HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Polsek Medan Area Tangkap Brimob Gadungan Berpangkat AKP

By On November 30, 2018

Sorot bola mata.-Seorang pemuda yang mengaku sebagai anggota Brimob dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) diamankan personel Polsek Medan Area di sekitar Thamrin Plaza, Jalan Thamrin, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area, Jumat (30/11/2019) pagi.

Saat menjalankan aksinya, anggota Brimob gadungan yang diketahui berinisial JZK itu, selalu mengaku bernama Arnold Sinaga.

Tertangkapnya remaja 16 tahun itu berawal dari kecurigaan salah seorang personel Intel Polsek Medan Area yang saat itu sedang melakukan pengamanan di sekitar Thamrin Plaza.
Pemuda itu juga datang ke sana mengenakan seragam Brimob warna biru tua, lengkap dengan atribut Pelopor dan lain-lain. JZK datang ke sana hendak menemui personel Bhabinkambtimas Kelurahan Sei Rengas II, Aiptu Suwarno Hutagalung.

Saat berbincang-bincang dengan personel Bhabin, anggota Unit Intel Polsek Medan Area merasa curiga melihat tanda pangkat yang ada di kerah seragam pemuda itu. 
Pasalnya, wajah pemuda itu dianggap terlalu culun untuk menyandang pangkat AKP.
Petugas pun menginterogasi pemuda itu, namun JZK tak mampu menjelaskan latar belakang dirinya menjawab pertanyaan polisi.

Penampilannya dengan kacamata tebal, juga membuat petugas meragukan dirinya sebagai seorang anggota Polri. 
Belum lagi tinggi badan dan tampangnya yang terlihat culun seolah mengatakan bahwa dia bukan seorang polisi, apalagi menyandang pangkat perwira pertama. 
Karena tak mampu menjawab pertanyaan petugas, personel Intel yang menanyainya langsung memborgol pemuda itu dan selanjutnya diboyong ke Mapolsek Medan Area Kepada petugas, remaja turunan Tionghoa itu mengaku nekat menyamar sebagai anggota Brimob lantaran pernah dianiaya sejumlah preman di daerah kawasan KIM (Kawasan Industri Medan).
Aksi penyamaran yang dilakukannya ternyata ampuh menakuti para preman tersebut. Namun, hal itu pula yang membuatnya ketagihan terus menyamar. 
Bahkan, pemuda itu pun mulai memanfaatkan aksi gadungannya itu untuk melakukan pengutipan sejumlah uang. 
Pelaksana Harian (Plh) Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Ipda Samsul Bahri membenarkan JZ diamankan saat berada di Jalan Thamrin, Medan, sekira pukul 10.30 Wib.
“Kita curiga ketika melihatnya, polisi Brimob berpangkat AKP, tapi dari perawakan seperti anak-anak. Kita datangi karena curiga.

Dan kita tanyai ternyata dia bukan polisi,” ungkap Ipda Samsul Bahri didampingi Kanit Intel S Sembiring. Menurut Samsul, JZ diamankan ketika sedang berada di salah satu toko tepat di depan Thamrin Plaza.

Kala itu dia tengah memasukkan proposal meminta bantuan ke sana.
“Jadi ketika diamankan, ada proposal permohonan bantuan ke klenteng yang dibawanya, tapi belum sempat proposal itu dimasukkan.
Artinya, belum ada tindak pidana penipuan yang dilakukan pria ini menggunakan pakaian Brimob,” paparnya.

Begitupun polisi masih melakukan pembinaan terhadap pria yang berprofesi sebagai penjual alat teknik ini.
Polisi tetap melakukan penyelidikan selama 1×24 jam untuk mengantisipaasi adanya orang yang telah tertipu akibat ulahnya.

“Setelahnya, kami juga akan mengenakan wajib lapor kepadanya. Untuk itu, pascapenangkan ini kami mengimbau masyarakat agar tidak.
mudah percaya dengan orang yang mengaku polisi, apalagi meminta-minta uang,” imbau Samsul.
Sementara, Kapolsek Medan Area, Kompol Kristian Sianturi yang dikonfirmasi, mengatakan hingga saat ini pria tersebut masih dalam proses pemeriksaan petugas penyidik untuk dimintai keterangannya.(dyk/red)

Kembali Buka Penghapusan Denda Pajak Kendaraan! Para Wajib Pajak Mengantre Di Samsat Medan Utara

By On November 28, 2018

Sorot bola mata.-Provinsi Sumatera Utara kembali menggelar program peringanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. 
Pelaksanaan dimulai 28 November hingga 28 Desember mendatang.
"Program ini akan dilaksanakan selama sebulan penuh," kata Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Sumatera Utara Sarmadan Hasibuan.
Berbeda dengan tahun lalu, program peringanan pajak kendaraan kali ini tidak hanya menghapus denda Pajak Kenderaan Bermotor dan denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor plat hitam saja, namun meliputi kendaraan pemerintah hingga angkutan umum.
"Ini beda dengan sebelumnya, kali ini plat pemerintah (merah) dan angkutan umum (plat kuning)," kata dia.
Sedangkan biaya pokok pada pembayaran denda pajak kali ini tetap dan tidak ada perbedaan.
Pada Senin (28/11/2018), Pemerintah Sumut melalui BPPRD dan Polisi Satuan Lalulintas, hingga Bank Sumut menggelar rapat persiapan untuk mengadakan pelaksanaan denda pajak ini, di kantor BPPRD, Jalan Serba Guna, Helvetia, Kota Medan.
Setelah ini, Sarmadan juga menyampaikan akan ada pembuatan peraturan Gubernur (Pergub) 89 tahun 2018 tentang pemutihan dan denda pajak kendaraan bermotor, di mana dalam isinya tertulis, barang siapa yang tidak membayar atau menunggak sampai waktu tiga tahun lamanya akan dihapuskan dari registrasi.
"Setelah ini kami akan melakukan pembasahan Pergub itu, kalau tidak membayar pajak selama 3 tahun akan dinyatakan tidak terdaftar atau borong," katanya.
Prihal ini juga diminta langsung oleh Jasa Raharja kepada Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumatera Utara untuk bisa memberikan keringanan kepadanya, lantaran selama ini kekurangan anggaran untuk membayarkan uang kecelakaan lalu lintas.
"Ini juga diminta langsung oleh jasa Raharja kepada Edy Rahmayadi untuk dapat meringankan dan masuk dalam pendapatan mereka juga untuk bisa membayarkan uang kecelakaan," katanya.(cr19/red)

Wakapolri Usul Pelanggar Lalu Lintas Disanksi Cabut Listrik Air

By On November 26, 2018

Sorot bola mata.-Wakapolri Komjen Pol Ari Dono menilai penerapan tilang CCTV bisa membuat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Ia juga menyarankan sanksi pelanggaran bisa berupa pencabutan listrik dan air.
“Bisa dilekatkan PLN, enggak bayar, listrik nanti malam lampunya mati atau air mati. Sehingga enggak ada kontak petugas dengan masyarakat yang berbuat salah,” ucap Ari di Bunderan HI, Jakarta Pusat, Minggu (25/11).
Dalam kesempatan itu Ari juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Kapolda Metro Jaya dan jajarannya yang sudah menerapkan sistem tilang CCTV di ruas jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda dan jajarannya,” ujarnya.
Ari juga menginginkan agar program tersebut bisa diikuti oleh wilayah lainnya di Indonesia.
“Supaya bisa dikembangkan untuk seluruh wilayah, sistemnya sudah ada, aplikasinya sudah ada,” tutupnya.(kpr/jojo)

Begal Ngaku Polisi Dihadiahi Timah Panas Polres Tangsel

By On November 26, 2018

Sorot bola mata.-Tiga begal sepeda motor yang menyaru sebagai polisi saat beraksi, dihadiahi timah panas oleh aparat Polres Tangerang Selatan.

Ketiga pelaku itu ialah Dwi Andriansyah (24), Billy Darmawan (28) dan Andi Juan (33). Mereka tak bisa berbuat banyak, setelah aksinya terungkap Sat reskrim Polres Tangerang Selatan.

Trio begal itu terkenal bengis saat beraksi. Termutakhir, satu pengemudi ojek daring menjadi korban pelaku.

“Kasus ini terungkap setelah kami mendapat laporan dari korban. Pelaku membuang korban ke pinggir Jalan Tol BSD, setelah dibegal,” kata Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Ferdy Irawan, Selasa (7/8/2018).

Ia mengatakan, trio begal itu kerap mengincar pengendara sepeda motor yang sedang duduk-duduk di pinggir jalan.

“Mereka biasanya mendekati pengendara motor yang sedang nongkrong di pinggir jalan. Korban dimasukkan ke mobil.

 Saat itulah korban ditutup matanya pakai lakban, dirampas harta bendanya,” terangnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka terbiasa beraksi di Pagedangan, Cisauk, dan Serpong, dengan modus menjadi anggota reserse narkoba Polres Tangsel.

Selain menangkap ketiga pelaku, polisi juga menyita satu unit mobil Daihatsu Xenis rentalan, pisau, dan pistol air sofgun.

“Para pelaku dijerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun,” imbuh Kapolres.(sc/endang)

Kapolri Minta Kepala Daerah Bangun Infrastruktur Dan Transportasi

By On November 24, 2018

Sorot bola mata.-Pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu sumber penerimaan negara bukan pajak (PNBP) bagi beberapa daerah. Meski begitu, diharapkan kepala daerah mulai membangun infrastruktur dan transportasi publik untuk mengurangi macet. 

Hal itu disampaikan kapolri  Jenderal Tito Karnavian saat membuka Rapat Koordinasi Pembina Samsat Nasional 2018 di Kartika Plaza, Kuta, Bali (15/11/2018). 

Tito mencontohkan DKI Jakarta sebagai salah satu kota yang menjadikan pajak kendaraan sebagai tulang punggung PNBP. 

"Samsat jadi salah satu kunci kelancaran pembuluh daerah lainnya, Di beberapa daerah jadi PAD utama, seperti di Jakarta, di Bali mungkin sektor jasa. 

Tapi DKI kunci utamanya dari pajak kendaraan bermotor, sumber daya alam tidak ada, tapi jumlah penduduk banyak. 

Di daerah yang PAD-nya banyak samsat jadi tulang punggung sumber pembiayaan," kata Tito dalam sambutan. Dalam paparannya, Tito menguraikan PNBP kendaraan masih jadi primadona bagi daerah yang tak memiliki sumber daya alam. Dengan adanya terobosan e-samsat dia optimistis pelayanan masyarakat makin dimudahkan. Hanya, dia mengingatkan kemudahan administrasi kendaraan tersebut bakal dibarengi banyaknya kendaraan yang bisa mengakibatkan macet. 


Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam  Rapat Koordinasi Pembina Samsat Nasional 2018, di Kartika Plaza,  Kuta,  Bali (15/11/2018).Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pembina Samsat Nasional 2018 di Kartika Plaza, Kuta, Bali (15/11/2018).
"Mohon maaf, Pak Koster, Bali ke mana-mana mulai macet, jalan tetap segitu, lebar jalan tetap segitu. Di sisi lain, okelah kita bantu masyarakat pelayanan untuk mengurus registrasi, dokumentasi kendaraan pribadi. Okelah ini akan mendapatkan keuntungan PNBP untuk pemerintah pusat maupun daerah. Tapi mari kita berpikir lebih luas lagi, terutama untuk daerah yang mulai terasa kemacetannya, seperti Jawa, beberapa kota besar di luar Jawa yang sudah mulai macet. Jakarta saya kira macetnya sudah berjam-jam. Keluar rumah sudah stres sendiri. Daerah lain, seperti Papua, Kalimantan, mungkin saya kira oke mendorong insentif kendaraan pribadi," ujar Tito.

Menurut Tito, saat ini ada 130 juta kendaraan di seluruh Indonesia dan setiap tahun bertambah sekitar 6 juta kendaraan. Dia berharap beberapa daerah dengan jumlah kendaraan pribadi yang tinggi mulai mencari terobosan untuk menekan laju tersebut. Tito mendorong tiap kepala daerah menyiapkan infrastruktur dan sistem transportasi publik. 

"Tapi yang mulai macet sudah saatnya memberikan insentif mendorong kendaraan transportasi publik dan infrastruktur. Kemudian mulai menekan supaya laju kendaraan pribadi bisa tertekan atau paling tidak dikendalikan. Jangan sampai kita berpikir masuknya banyak kendaraan tapi terjadi kemacetan luar biasa. 

Di Jakarta, kalau kita hitung, hasil survei menyampaikan kemacetan panjang itu membuat konsumsi BBM yang justru dampaknya kebutuhan BBM mulai naik dan nilainya lebih tinggi yang kebutuhannya bisa mengalahkan pendapatan dari registrasi dan dokumentasi kendaraan itu sendiri. Marilah, Bapak-bapak Gubernur sebagai pembuat kebijakan mari kita mulai berpikir soal ini untuk mengurai macet," harap Tito.(cnn/Junet)

Pelaku Pembakar Sudisman Hidup-Hidup Di Bandar Kalippa, Deliserdang

By On November 24, 2018

Sorot bola mata.-Sudisman alias Pay (35) korban pembakaran oleh teman lamanya Ben Jonson Situmorang (30) akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Pay meninggal, setelah berjuang melawan luka bakar yang diderita sekitar 80 persen dan menahan rasa sakit akibat hantaman 3 kali martil di area kepala.
Saat paparkan kasus pembakaran yang dilakukan oleh Ben, Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri membenarkan bahwa korban telah meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan dengan cara dibakar oleh pelaku.
"Korban telah meninggal dunia pagi tadi, sekitar pukul 05.00 WIB setelah berjuang melawan luka bakar yang di derita sekitar 80 persen," kata Faidil, Sabtu (24/11/2018).
Diketahui sebelumnya, kondisi Sudisman kritis dan tidak sadarkan diri setelah mendapat luka bakar cukup parah hingga 80 persen akibat disiram 2 botol bensin dalam kemasan botol dengan ukuran berukur 1,5 liter.
Korban Sudisman sempat dilarikan ke Rumah Sakit Citra Medika, namun karena alat-alat yang kurang memadai, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Pirngadi Medan untuk mendapatkan perawatan intensif.
Faidil menjelaskan secara umum motif pelaku membakar korban karena sakit hati. Dan tidak terima atas dugaan perlakuan yang dilakukan korban mengajari istrinya beberapa waktu lalu cara menggunakan narkoba jenis sabu.
"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis 340 junto 338, subsider 183 dengan ancaman hukuman 20 tahun sampai seumur hidup bahkan hukuman mati," jelas Faidil.(cr9/red)

Kapolri Bertemu Wakil Jaksa Agung AS, Bahas Kerja Sama Bidang Hukum

By On November 24, 2018

Sorot bola mata.-Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan Wakil Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) Rod J Rosenstein di sela Sidang Umum Interpol ke-87 di Dubai. Keduanya membahas peningkatan kerja sama bidang penegakan hukum hingga pelatihan personel.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima, pertemuan digelar di Madinat Jumeirah Convention & Events Centre, Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (18/11). Kapolri didampingi Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto, Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen H.S. Maltha, serta Sekretaris NCB-Interpol Indonesia Brigjen Napoleon Bonaparte.

Wakil Jaksa Agung AS menyampaikan kerja sama Pemerintah AS dengan Polri dalam bidang penegakan hukum merupakan sebuah kerja sama yang sangat strategis. Karena itu, di berharap kerja sama itu terus terselenggara, baik dalam bidang operasional maupun dalam bidang peningkatan kapasitas.

Menanggapi itu, Tito menyampaikan kerja sama bidang penegakan hukum antara Polri dan Pemerintah AS selama ini terselenggara dengan sangat baik. 
"Salah satu yang paling menonjol adalah kerja sama peningkatan kapasitas/capacity building yang diwujudkan dengan berbagai bentuk program pendidikan dan pelatihan kepada personel Polri. Hal tersebut telah memberikan manfaat besar dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personel Polri dalam penegakan hukum," kata Tito dalam keterangan itu.

Tito sepakat kerja sama tersebut harus terus ditingkatkan. Hal itu guna menghadapi perkembangan berbagai kejahatan berdimensi baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi dan terjadi secara lintas batas negara/transnational crime, seperti berbagai bentuk kejahatan siber serta kejahatan ekonomi dan keuangan lintas negara.

Dalam kaitan itu, keberadaan Jakarta Centre for Law Enforcement Centre (JCLEC) di Akademi Kepolisian, Semarang, menjadi potensi besar yang dapat terus dikembangkan. Program pendidikan dan latihan yang diselenggarakan di JCLEC dapat dirancang sesuai kebutuhan.

Kapolri Bertemu Wakil Jaksa AS, Bahas Kerja Sama Bidang HukumFoto: Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan Wakil Jaksa Agung AS.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brijgen Dedi Prasetyo menjelaskan, kerja sama tersebut berkaitan dengan penegakan hukum hingga peningkatan kapasitas (capacity building). Anggota Polri juga akan dikirim untuk belajar di FBI.

"Peningkatan yang sudah ada cuma perlu ditingkatkan lagi kerja sama dengan FBI. Jadi polisi-polisi kita belajar di FBI College yang ada di Amerika. Khususnya menghadapi new dimension crime, yang kejahatan terorganisir, kejahatan-kejahatan siber, dan kejahatan-kejahatan yang kaitannya dengan transaksi keuangan dengan menggunakan IT. Ini untuk counter terorism, fokusnya ke arah counter terorism," kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2018).

Dedi menyebut kemungkinan kerja sama itu akan direalisasi tahun depan. Polri akan mengirim 10 personel yang dipilih dari polda tipe A, terutama polda yang memiliki wilayah perbatasan untuk belajar selama kurun waktu 2 minggu hingga 1 bulan di Amerika Serikat.

"Dipilih sementara ini kota-kota besar dulu. Polda-polda tipe A yang memiliki tren kejahatan terhadap new dimension crime-nya cukup ada lah, terutama polda-polda yang memiliki wilayah perbatasan. Fokusnya kerja sama di situ. (Waktu pendidikan) kalau di FBI itu rata-rata sekitar 2 minggu sampai 1 bulan," terang Dedi.

Untuk mengatasi terbatasnya kuota personel yang dapat menempuh pendidikan di FBI, Dedi menyebut Polri juga akan mendatangkan pelatih dari Amerika Serikat untuk mengajar di Jakarta Centre of Law Enforcement Centre (JCLEC) di Akademi Kepolisian, Semarang.
"Nanti kalau perlu lebih banyak lagi untuk penyidik-penyidik khususnya tingkat perwira pertama dan bintara, nanti pelatih yang dari Amerika Serikat itu untuk melatih kita di JCLEC, kalau nggak di Pusat Pelatihan Penyidik Reserse di Megamendung," ujar Dedi.

"Kalau yang di JCLEC itu dia kursus singkat, itu 1 minggu sampai 10 hari. Kalau di Megamendung itu minimal 1 bulan," imbuhnya.(sn/zie) 

Kasat Narkoba Polrestabes Medan Tangkap Manajer Stroom Karaoke Terkait Narkoba

By On November 23, 2018

Sorot bola mata.-Personel Polrestabes Medan berhasil tangkap tiga orang terkait kepemilikan narkotika di tempat hiburan malam.
Bahkan satu di antaranya adalah manajer dari tempat hiburan malam.
Saat paparan oleh Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo di aula Satresnarkoba Polrestabes Medan, Rabu (21/11/2018), ketiganya tampak menggunakan penutup kepala, baju tahanan dan tangan diborgol.
“Setelah kami mendapat informasi, dilakukan penyelidikan di Gedung Selecta lantai IV, Stroom Karaoke di Jalan Listrik pada Minggu (18/11/2018) lalu. Ditemukan satu butir ekstasi dari tersangka ERM dan dari tersangka dilakukan pengembangan lagu dan diamankan tersangka RA. Dari tangannya disita barang satu butir ekstasi dan bungkusan narkoba yang diduga berisi sabu seberat 25 gram,” ujarnya, Rabu (21/11/2018).
Setelah dilakukan pengembangan kembali, sambung Kasat, ternyata barang tersebut milik seorang tersangka berinisial H yang disebut sebagai manajer di Stroom Karaoke.
“Kami melakukan pengembangan kembali dan berhasil diamankan tersangka H di rumahnya Jalan Ampera Gang Amal Baru, Kecamatan Medan Tembung,” ujar polisi berpangkat melati dua dipundaknya.
Untuk H sendiri, petugas mengamankan barang bukti uang tunai Rp 6 juta yang diduga hasil penjualan narkoba.
Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan satu unit ponsel merek Samsung.(jrs/red)

Ternyata Pembunuh Dufi Pasangan Suami Istri

By On November 22, 2018

Sorot bola mata.-Polisi telah menyerahkan M Nurhadi (35) pembunuhan wartawan Abdullah Fitri Setiawan alias Dufi ke Polda Jawa Barat. Bersama Nurhadi, turut seorang wanita berambut panjang memakai baju tahanan berwarna oranye.
Belakangan diketahui, wanita itu adalah istri Nurhadi. "Iya (Istrinya)," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (21/11).
Wanita itu bernama Sari Murniasih. Kasus tersebut kini ditangani oleh Polres Bogor Kabupaten.
"Karenanya, sesuai tempat kejadian dan ditemukannya jasad korban, maka tersangka MN kita serahkan ke Polres Kabupaten Bogor. Di sana dilakukan penyelidikannya," jelas Argo.
Polisi Bawa Pelaku Pembunuhan Dalam Drum ke Polda Jawa Barat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga masih ada satu tersangka lagi yang masih dilakukan pengejaran.
Jasad Abdullah Fitri Setiawan alias Dufi ditemukan dalam drum plastik pada Selasa 20 November 2018.
Dari hasil penyidikan, anggota Resmob Polda Metro Jaya meringkus tersangka MN di dekat tempat cucian motor "Omen" Kelurahan Bantar Gebang Bekasi Jawa Barat.
Selain meringkus pelaku, polisi menyita barang bukti milik korban seperti telepon seluler, Kartu Tanda Penduduk, kartu seluler, kartu ATM, dan buku tabungan.(sn/red)

Disiksa Bergantian, 15 Menit Nyawa Sofyan Dipegang Trio Bandit

By On November 20, 2018

Sorot bola mata.-Polisi masih mendalami keterangan tiga tersangka terkait kasus perampokan yang menewaskan sopir taksi online bernama Sofyam di Palembang. Terkait pengungkapan kasus ini, polisi sudah membekuk tiga tersangka yakni Ridwan, FR, dan Acundra.

Kasubdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara menyampaikan, jika ketiga tersangka hanya butuh 15 menit untuk menghabisi nyawa Sofyan. Dari keterangan tersangka, kata Yoga mereka secara bergantian mengeksekusi korban.

"Mereka bergantian, kadang memegang tangan, kadang mencekik korban," kata Yoga di Palembang, Senin (19/11/2018).
Setelah puas melakukan hingga korban tewas, para pelaku membuang mayat Sofyan ke semak-semak kawasan Kecamatan Lakitan, Musi Rawas, Sumsel. "Kami akan terus kembangkan keterangan dari setiap pelaku ini," kata dia.

Pihaknya juga akan menggelar rekontruksi. Namun, dirinya belum dapat menentukan kapan rekontruksi ini akan dilakukan. Menurutnya, dengan rekontruksi ini dapat diketahui kronologi yang sebenarnya dan dicocokkan dari keterangan para tersangka.
"Nantilah kami belum menentukan kapan rekontruksi akan dilakukan," pungkasnya.

Seperti diketahui, Sofyan sebelumnya menghilang usai mengantarkan penumpang dari kawasan KM 5 menuju Simpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Hingga dua pekan kemudian sopir taksi online ini ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di kawasan Kecamatan Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel.(sc/red)

Polisi Tetap Pidanakan Haris Simamora Walau Linggis Tak Ditemukan

By On November 18, 2018

Sorot bola mata.-Pencarian linggis, barang bukti utama pembunuhan satu keluarga di Pondok Gede, Bekasi, untuk sementara dihentikan karena terkendala arus Sungai Kalimalang yang besar dan jarak pandang yang terbatas.
Namun hal tersebut tak serta merta merintangi penyidikan atas kasus tersebut. 
“Nanti kita cari kembali tapi kalau tidak ada, ada aturan hukum yang mengatur. Bisa kita lakukan Berita Acara Pencarian Barang Bukti,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di jembatan Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Sabtu (17/11). 
Dengan begitu, proses hukum kasus masih bisa berlangsung, karena pencarian sudah dilakukan meski barang bukti tak ditemukan. 
Iptu Suastika di sungai Kalimalang.
Linggis tersebut memiliki status penting dalam kasus ini. Pasalnya, senjata tajam itu digunakan oleh tersangka Haris Simamora untuk memukul, kemudian menghabisi nyawa korban Daperum Nainggolan dan Maya Ambarita hingga tewas.
Penghentian pencarian linggis dilakukan lantaran arus air tak mampu ditoleransi oleh penyelam Ditpolair Polda Metro Jaya. Selain itu pandangan di bawah air juga tak memungkinkan karena keruhnya air. 
“Jarak pandang gelap, karena hanya di bawah lumpur. Jadi ya 0 sudah jarak pandangnya,” ucap Paur Penyelaman Ditpolair Polda Metro Jaya, Iptu Ketut Suastika.
Penyelam Korpolairud mengecek deras nya Sungai Kalimalang.
Belum diketahui apakah pencarian akan dilanjutkan pada Minggu (18/11), atau akan berhenti hari ini. Ketut dan tim masih menunggu perintah untuk melanjutkan atau menghentikan pencarian.
“Yang jelas secara teknis kita siap saja lakukan penyelaman. Lokasinya yang paling paham penyidik lah, tapi kita kan tadi sudah dibilang dari pintu sana, pintu nomor 2 dilempar dan kira-kira saja, mudah-mudahan benar dari pengakuan tersangka,” ucap dia.(kpr/red)

Kronologi Penemuan Satu Keluarga Korban Pembunuhan Di Bekasi

By On November 13, 2018

Sorot bola mata.-Satu keluarga ditemukan tewas di dalam kontrakannya di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002/07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada pukul 06.30 WIB.
Korban diketahui bernama Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita (37), Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7).
Berdasarkan keterangan saksi, Feby Lofa Rukiani mengatakan, dirinya sempat melihat gerbang kontrakan korban sudah terbuka lebar dengan kondisi televisi menyala pada pukul 03.30 WIB.
bekasi
Lalu Feby sempat memanggil dari luar rumah, namun tidak ada jawaban. Sempat menelpon tapi tidak diangkat, lalu ia kembali ke kontrakan. Dan pada pagi hari, ia merasa curiga dengan kondisi kontrakan korban. Lalu ia mencoba menelpon korban tapi tak diangkat-angkat.
Ia pun memberanikan diri untuk melihat kondisi kontrakan korban melalui jendela dan melihat banyak korban sudah tergeletak dan terdapat darah. Ia pun akhirnya memanggil beberapa warga untuk melihat jendela bersama-sama lalu melaporkan hal tersebut kepada Ketua RT dan Polsek Pondok Gede.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan tersebut.(kp/red)

Judi Tembak Ikan Marak Di Marelan Raya Pasar 5

By On November 10, 2018

Sorot bola mata.-lokasi perjudian modus game tembak ikan kembali eksis di Medan. Apalagi didukung dengan lokasi yang lumayan strategis dan bahkan sempat mengecohkan para petugas kepolisian sehingga keberadaannya tak mampu terdeteksi, Jumat (9/11/2018).
Hasil penelusuran tim dilokasi yang berada di Jalan Marelan Raya Pasar 5,Gg Kurnia, Kecamatan Medan Marelan,tepatnya di samping pasar Marelan,ramai dikunjungi para pemain dari berbagai kalangan.
“Kalau mau main disini beli koin dulu bang. Seperti biasa,kemenangan nya nanti dapat ditukarkan dengan uang,” Jelas JA salah seorang pemain.
Adapun empat unit mesin tembak ikan dan juga 10 unit mesin jackpot memenuhi lokasi yang dikelola oleh pria turunan Tionghoa berinisial TO.
“Pengelolanya orang lama juga bang, berinisial TO. Sudah enam bulan juga bang ini beroperasi,” bebernya.
Lanjutnya, hingga saat ini lokasi ilegal tersebut tak pernah tersentuh oleh petugas kepolisian.
“Mudah-mudahan lah bang, sejauh ini belum ada polisi yang masuk kedalam,” pungkasnya.
Sementara itu,warga setempat berinisial BZ berharap kepada Kapolda Sumut segera menindak tegas lokasi judi tersebut. masyarakat sangat resah dengan keberadaan Permainan judi haram ini.
“masyarakat berharap atensi Kapolda Sumut untuk memberantas lokasi judi yang ada di marelan ini".(Tim)

Pelaku Mabuk Pembalut Wanita Sulit Dijerat Hukum

By On November 08, 2018

Sorot bola mata.-Mabuk menggunakan pembalut wanitasedang mewabah di sejumlah wilayah di Jawa tengah, Jawa Barat, termasuk Jakarta. Namun pelaku dalam kasus ini sulit dijerat hukum karena tak ada aturan yang menggolongkan pembalut sebagai salah satu jenis narkotika.
Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Arman Depari mengatakan untuk menyiasati itu pihaknya akan memproses pelaku dengan dugaan penyalahgunaan. 
"Biasanya narkoba itu penyalahgunaan. ini yang akan kita lakukan pemeriksaan kembali," kata Depari di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (8/11).
Pembalut merupakan produk legal dan bukan jenis narkotik. Oleh karena itu Depari mengatakan BNN masih mengkaji fenomena ini dari berbagai aspek, termasuk aspek hukum.
Dalam proses penyelidikan kasus seperti ini, kata dia, BNN akan mengkaji aturan yang berlaku serta menelusuri alasan pelaku menyalahgunakan produk tersebut.
Pelaku bisa dijerat hukum jika ada unsur kesangajaan penyalahgunaan barang menjadi narkotik. Sebaliknya, BNN akan memberikan perlakuan berbeda jika  penyidik menemukan unsur ketidaksengajaan.
"Kalau misalnya di situ ada pelanggaran hukum atau memang ada ketidaksengajaan itu memang berbeda cara penanganannya," ujarnya.
Sulitnya menjerat  para pelaku juga diakui oleh Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Jateng Ajun Komisaris Besar Suprinarto.
"Kami tidak bisa menindak mereka, tindakan hukum tidak bisa karena barang yang digunakan legal dan bukan narkotika atau psikotropika," kata Suprinarto, Rabu (7/11).
Adapun yang bisa dilakukan saat ini, kata dia, yakni mengedukasi masyarakat agar tidak menyalahgunakan produk tersebut.
"Langkah kami yang bisa ya memberikan edukasi kepada mereka bahwa itu perilaku menyimpang yang merugikan kesehatan," lanjut dia.
Wabah mabuk menggunakan pembalut wanita ini biasa digunakan oleh anak-anak dan remaja jalanan. Mereka merebut pembalut terlebih dulu, lalu meminum air rebusannya untuk mendapatkan efek mabuk
Suprinarto mengatakan bahwa awalnya pembalut yang digunakan adalah pembalut lama di tempat-tempat pembuangan sampah. Namun, atas pertimbangan kebersihan dan higienis, pembalut yang digunakan sekarang adalah pembalut baru.
Tren ini menggejala diduga karena semakin mahalnya pil koplo, termasuk lem dan obat batuk cair yang sebelumnya biasa digunakan anak-anak jalanan itu untuk mabuk.(cnn/red)

Kapolrestabes Medan Berikan Keterangan Kepada Media, Meninggal Dunia Tahanan Als IR

By On November 07, 2018

Medan,sorot bola mata.-Pada hari Selasa tanggal 6 Nopember 2018 sekira pukul 13.30 Wib telah meninggal dunia seorang tahanan atas nama IR als M, (28 tahun), laki-laki, beragama islam, beralamat Jl. Walet IV No. 232 Perumnas Mandala Kel. Kenangan Baru kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli serdang

Menurut keterangan dari kapolrestabes Medan Melalui kasubbag Humas Kompol Subroto, rabu, (7/11/18) diruang Kasubag humas, Menjelaskan Kronologi dari keterangan teman tahanan korban berinisial MHP, bahwa pada hari Selasa, 06 November 2018 sekira pukul 13.00 wib. Orang tua MHP an. Sufrianto  membesuk MHP dengan membawa bungkusan nasi, kemudian MHP Membawa Bungkusan nasi tersebut ke blok E.

Selanjutnya MHP bersama- sama temannya atas nama inisial RS, Y, S, R, M (korban), yang menempati diblok E makan nasi bungkus Bersama yang isinya ayam goreng dan sayurnya sawi, menurut keterangan MHP dan temannya, korban makan 2 suap dan saat akan makan suapan yang ke tiga, Mereka melihat M  (korban) menunduk, kemudian  bersama temannya  membaringkan korban dan pada saat itu korban mengalami kejang-kejang dengan keadaan lidah tergigit, diantara mereka seorang  Bernama  (R) memanggil piket Penjagaan  RTP Polrestabes Medan dan mengatakan ada tahanan yang sakit

Melihat keadaan tersebut diatas Petugas piket jaga membawa M (korban) dari sel Blok E ke ruangan besuk tahanan untuk memberikan bantuan.

Dari ruang besuk tahanan lanjut keruang Urkes Polrestabes Medan untuk dilakukan pemeriksaan, karena dilihat kondisi korban semakin memburuk maka dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya.

sesampainya di ruang IGD RS. Bhayangkara Polda Sumut, M (korban) dilakukan pemeriksaan dan perawatan oleh dokter jaga, hasilnya nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan sudah meninggal dunia.

Disisi lain unit urkes Polrestabes Medan melakukan pemeriksaan terhadap kelima Tahanan di ruang tahanan hasilnya kelima tahanan yang telah makan bersama M (korban) tidak mengalami masalah apapun dan kondisi sehat, ungkap Kompol Subroto
Humas Polrestabes Medan untuk hasil  autopsi penyebab meninggalnya M (korban) hingga saat kita masih menunggu.(red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *