HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Kapolri Bertemu Wakil Jaksa Agung AS, Bahas Kerja Sama Bidang Hukum

Sorot bola mata.-Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan Wakil Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) Rod J Rosenstein di sela Sidang Umum Interpol ke-87 di Dubai. Keduanya membahas peningkatan kerja sama bidang penegakan hukum hingga pelatihan personel.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima, pertemuan digelar di Madinat Jumeirah Convention & Events Centre, Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (18/11). Kapolri didampingi Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto, Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen H.S. Maltha, serta Sekretaris NCB-Interpol Indonesia Brigjen Napoleon Bonaparte.

Wakil Jaksa Agung AS menyampaikan kerja sama Pemerintah AS dengan Polri dalam bidang penegakan hukum merupakan sebuah kerja sama yang sangat strategis. Karena itu, di berharap kerja sama itu terus terselenggara, baik dalam bidang operasional maupun dalam bidang peningkatan kapasitas.

Menanggapi itu, Tito menyampaikan kerja sama bidang penegakan hukum antara Polri dan Pemerintah AS selama ini terselenggara dengan sangat baik. 
"Salah satu yang paling menonjol adalah kerja sama peningkatan kapasitas/capacity building yang diwujudkan dengan berbagai bentuk program pendidikan dan pelatihan kepada personel Polri. Hal tersebut telah memberikan manfaat besar dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personel Polri dalam penegakan hukum," kata Tito dalam keterangan itu.

Tito sepakat kerja sama tersebut harus terus ditingkatkan. Hal itu guna menghadapi perkembangan berbagai kejahatan berdimensi baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi dan terjadi secara lintas batas negara/transnational crime, seperti berbagai bentuk kejahatan siber serta kejahatan ekonomi dan keuangan lintas negara.

Dalam kaitan itu, keberadaan Jakarta Centre for Law Enforcement Centre (JCLEC) di Akademi Kepolisian, Semarang, menjadi potensi besar yang dapat terus dikembangkan. Program pendidikan dan latihan yang diselenggarakan di JCLEC dapat dirancang sesuai kebutuhan.

Kapolri Bertemu Wakil Jaksa AS, Bahas Kerja Sama Bidang HukumFoto: Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan Wakil Jaksa Agung AS.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brijgen Dedi Prasetyo menjelaskan, kerja sama tersebut berkaitan dengan penegakan hukum hingga peningkatan kapasitas (capacity building). Anggota Polri juga akan dikirim untuk belajar di FBI.

"Peningkatan yang sudah ada cuma perlu ditingkatkan lagi kerja sama dengan FBI. Jadi polisi-polisi kita belajar di FBI College yang ada di Amerika. Khususnya menghadapi new dimension crime, yang kejahatan terorganisir, kejahatan-kejahatan siber, dan kejahatan-kejahatan yang kaitannya dengan transaksi keuangan dengan menggunakan IT. Ini untuk counter terorism, fokusnya ke arah counter terorism," kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2018).

Dedi menyebut kemungkinan kerja sama itu akan direalisasi tahun depan. Polri akan mengirim 10 personel yang dipilih dari polda tipe A, terutama polda yang memiliki wilayah perbatasan untuk belajar selama kurun waktu 2 minggu hingga 1 bulan di Amerika Serikat.

"Dipilih sementara ini kota-kota besar dulu. Polda-polda tipe A yang memiliki tren kejahatan terhadap new dimension crime-nya cukup ada lah, terutama polda-polda yang memiliki wilayah perbatasan. Fokusnya kerja sama di situ. (Waktu pendidikan) kalau di FBI itu rata-rata sekitar 2 minggu sampai 1 bulan," terang Dedi.

Untuk mengatasi terbatasnya kuota personel yang dapat menempuh pendidikan di FBI, Dedi menyebut Polri juga akan mendatangkan pelatih dari Amerika Serikat untuk mengajar di Jakarta Centre of Law Enforcement Centre (JCLEC) di Akademi Kepolisian, Semarang.
"Nanti kalau perlu lebih banyak lagi untuk penyidik-penyidik khususnya tingkat perwira pertama dan bintara, nanti pelatih yang dari Amerika Serikat itu untuk melatih kita di JCLEC, kalau nggak di Pusat Pelatihan Penyidik Reserse di Megamendung," ujar Dedi.

"Kalau yang di JCLEC itu dia kursus singkat, itu 1 minggu sampai 10 hari. Kalau di Megamendung itu minimal 1 bulan," imbuhnya.(sn/zie) 

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *