot bola mata.-Direktorat Kepolisian Air (Dirpolair) Polda Sumut meninjau wilayah banjir dan longsor di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
‘Kunjungan ini untuk meninjau langsung kondisi wilayah dan warga korban banjir, sekaligus mempetakan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk keperluan masyarakat,” kata Ditpolair Kombes Yosi, disela meninjau Pos Penanggulangan bencana di Kecamatan Natal.
Rombongan Ditpolair Kombes Yosi disambut Camat Natal Riplan, Kapolsek Natal AKP. JR Purba, PMI Kecamatan Natal Hendra Barani Hutasuhut dan Kasat Polair Polres Madina, Iptu M.Iqbal Hasibuan.
Disela dialog ini, Camat Natal Riplan mengucapkan terimakasih atas bantuan Dirpolair Poldasu, sekaligus menyampaikan permohonan bantuan alat evakuasi, beruapa perahu karet.
“Segera kita berikan jka memang untuk kepentingan masyarakat banyak. Secepatnya kita serahkan,” pungkas Kombes Yosi dihadapan masyarakat korban bencana. Dalam kesempatan itu juga, Kombes Yosi bersama tim meninjau gedung Polair Polres Madina.(shaf) 

Buat Kapolri Dan Kapolda,Terdakwa T. Laksamana Roza Diperiksa Dengan Distrom Agar Mangaku

By On Oktober 21, 2018

Medan, sorot bola mata.-Pengakuan terdakwa T. Laksamana Roza (38)Warga medan, menurutnya dia tidak tahu kasus yang menimpa dirinya. Selain dipaksa harus mengaku milik narkotika jenis pil Ekstasi 600 butir. Sementara dia sama sekali ketika dihubungi petugas yang mengaku BNNK Langkat dan Tim Opsal Narkoba Polres Langkat melalui musliadi supaya bertemu dikawasan tomang elek medan.

Ketika terdakwa roza datang ke tempat yang dijanjikan langsung dipiting petugas agar mengaku ada memiliki Narkoba pil ekstasi. Tapi Roza tidak mengaku lalu petugas kehilangan akal langsung menyetrom agar berterus terang mengaku. Sementara barang bukti narkoba jenis pil ekstasi tidak ditemui pada dirinya, namun petugas terus menyetromnya.

Petugas BNNK Langkat dan polres langkat sudah menangkap seorang pria roni J Tampubolon dalam perjalanan dari Aceh,persis jalan lintas sumatera Desa kwala begumit stabat, Kab. Langkat saat dilakukan razia dihadang mobil bus putra pelangi No. Pol-BL 7302 AK dan satu persatu para penumpang diperiksa barang bawaan.

Ternyata dibangku No. 32 Roni J Tampubolon dibawa ditemukan bungkusan plastik hitam asoy berisikan narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 600 butir.

Pengakuan roni barang haram itu miliknya dipereleh dari Faisal warga Aceh dan kini masih buronan petugas alias daftar pencarian orang (DPO), hasil keterangan terdakwa Roni J Tapubolon, Rabu 25 April 2018,sekitar penangkapan pukul 05.00 Wib.

Pengakuan terdakwa roni,narkoba pil ekstasi tersebut dia memperoleh uang upah sebesar RP 1,5 juta.

Pil ekstasi diantar pada terdakwa musliadi.  Kemudian musliadi dipaksa petugas agar melibatkan T. Laksamana roza yang kebetulan kepala perparkiran di mayestik petisah medan.

"Begitu peran dari skenario lima oknum aparat pengausa yang menjunjung tinggi hukum itu, yakni Hamdani, Th simanjuntak, H. Edi Yanto, julhesbon sinaga dan darsono, "yang lihay mengalihkan persoalan itu kepada Roza.

Tidak profesional.

Dalam pengungkapan hasil penyidikan petugas BNNK langkat dan Opsal narkoba polres langkat 'tidak profesional'.

Melakukan pemeriksaan dan penyidikan harus menggunakan menyentron terdakwa, apalagi alat stron yang digunakan berdaya Voltace tinggi.

Anehnya,alat tersebut bisa membawa fatal kematian karena jantung tak tahan,tukas salah seorang pakar hukum di medan. Tuduhan yang ditujukan kepada terdakwa T. Laksamana Roza tidak memenuhi persyaratan hukum, karena barang bukti narkoba tidak ditemukan.

Petugas hanya berlandaskan pengakuan terdakwa yang distrom saja.  Hal ini sudah cacat hukum.

Sementara pengakuan petugas BNNK langkat darsono, mintak tidak ada bukti, namun dalam kasus narkoba baru niat saja sudah bisa terjerat hukum.  Memang diakuinya, terdakwa bisa dikenakan hukuman percobaan.

Aneh bin ajaib. Persidangan di PN langkat,aneh bin ajaib, menurut pengakuan terdakwa untuk memutuskan perkara para terdakwa dilakukan Hakim tunggal dan jaksa tunggal Renhard Harve, SH MH.

Bagaimana itu bisa terjadi diserahkan saja kepada kejagung dan kapolri di jakarta dan kapolda sumut di medan. (fauzie-shafwan-ahmad zulkifli)

Polres Sergai Sosialisasikan Tertib Lalu Lintas

By On Oktober 20, 2018

Sorot bola mata.-Satlantas Polres Serdangbedagai, Sumatera Utara melaksanakan sosialisasi tertib lalu lintas di Dusun B, Desa Tanah Merah, Kecamatan Perbaungan, Sergai, Jumat (19/10/2018).
Kasatlantas Sergai AKP Haris Sihite dalam sosialisasi itu mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas guna mengurangi resiko kecelakaan di jalan raya.
“Tindakan yang melanggar rambu-rambu lalu lintas bisa membahayakan pengendara dan pengguna jalan lainnya,” kata AKP Haris Sihite.
AKP Haris Sihite juga mengimbau masyarakat untuk membawa surat-surat kendaraan bermotor dan menggunakan heln saat mengemudi di jalan raya.
“Juga tidak memotong dan berhenti di tikungan jalan karena bisa membahayakan,” katanya.
Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan juga tentang mekanisme pengurusan dan penerbitan Surat Tanda Naik Kendaraan (STNK), persyaratan perpanjangan STNK, alur pengesahan STNK roda 2 dan roda 4, penerbitan BPKB dan duplikat dan sebagainya.
Hadir pada sosialisasi itu Kepala Desa Tanah Merah Ruslan, para perangkat desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama.(shaf/aan)

Kapolda Sumut Jamu Seribuan Jamaah Pengajian Di Rumah Dinas

By On Oktober 20, 2018

Sorot bola mata.-Seribuan Jamaah dari Mandailing Natal, Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan berkunjung ke rumah dinas Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto SH di jalan Sudirman, Medan Baru, Sabtu (20/10/2018) Medan. Para jamaah datang dengan menggunakan 12 bus dari daerah masing masing. Setibanya di rumah dinas, orang nomor satu di Polda Sumut langsung menyambut jamaah. “Selamat datang ibu, bapak, tuan guru dan orangtua saya semuanya. Ini rumah rakyat (rumah dinas Kapolda), saya hanya diijinkan sebentar saja menempatinya, pada masa jabatan,” kata Agus.
Ia mengucapkan terimakasih karena 1245 jamaah pengajian mau datang ke rumahnya. Anggap saja rumah sendiri, karena rumah ini dibangun dengan uang rakyat. Agus langsung mempersilahkan jamaah untuk makan dan minum sebelum melanjutkan perjalanan ke Besilam, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara untuk bersilaturahmi dengan tuan guru atau syekh Besilam.
“Saya berdoa, agar bapak dan ibu selamat sampai tujuan,” kata jenderal bintang dua tersebut. Usai mencicipi makan yang sudah disediakan, dan bersilaturahmi dengan Kapolda Sumut, rombongan jamaah pengajian Surya Al-Hidayah melanjutkan perjalanan.
Jamaah pengajian pun mendoakan Irjen Agus Andrianto menjadi Bapak bangsa pemersatu umat dan usai menjalankan tugas sebagai Kapolda Sumut, agar nantinya pak Agus diangkat menjadi Kapolri.  “Terimakasih pak, kami tak pernah melihat pimpinan Polri seperti bapak yang dekat dengan masyarakat,” kata Syakban Nasution, salah satu perwakilan jamaah.
Ia dan jamaah juga mengucapkan terimakasih atas bantuan personil dan sembako Kapolda Sumut beserta jajaran kepada warga yang menjadi korban bencana banjir bandang di Mandailing Natal beberapa waktu lalu. Sementara itu, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto SH mengatakan terimakasih kepada seribuan jamaah karena berkenan untuk berkunjung ke rumah dinasnya.
“Ibu, bapak, tuan guru, orangtua saya, anggap rumah sendiri, ini rumah rakyat. Silahkan dicicipi hidangannya,” katanya. Agus juga mengajak seribuan jamaah untuk mendoakan bangsa dan negara ini mampu melewati cobaan dan ujian, agar NKRI tetap utuh dan dipimpin oleh orang orang yang baik.  Salah satu menjaga NKRI, kata Agus dalam sambutannya yaitu jamaah jangan mau diadu domba dan dipecah belah, apalagi menyebarkan fitnah.  “Saya berharap agar bapak, ibu dan orangtua saya selalu menjadi pemersatu umat ditengah masyarakat. Jangan mau dipecah belah, ya Bu,” ucap Agus. Betul pak, betul,” teriak jamaah.
Agus juga menyatakan cukup mendoakan dirinya dan keluarga sehat selalu dan tetap menjadi Agus yang dekat dengan masyarakat. “Saya ini hanya ingin menjadi diri sendiri dan tetap menjadi orang yang baik,” pintanya. Usai bersilaturahmi dengan Kapolda, 1245 jamaah pengajian Surya Al-Hidayah dari beberapa kabupaten yaitu Mandailing Natal, Padangsidimpuan, dan Tapanuli Selatan berangkat menuju Besilam, Kabupaten Langkat, untuk bertemu dengan tuan guru.(aan) 

Kabur Dari Sel, Tersangka Pencurian Ditembak Polisi

By On Oktober 18, 2018

Sorot bola mata.-Penghuni sel tahanan diketahui berinisial BH ,27, warga jaan Patimura Lingkungan IX kelurahan Pantai Burung Kecamatan Tanjung Balai, dalam kasus  pencurian dengan pemberatan yang dilakukan pada Sabtu (13/10/2018) sekira pukul 04.30 wib dengan korban Nazaruddin Marpaung warga dusun IV desa Sei dua hulu Kecamatan Simpang Empat dengan barang bukti  1  unit Sepeda Motor merk Kawasaki jenis Ninja warna merah Maron BK 2880 P, coba kabur dari dalam tahanan, Selasa (16/10/2018) sekira pukul 21.40 Wib.
Namun, niat penghuni tahanan ini, tidak berjalan mulus, belum sampai 24 jam tersangka dimaksud dapat ditangkap kembali oleh tim Jatanras Satreskrim Polres Asahan dan Reskrim Polsek Simpang Empat dan dengan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.
Kasat Reskrim Polres Asahan AKP.Ricky Pripurna Atmaja,SIK yang didampingi Kanit jatanras Ipda M.khomaini,STK depan ruang IGD RSUD HAMS Kisaran mengatakan tersangka merupakan tahanan Polsek Simpang Empat dalam kasus pencurian dengan pemberatan yang sempat kabur dari tahanan pada Selasa (16/10/2018) sekira pukul 21.40 Wib , ujarnya.
Lanjut Ricky, tersangka kabur dari tahanan Polsek Simpang Empat dengan cara mencuri  anak kunci gembok yang kerab digunakan untuk mengunci pintu sel tahanaMapolsek Simpang Empat, dan tersangka juga sempat memasuki ruang serse yang berada di samping sel tahanan tersebut, dan langsung kabur ke arah tanjung balai.
Tim Jatanras Polres Asahan yang mendapat kabar kaburnya tersangka tersebut, team langsung melakukan pengejaran , dan tim menemukan keberadaan tersangka saat berada di beting Semelur Tanjung Balai.
Dalam penangkapan tersebut , tersangka mencoba melakukan perlawanan dan berupaya kabur dari sergapan tim Jatanras dan opsnal Reskrim Polsek Simpang Empat, dan untuk mecegah kaburnya tersangka tersebut kami melakukan tindakan tegas dan terukur yang diarahkan pada kedua kaki tersangka.
Ketika ditanya Wartawan,  terkait kaburnya tersangka dari sel tahanan Mapolsek Simpang Empat apakah merupakan keteledoran dan kelalaian atau memang ada unsur kesengajaan petugas yang piket dan jaga saat itu, AKP.Ricky Pripurna Atmaja,SIK dengan diplomatis hanya menjawab ” Itu bukan kewenangan Kasat Reskrim dalam menjawab pertanyaan tersebut”, akunya.(aan) 

Poldasu Ringkus 30 Pelaku Praktik Judi Bola Online

By On Oktober 15, 2018

Sorot bola mata.-Ditkrimum Polda Sumut berhasil membongkar berbagai praktik judi beromzet ratusan juta rupiah dari sejumlah lokasi di Sumut.
Dirkrimsus Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan dalam penggerebekan tersebut, pihaknya berhasil menangkap sebanyak 30 orang.
“Pengungkapan ini selama dua pekan dari berbagai daerah. Diantaranya judi toto gelap, judi bola online, judi tembak ikan dan judi dadu guncang,”kata Andi Rian didampingi Kasubdit Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak dan Kanit VC Kompol Daniel Marunduri saat memberikan keterangan Pers kepada wartawan di Mapolda Sumut, Senin (15/10/2018).
Dikatakannya, untuk judi toto gelap, pihaknya mengamankan sebanyak 12 orang. Praktik perjudian ini diungkap dari wilayah Pematangsiantar, Batubara, Deliserdang, Samosir, dan Simalungun.
“Omzetnya berkisar Rp 200 juta perbulan. Dari penangkapan ini, kita memperoleh 7 laporan polisi,”ujarnya.
Kemudian, sambung Andi Rian, untuk judi bola online dengan dua laporan polisi diamankan 4 orang tersangka yang berlokasi di Kota Medan dengan omzet per bulannya sekitar Rp 112 juta hingga Rp 145 juta.
Selanjutnya judi tembak ikan dengan dua laporan polisi dan 12 tersangka yang diungkap dari Tebingtinggi dan Sergai dengan omset Rp 100 juta per bulan. Terakhir judi dadu guncang polisi mengamankan 2 tersangka di daerah Sunggal, Medan.
Saat ini, sambungnya di beberapa media banyak beredar pemberitaan tentang maraknya perjudian di wilayah Sumut.
Karena itu, kata Andi Rian, sesuai arahan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, dirinya mengaku jika pihaknya akan terus berupaya melakukan penindakan.
“Pengungkapan kasus tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Polda Sumut dan jajaran terhadap pemberantasan segala bentuk perjudian di wilayah Polda Sumut dan program 100 hari Kapolda dalam menghilangkan perjudian,”katanya.
Dalam penangkapan tersebut, Andi Rian juga menyatakan, jika polisi ada mengamankan 3 orang perempuan yang menjadi tersangka dalam judi tembak ikan/gambar.
Di mana ketiganya merupakan kasir yang bertugas menukar hadiah dari pemain judi yang menang.
“Hadiahnya dari judi tembak ikan itu bermacam-macam, salah satunya rokok. Hadiah Inilah yang lalu diuangkan dengan ditukar di kasir,”katanya.(aan) 

OTT Kpk Di Bekasi Terkait Proyek Meikarta

By On Oktober 15, 2018

Sorot bola mata.-Operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi terkait proyek Meikarta. Ada 10 orang yang diamankan dalam OTT KPK.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan membenarkan OTT terkait proyek Meikarta. "Ya," ujar Basaria kepada awak media, Senin (15/10/2018).

Menurut KPK, ada dugaan pemberian uang terkait perizinan proyek itu. Namun KPK belum menjelaskan detail pihak yang diduga menerima atau memberikan uang tersebut.


"Ada dugaan keterkaitan uang yang diterima dengan perizinan properti yang cukup besar di Bekasi," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dimintai konfirmasi secara terpisah.

OTT KPK di Kabupaten Bekasi dilakukan pada Minggu (14/10) kemarin. Ada uang sekitar Rp 1 miliar dalam pecahan rupiah dan SGD yang diamankan saat OTT.

Hingga saat ini, awak media masih berupaya mengkonfirmasi pihak pengembang Meikarta terkait OTT KPK.(red) 

Jaksa Agung Lantik Tujuh Kajati

By On Oktober 14, 2018

Sorot bola mata.-Jaksa Agung Muhammad Prasetyo melantik beberapa Kepala Kejaksaan Tinggi di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Gedung Sasana Baharudin Lopa, Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).
Beberapa Kepala Kejaksaan Tinggi yang baru dilantik adalah sebagai berikut:

1. Fachruddin
Jabatan lama sebagai Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (JAMPidum) Kejaksaan Agung. Jabatan baru sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan.

2. Muhammad Rum
Jabatan lama sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Jaksa Agung Muda bidang Intelijen (JAMIntel) Kejaksaan Agung. Jabatan baru di kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah di Palu.

3. Mudim Aristo
Jabatan lama sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Jabatan baru sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara di Kendari.

4. Happy Hadiastuty
Jabatan lama sebagai Direktur Ekonomi dan Keuangan pada JAMIntel Kejaksaan Agung. Jabatan baru sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Banten di Serang.

5. Irdam
Jabatan lama sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat di Padang. Jabatan baru di Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh di Banda Aceh.

6. Baginda Polin Lumban Gaol
Jabatan lama sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Jebatan baru sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.
7. Amandra Syah Arwan
Jabatan lama sebagai Wakajati Jawa Tengah. Jabatan baru sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

Selain itu, Syafrudin dilantik Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum; Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Bambang Sugeng Rukmono;

Direktur Tindak Pidana lainnya terhadap orang dan harta benda pada Jampidum, Sampe Tuah.
Adapun, Mukri dilantik Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Jamintel;

Kepala Biro Perlengkapan pada Jambin, Didik Istiyanta;Direktur Ekonomi dan Keuangan pada Jamintel Chaerul Amir; Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan pada Jambin, Amran; serta Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan pada Badan Diklat, Sulijati.

“Semoga Tuhan yang Mahakuasa memberkati saudara mengemban tugas untuk kepentingan bangsa dan negara republik Indonesia,” ujar Prasetyo.

Seluruh pejabat yang dilantik diambil sumpahnya untuk menyanggupi tidak memberi sesuatu kepada siapapun juga, baik langsung maupun tidak langsung.

Selain itu, mereka juga diambil sumpahnya untuk setia dan taat kepada negara Republik Indonesia, serta memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan.

"Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau suatu pemberian apapun, dari siapapun juga yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa ia mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin berbenturan dengan jabatan atau pekerjaan saya," kata Prasetyo, diikuti seluruh pejabat yang dilantik.

Dalam sambutannya, Prasetyo menuturkan pentingnya pembangunan kapasitas, integritas, dan kapabilitas aparat penegak hukum.
“Peraturan perundang-undangan disusun dan dirumuskan tidak ada artinya bila tidak didukung dan dilaksanakannya oleh penegak hukum yang kapabel, profesional, dan jujur,” tutur Prasetyo.(red) 

Pekan Depan, KPK Periksa Bupati Malang Terkait Kasus Suap

By On Oktober 14, 2018

Sorot bola mata.-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Bupati Malang, Rendra Kresna sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi, pada minggu depan. KPK berharap Rendra akan kooperatif memenuhi panggilan penyidik.
"Benar, pekan depan RK diperiksa sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (13/10).
Sementara itu, Febri mengatakan penyidik belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua pihak swasta bernama Ali Murtopo dan Eryk Armando. Keduanya juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Malang Rendra Kresna sebagai tersangka dugaan suap dan penerimaan gratifikasi. Untuk suap, KPK menjerat Rendra beserta pihak swasta bernama Ali Murtopo.
Rendra diduga menerima suap dari Ali Murtopo sebesar Rp 3,45 miliar terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang.
Uang yang diterima Rendra dari Ali itu diduga akan digunakan untuk pembayaran utang dana kampanye yang dikeluarkan untuk pemenangan Rendra saat maju menjadi Bupati Malang periode 2010-2015.
Sementara dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi, Rendra dijerat bersama dengan pihak swasta bernama Eryk Armando Talla. Keduanya diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 3,55 miliar terkait beberapa proyek di Pemkab Malang.(mc/cnn/lis)

Pentolan Alumni 212 Ancam Polisikan Amien Rais Jika Tidak Minta Maaf Kepada Tito Karnavian

By On Oktober 14, 2018

Sorot bola mata.-Mantan kuasa hukum Rizieq Shihab dan pentolan 212 Kapitra Ampera meminta Amien Raisminta maaf kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Menurut Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional itu harus minta maaf karena telah meminta Presiden Jokowi mencopot Tito.
"Saya minta Amien Rais klarifikasi itu dan minta maaf kepada Jenderal Tito dan kepolisian," ujar Kapitra dalam konferensi pers di posko pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2012).
Kapitra memberi batas waktu kepada Amien selama 7 x 24 jam. Jika dalam waktu itu belum ada permintaan maaf, maka Kapitra yang juga berprofesi sebagai pengacara ini akan menempuh langkah hukum.
"Kalau tidak diindahkan, kami akan laporkan ke polisi. Mulai hari ini, jadi Kamis depan tidak melakukan itu, kami lapor ke polisi," kata dia.
Pendiri Partai Amanat Nasional, Amien Rais. (Tribunnews.com)
Pendiri Partai Amanat Nasional, Amien Rais.
Kapitra menilai, permintaan Amien agar Tito dicopot dari posisi Kapolri tidak berdasar. Harusnya, kata dia, Amien Rais fokus saja menjalani proses hukum di Polda Metro Jaya tanpa harus melempar tuduhan kepada pimpinan Polri.
"Padahal dia diperlakukan sangat baik (saat diperiksa pihak kepolisian). Kekhawatiran dia, kecemasan dia, kan tidak terbukti. Toh diperlakukan dengan baik. Tetapi kenapa harus menyerang Tito dan kepolisian," ucap Kapitra.
Amien Rais sebelumnya meminta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Hal itu disampaikan Amien saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018), untuk diperiksa sebagai saksi atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet.
"Saya enggak akan panjang-panjang, saya minta ke Pak Jokowi supaya Pak Kapolri Tito segera dicopot. Alasannya, Anda cari sendiri," ujar Amien.(sn/t/red)

Soal Kasus Ratna Sarumpaet, Polri Sebut Penyebar Hoaks Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

By On Oktober 12, 2018

Sorot bola mata.-Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasistomenegaskan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara menunggu bagi penyebar hoaks atau pelaku yang membuat kegaduhan dengan berita tidak benar.
Hal ini merujuk kasus hoaks penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet.
Ratna sendiri telah mengakui dirinya berbohong dan menjadi penyebar hoaks terbaik di Indonesia.
"Tentang ancaman hukumannya kita bisa gunakan ancaman Pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 tahun 1946, jabarannya kalau dia buat keonaran atau membuat kegaduhan dengan menyebarkan berita hoax ancamannya 10 tahun," ujar Setyo, di Amos Cozy Hotel, Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2018).
"Atau kita bisa gunakan juga dengan UU ITE kalau dia menyebarluaskan dengan teknologi," imbuhnya.
Kemudian, ia menyebut proses penyidikan layaknya mengumpulkan dan memainkan puzzle, dimana pihaknya saat ini berusaha mengumpulkan semua informasi dan keterangan pihak terkait dengan kasus tersebut.
Kepolisian belum bisa menyimpulkan siapa dan ada berapa orang yang dapat menjadi tersangka.
Karena, pihaknya harus melihat peran masing-masing orang.
"Saya belum bisa mengatakan berapa orangnya. Semuanya terkait kasus ini tentu akan diminta keterangan," kata dia.
Setyo hanya memastikan akan sesegera mungkin memanggil orang-orang yang terkait untuk diperiksa, termasuk Ratna Sarumpaet.
"Kita upayakan segera mungkin. Saya sudah mendengarkan penyidik PMJ, mereka komitmen akan menuntaskan, segera mengumpulkan bahan-bahan. Keterangan akan membuat gambaran lebih jelas, sehingga peran orang per orang jelas," katanya.(red/sn)

Ma'ruf Amin "Gerilya"Di Kantong-Kantong Prabowo

By On Oktober 11, 2018

JAKARTA,sorot bola mata.-Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin tengah mematangkan strategi khusus untuk kampanye di Jawa Barat. Cawapres Ma'ruf Amin akan menjadi garda depannya.

Juru bicara TKN Deddy Mizwar mengatakan, Ma'ruf Amin akan mulai berkeliling Jawa Barat pada November 2018 mendatang. Sejumlah daerah yang dinilai bagian dari basis pemilih Prabowo menjadi sasarannya.

"Ya nanti kita lihat lagi di mananya. Itu (daerah basis massa Prabowo) salah satu target yang perlu kami kunjungi," ujarnya di kediaman Ma'ruf Amin, Menteng, Jakarta (10/10/2018).
Sejumlah daerah yang disebut Deddy akan dikunjungi Ma'ruf Amin pada tahap awal yakni mulai dari Depok, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, hingga beberapa kabupaten di selatan Jawa Barat.

Kampanye Ma'ruf Amin di Jawa Barat sangat penting lantaran pada 2014 silam, Jokowi kalah di tanah pasundan itu oleh Prabowo.

Oleh karena itu, Ma'ruf Amin pun akan bergerilya, bukan kampanye diam-diam, namun dengan strategi tang tak biasa.

Bila biasanya Ma'ruf Amin berkunjung ke daerah kerap datang ke pondok pesantren, namun di Jawa Barat akan lebih beragam.

"Datang ke berbagai hal bisa pasar, ponpes, ketemu dengan kyai atau pelaku UMKM atau petani. Pokoknya yang semua frame nawacita," kata Deddy.

Deddy yang sudah hafal betul peta politik Jawa Barat karena mantan Wakil Gubernur Jawa Barat mengungkapan, isu yang di bawa ke setiap daerah pasti harus berbeda.

"Setiap kabupaten beda-beda. Karena itu tadi kita bicara setiap kabupaten. Jabar selatan akan lain isunya dengan kota Bandung. Karena itu perlu maping persoalan dan isu jadi itu perlu data," kata dia.

Deddy mengatakan, hasil akhir dari rencana Ma'ruf Amin "bergerilya" di Jabar tak lain yakni mampu membalikkan suara Pilpres 2014 lalu dimana Prabowo memang.(red) 

Amien Minta Kapolri Tito Dicopot, Ini Tanggapan Jokowi

By On Oktober 10, 2018

Jakarta,sorot bola mata.-Ketua Dewan Kehormatan (Wanhor) PAN Amien Rais meminta agar Jenderal Tito Karnavian dipecat dari jabatan Kapolri. Apa tanggapan Presiden Joko Widodo (Jokowi)?

Jokowi awalnya ditanyai mengenai hasil investigasi Indonesialeaks, di mana ditemukan dugaan rusaknya alat bukti oleh penyidik di KPK. Terkait kasus itu, Jokowi tak mau bicara lebih jauh. Dia mengatakan hal itu baru dugaan. Dia juga menegaskan tidak mau ikut campur masalah hukum itu.

"Kan baru dugaan. Saya nggak mau intervensi, nggak mau ikut campur wilayah hukum," kata Jokowi saat ditemui di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

"Biasa bertemu. Nggak sekali dua kali," katanya. 

Terkait dengan adanya permintaan agar Tito dipecat, termasuk dari Amien Rais, Jokowi menilai desakan itu biasa saja. 
"Desakan ya biasa," katanya.

Ketua Dewan Kehormatan (Wanhor) PAN Amien Rais memenuhi panggilan polisi sebagai saksi untuk tersangka hoax dan keonaran Ratna Sarumpaet. Sebelum masuk ke ruang pemeriksaan, Amien minta agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian dipecat.

"Anda semua ingin tahu, saya nggak akan perpanjang. Saya minta Pak Jokowi agar Pak Kapolri Tito Karnavian dicopot," ujar Amien di Mapolda Metro Jaya.

Amien menyatakan itu sesaat sebelum masuk ke ruang Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Amien tidak menjelaskan panjang lebar alasan dia meminta Tito dicopot. Dia hanya menunjukkan lembaran koran nasional.

"Saya yakin stok kepemimpinan Polri yang jujur mengabdi ke bangsa dan negara banyak. Kita cinta polisi," tutur Amien.

Tak Terekam CCTV

Terkait dengan temuan Indoleaks tersebut, Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut pengawas internal sudah memeriksa kamera CCTV yang merekam dugaan perusakan barang bukti oleh 2 mantan penyidik KPK. Menurut Agus, dugaan perusakan barang bukti itu tidak terekam kamera CCTV.

"Itu peristiwanya sudah lebih 1 tahun, pengawas internal sudah memeriksa kamera, kamera memang terekam tapi secara ... adanya penyobekan tidak terlihat di kamera itu," ujar Agus di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Agus menyebut sempat terjadi perdebatan saat itu berkaitan dengan sanksi bagi kedua mantan penyidik itu. Dalam waktu bersamaan, Agus menyebut ada penarikan kedua mantan penyidik itu dari Polri. Terlepas dari itu, Agus mengatakan akan ada pengecekan lagi.

"Coba nanti kita lihat, tapi sebetulnya kalau kita lihat ini kan mirip dengan itunya, pembuktiannya susah, Anda ingat nggak seperti peristiwa waktu Pak Nazaruddin itu ya dulu. Itu kan dulu kan ada catatan dari Yulianis juga kan. Ini siapa yang menerima ini, itu kan pembuktiannya susah, begitu orangnya ngomong, 'Saya nggak nerima', tidak ada bukti yang lain, apa yang mau kita pakai," ucap Agus.

Polisi: Yang Tertulis di Buku Merah Dibantah Basuki

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Jayamarta menyebut urusan itu sudah diselesaikan pada tahun lalu. Dia mengaku bahkan memeriksa langsung Basuki.

"Itu kan tahun 2017 dan kita sudah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan kepada Pak Basukinya langsung. Sumbernya dari mana? Pak Basuki. Kita tanya langsung ke Pak Basuki apakah dia benar pernah memberikan apa yang tercatat dalam buku merah. Jawaban Pak Basuki apa? Tidak pernah. That's it. Selesai. Kalau sunbernya aja bilang tidak pernah, masa kita harus bilang 'ada'," ujar Adi.

Soal dugaan perusakan buku itu, Adi mengatakan bila buku itu dijadikan barang bukti di pengadilan dan tidak menjadi masalah. "Sekarang buku merah merah itu dijadikan barang bukti lho di pengadilan. Nggak ada apa-apa kan? Berjalan lancar aja pengadilan itu. Benar nggak?" imbuh Adi.(red) 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *