HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Pengacara Ba'asyir: Yusril Datang ke Lapas sebagai Pengacara Jokowi-Ma'ruf

By On Januari 23, 2019

Sorot bola mata.-Kuasa hukum terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir, Achmad Michdan, menuturkan, saat bertemu kliennya di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Yusril Ihza Mahendra datang sebagai pengacara pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Hal itu dia ungkapkan saat bertemu Wakil Ketua DPR Fadli Zon di ruang kerja pimpinan DPR, gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/1/2019).
Saat itu Fadli menanyakan kapasitas Yusril saat bertemu Ba'asyir pada Jumat 18 Januari 2019 lalu.
Kuasa hukum terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir, Achmad Michdan, saat bertemu Wakil Ketua DPR Fadli Zon di ruang kerja pimpinan DPR, gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/1/2019).
"(Sebagai) penasihat hukumnya pasangan capres cawapres Jokowi-Ma'ruf. Itu disampaikan ke Ustad (Ba'asyir). Kalau enggak, ya enggak mungkin juga bisa masuk," jawab Michdan.

Menurut Michdan, Yusril datang menemui Ba'asyir sebanyak dua kali, yakni pada 12 dan 18 Januari 2018.

Dalam pertemuan tersebut Yusril menawarkan pembebasan tanpa syarat bagi Ba'asyir.

Yusril, kata Michdan, juga menegaskan tidak ada syarat yang diterapkan bagi Ba'asyir, seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.Selain itu, pihak kuasa hukum juga tidak diharuskan untuk mengurus keperluan administrasi terkait pembebasan tanpa syarat Ba'asyir.

"Kami sebagai penasihat hukum menanyakan apakah harus ada yang dilakukan secara adninistrasi, tapi ternyata tidak diperlukan, karena sudah dikoordinasikan dengan Menkumham dan Kapolri. itu yang disampaikan," kata Michdan.

Hal itu juga dibenarkan kuasa hukum Ba'asyir yang lain, Mahendradatta. Mahendra mengatakan, sesuai aturan yang berlaku, hanya pihak keluarga, kuasa hukum dan pejabat yang diizinkan bertemu Ba'asyir.

"Aturannya itu yang boleh menemui Ustad itu hanya keluarga atau penasihat hukum. Itu aturannya. Jadi enggak akan bisa datang, masuk sebagai pribadi. Itu confirmed," kata dia.(red/nkc)

Kapolri Libatkan 7 Pakar di Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan

By On Januari 13, 2019

Sorot bola mata.-Polri mengikutsertakan tujuh pakar dalam tim gabungan untuk mengungkap kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Para pakar berasal dari kalangan akademisi, LSM, mantan pimpinan KPK, Komnas HAM, dan Kompolnas.

"Surat perintah tim gabungan untuk kasusNovel Baswedan berlaku untuk enam bulan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Ketujuh pakar antara lain mantan Wakil Ketua KPK Idriyanto Seno Adji, Peneliti Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo, Ketua Setara Institute Hendardi, komisioner Kompolnas Poengky Indarti, serta komisioner Komnas HAM Nur Kholis dan Ifdhal Kasim.

Kapolri membentuk tim ini pada Selasa (8/1) lewat Surat Tugas Kapolri Nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019. Pembentukan tim gabungan ini didasari rekomendasi dari Komnas HAM untuk Polri terkait kasus Novel yang tak kunjung menemukan titik terang.
Dalam tim tersebut, nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian ditulis sebagai penanggung jawab tim dan Wakapolri Komjen Ari Dono sebagai wakil penanggung jawab. Sementara itu, Irwasum Komjen Putut Eko Bayu Seno, Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto, dan Kadiv Propam Irjen Listyo Sigit bertugas mengasistensi tim.


Tim ini diketuai Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis dan Karobinops Bareskrim Polri Brigjen Nico Afinta sebagai wakilnya. Dari pihak KPK, Polri mengikutsertakan lima orang dari bagian penyelidik, penyidik, dan pengawasan internal.

Komnas HAM sebelumnya mengirimkan laporan akhir tim pemantau kasus Novelpada akhir Desember 2018. Dalam laporan itu, ada sejumlah rekomendasi yang disampaikan Komnas HAM.


Rekomendasi itu ditujukan kepada Kapolri, KPK, dan Presiden. Untuk Kapolri, Komnas HAM meminta segera dibentuk tim gabungan yang terdiri dari unsur internal dan eksternal kepolisian untuk mencari fakta dan mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel secara cepat dan efektif sesuai dengan prosedur yang berlaku.(and/fdn/sbm)

Kapolrestabes Medan Hadiri HUT Satpam ke-38 di Polda Sumut

By On Januari 12, 2019

Sorot bola mata.-Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto SH SIK MSi menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Satpam ke-38 yang digelar di Lapangan KS Tubun Mapoldasu Jalan Tanjung Morawa KM 10,5 Timbang Deli Medan Amplas, Sabtu (12/1).
Dalam HUT ke 38 Satpam ini sebagai Inspektur Upacara langsung dipimpin Kapolda Sumut irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH dan HUT Satpam ini bertemakan “Pemuliaan Profesi Satpam Indonesia Guna Mendukung Polri Dalam Pengamanan Pemilu Tahun2019”.
Turut hadir dalam perayaan tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH, Waka Polda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusindwihananto SIK MHum, PJU Polda Sumut, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi, Kapolres Jajaran Polda Sumut, Aspem Kota Medan Drs Mursadad MSi, Dandenpom I/BB, Ketua Apsi, Ketua Abujasi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Seluruh Satpam Kota Medan.
Awal kegiatan dimulai dengan Mars Satpam, penghormatan pasukan kepada Inspektur Upacara, laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara dilanjutkan pemeriksaan pasukan, pengucapan Penuntun Satuan Pengamanan, amanat Inspektur Upacara, doa, laporan Komandan Upacara,penghormatan pasukan dan sekaligus syukuran dengan pemotongan nasi tumpeng, pengumuman pemenang lomba manajemen pengamanan, atraksi serta foto bersama.
Kapolri Jendral Pol Prof H M Tito Karnavian Ph D dalam amanatnya yang dibacakan Kapoldasu mengucapkan selamat HUT Satpam ke 38 kepada seluruh personel Satuan Pengamanan dimanapun bertugas. 
Momentum ini kiranya dapat dijadikan sebagai sarana  evaluasi terhadap eksistensi dan kinerja Satuan Pengamanan guna pembenahan dan penyempurnaan dalam pelaksanaan tugas dimasa yang akan datang.
Perlu diketahui bahwa dinamika lingkungan Strategis pada tantangan global dan regional senantiasa memberikan dampak terhadap kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara. 
Bangsa indonesia tengah menyambut agenda Pemilu tahun 2019 sebagai wujud pesta demokrasi.
Dalam menghadapi kompleksitas tantangan, Polri memerlukan dukungan dan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat termaksud Satpam sebagai profesi yang luhur dalam mengembang tugas dan fungsi Kepolisian secara terbatas pada lingkungan kerjanya.(dyk/red)

KH Ma'ruf Amin: Ente Sudah Berbuat Apa untuk Islam? Pak Jokowi Sudah Banyak

By On Januari 11, 2019

Sorot bola mata.-Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1 Ma'ruf Amin tampaknya geram soal isu yang selalu menyerang kepada Jokowiselama Pilpres.
Bahkan, isu yang menyebutkan Jokowi anti-Islam selalu dihembuskan untuk mempengaruhi suara masyarakat menjelang empat bulan sebelum pencoblosan.
"Ada yang bilang Pak Jokowi anti-Islam. Saya ini kiai kalau anti-Islam tidak mungkin mengajak saya (sebagai cawapres). Pak Jokowi bisa saja milih wakilnya dari politisi, pengusaha, profesional, bisa TNI/Polri. Tapi beliau tidak semuanya (memilih), tapi yang diajak saya seorang kiai, apa bisa itu dibilang anti-Islam," kata Ma'ruf Amin di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (10/1/2019).
Selain itu, Jokowi adalah satu-satunya presiden yang menjadi ketua Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).
Bahkan, menurut Ma'ruf, bank wakaf saat ini sudah didirikan di setiap pesantren dan nantinya ditargetkan dapat membuat 1.000 bank wakaf.
"Ente sudah berbuat apa untuk Islam? PakJokowi sudah banyak, bahkan sudah membentuk bank wakaf di setiap pesantren, nanti akan dibuat 1.000 bank wakaf di pesantren," ujarnya.
Isu tersebut, kata Ma'ruf, mestinya tak dijadikan sebagai ajang kampanye.
Sebab, masyarakat saat ini membutuhkan program yang menjamin kelangsungan rakyat agar bisa hidup dengan damai.
"Kenapa dibilang anti-islam? Belum apa-apa sudah ngelindur (ngigau), ini orang mengiggau atau apa. Itu isu provokasi itu hoaks yang disebarkan. Insya Allah Sumsel tidak akan terpengaruh lagi oleh berita bohong, fitnah. Kalau masih percaya namanya oon. Sudah jelas fitnah masih percaya," kata dia.(tpc/sbm/red)

Kapolrestabes Medan Bersama Dengan Kapolsek Medan Kota Silaturahmi Dengan Warga Brigjenkatamso Khawatir Banjir

By On Januari 09, 2019

Sorot bola mata.-Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto bersama dengan Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani melakukan silaturrahmi dengan warga Jalan Brigjenkatamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun. 
Dalam silaturrahmi ini Kapolrestabes Medan mendapat keluhan dari warga sekitar yang menyatakan kalau mereka sangat khawatir saat hujan turun.
Khawatiran mereka karena pasti rumah mereka terendam banjir mengingat sungai sangat dekat dengan pemukiman mereka dan tidak ada bendungan ataupun benteng di pinggir sungai. 
“Sudah berulang kali kami merasakan banjir apabila hujan turun yang mengakibatkan sungai Deli meluap dan masuk ke rumah kami,”kata Walistopa warga sekitar, Rabu (9/1/2019).
Ia berharap dengan kedatangan Kapolrestabes Medan ini masalah banjir yang acapkali mereka rasakan segera teratasi.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto bersama dengan Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani melakukan silaturrahmi dengan warga Jalan Brigjenkatamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun. Dalam silaturrahmi ini Kapolrestabes Medan mendapat keluhan dari warga sekitar yang menyatakan kalau mereka sangat khawatir saat hujan turun.
Kekhawatiran mereka karena pasti rumah mereka terendam banjir mengingat sungai sangat dekat dengan pemukiman mereka dan tidak ada bendungan ataupun benteng di pinggir sungai. 
“Sudah berulang kali kami merasakan banjir apabila hujan turun yang mengakibatkan sungai Deli meluap dan masuk ke rumah kami,”kata Walistopa warga sekitar, Rabu (9/1/2019).
Ia berharap dengan kedatangan Kapolrestabes Medan ini masalah banjir yang acapkali mereka rasakan segera teratasi. 
Mendapat komentar tersebut, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani langsung meninjau lokasi penyebab banjir yang acapkali melanda kelurahan sei mati. 
Di sana, orang nomor satu ditunjukkan warga ke sungai dan berharap pihak kepolisian bisa menjadi jembatan penghubung ke Pemko agar bisa dilakukan penembokan di bibir sungai agar banjir tidak lagi melanda.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi mereka kepada instansi terkait. 
“Kita di sini hanya sebatas jembatan penghubung antara warga dan pemerintah Kota Medan,”katanya, Rabu (9/1/2019). Dalam permasalah ini, pihaknya menyatakan akan ada program jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir ini.
“Selain banjir, di daerah ini juga banyak masalah narkoba. Nanti kita akan berantas masalah narkoba ini. Sedangkan untuk masalah banjir, kita akan kordinasi dengan instansi lain dalam hal ini Pemko Medan,”terangnya. 
Pria dengan melati tiga dipundaknya ini mengaku melakukan silaturrahmi kepada warga Kelurahan Sei Mati agar mereka bisa mengeluarkan unek-unek mereka kepada pemerintah dan pihak kepolisian.
“Dengan adanya kita di sini, mereka kan bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan. 
Mungkin dengan itu mereka sudah sangat lega bisa menyampaikan. Dan berharap agar masalah mereka bisa teratasi,”ujarnya. 
Maka dari itu, kata pria berkulit putih ini, pihaknya akan berkordinasi dengan Pemko Medan untuk membuat jangka pendek dan jangka panjang dalam permasalahan banjir ini. 
Selain itu juga, dengan kedatangan pihak kepolisian ke Kelurahan Sei Mati ini, suasana Kamtibmas bisa terjaga antara Polisi dan Masyarakat.
Memang, diakuinya, masalah banjir bukan permasalahan pihak kepolisian, namun dengan adanya pihak kepolisian paling tidak bisa mengurangi potensi kericuhan. 
“Polisi menyelesaikan permasalahan sosial hingga tidak berpotensi terjadinya gangguan Kamtibmas. Ini juga termasuk program 1092 kita. 
Minimal masyarakat punya tempat untuk mengadu,”katanya. (DYK) Mendapat komentar tersebut, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani langsung meninjau lokasi penyebab banjir yang acapkali melanda kelurahan sei mati. 
Di sana, orang nomor satu ditunjukkan warga ke sungai dan berharap pihak kepolisian bisa menjadi jembatan penghubung ke Pemko agar bisa dilakukan penembokan di bibir sungai agar banjir tidak lagi melanda.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi mereka kepada instansi terkait. “Kita di sini hanya sebatas jembatan penghubung antara warga dan pemerintah Kota Medan,”katanya, Rabu (9/1/2019). 
Dalam permasalah ini, pihaknya menyatakan akan ada program jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir ini.
“Selain banjir, di daerah ini juga banyak masalah narkoba. Nanti kita akan berantas masalah narkoba ini. 
Sedangkan untuk masalah banjir, kita akan kordinasi dengan instansi lain dalam hal ini Pemko Medan,”terangnya. Pria dengan melati tiga dipundaknya ini mengaku melakukan silaturrahmi kepada warga Kelurahan Sei Mati agar mereka bisa mengeluarkan unek-unek mereka kepada pemerintah dan pihak kepolisian.
“Dengan adanya kita di sini, mereka kan bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan. Mungkin dengan itu mereka sudah sangat lega bisa menyampaikan. Dan berharap agar masalah mereka bisa teratasi,”ujarnya. 
Maka dari itu, kata pria berkulit putih ini, pihaknya akan berkordinasi dengan Pemko Medan untuk membuat jangka pendek dan jangka panjang dalam permasalahan banjir ini. Selain itu juga, dengan kedatangan pihak kepolisian ke Kelurahan Sei Mati ini, suasana Kamtibmas bisa terjaga antara Polisi dan Masyarakat.
Memang, diakuinya, masalah banjir bukan permasalahan pihak kepolisian, namun dengan adanya pihak kepolisian paling tidak bisa mengurangi potensi kericuhan.
“Polisi menyelesaikan permasalahan sosial hingga tidak berpotensi terjadinya gangguan Kamtibmas. Ini juga termasuk program 1092 kita, Minimal masyarakat punya tempat untuk mengadu,”katanya.(dyk/red)

Pimpinan KPK Diteror, Pemberantasan Korupsi Tak Kendor

By On Januari 09, 2019

Sorot bola mata.-Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif tidak terlalu memusingkan adanya terorterhadapnya. Mereka tetap berkegiatan seperti biasa.

"Keluhan juga tidak ada, dan pimpinan juga ke kantor seperti halnya penugasan selama ini sesuai agenda yang sudah dibicarakan sebelumnya," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Proses penegakan hukum di KPK pun, menurut Febri, tidak ada yang terganggu, meski urusan teror itu sedikit menyita perhatian KPK.

"Kalau ada peristiwa tertentu, kita bahas melalui mitigasi risiko. Jadi risiko-risikonya dipetakan dan akan dilakukan jika dibutuhkan tindakan tertentu. Untuk pengamanan koordinasi, pasti dilakukan juga dengan Polri kalau dibutuhkan pengamanan tambahan untuk keamanan pimpinan KPK yang lima orang atau pengamanan yang lain sesuai dengan kebutuhan," ujar Febri.

Febri menyebut para pemimpin memiliki agenda masing-masing, ada yang menjadi narasumber di kementerian, ada yang menerima perwakilan dari kedutaan negara lain, dan ada pula yang melakukan diskusi serta penelitian. Jajaran pegawai KPK juga bekerja seperti biasa.

"Kami melakukan penindakan dan pencegahan seperti setiap harinya sesuai jadwal," ucapnya.

Sebelumnya, kediaman Agus Rahardjo diteror dengan ditemukannya tas berisi benda mirip bom pipa. Sedangkan rumah Laode M Syarif dilempar dua bom molotov oleh orang tak dikenal.

Kejadian itu menyebabkan dinding bagian depan rumah Syarif berjelaga atau berbekas hitam akibat asap. Polisi membentuk tim gabungan untuk menyelidiki teror bom di rumah kedua pemimpin KPK.(dtn/sn/red)

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis Silaturahmi Bersama Masyarakat Nelayan

By On Januari 09, 2019

Sorot bola mata.-Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis mengimbau masyarakat nelayan tradisional berpatisipasi menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah hukumnya.
Terlebih lagi, menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legeslatif (Pileg) yang akan datang.
Imbauan tersebut disampaikan orang nomor satu di Mapolres Pelabuhan Belawan ketika didaulat memberi sambutannya pada acara silruhtahmi bersama para nelayan tradisional di Ujung Tanjung Bagan Deli, Medan Belawan, Rabu (9/1/2019).
“Saya selaku Kapolres Belawan minta masyarakat serta nelayan tradisional agar menjaga situasi kamtibmas yang kondusif jelang Pilpres dan Pileg 2019,” ujar AKBP Ikhwan Lubis SH MH didampingi, Kabag Sumda, Kompol Sri Pinem, Kasat Binmas, AKP Justar Purba, Kasat Intelkam, Iptu Sutarjo B Manulang, Kasat Lantas, AKP MH Sitorus, Kapolsek Belawan, Kompol Safarudin Tama dan ratusan nelayan tradisional yang turut hadir pada kegiatan tersebut.
Untuk itu, lanjut dijelaskannya, seluruh masyarakat serta stekholder yang ada di Medan Utara dapat menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Mari sama-sama kita jaga kekondusifitas kamtibmas di lingkungan hingga kecamatan. Sehingga nantinya pelaksanaan pesta demokrasi yang akan datang dapat berjalan dengan lancar dan aman,” jelas mantan Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Sumut ini.
Selain itu, pada kesempatan tersebut, Kapolres Belawan juga menegaskan kepada masyarakat serta nelayan tradisional agar setiap permasalahan yang terjadi tidak main hakim sendiri.
“Dalam hal ini, kita juga minta masyarakat serta nelayan tradisional untuk tidak main hakim sendiri apabila terjadi permasalahan di darat maupun di laut. Akan tetapi, serahkan permasalahanya kepada pihak kepolisian setempat,” tegas mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini seraya mengajak masyarakat untuk tetap berkordinasi dengan pihak kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Belawan.(aan/red)

Kapolrestabes Medan Penyuluhan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Tahun 2019

By On Januari 08, 2019

Sorot bola mata.-Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi menghadiri kegiatan penyuluhan tentang pendaftaran tanah sistematis lengkap tahun 2019 yang dilaksanakan DiAula Hilir ismail jalan Garu III Medan Amplas,Selasa 8 january 2019

Kegiatan ini Dihadiri Oleh Menteri tata agraria dan tata ruang/Kepala BPN RI  Dr Sofyan A Djalil,SH,MA,MALD,Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto,SH,MH,Kanwil BPN Sumut
 Bambang Priono,SH,MH,Kajatisu,Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi,Walikota Medan Drs H.T Zulmi Eldin,MSi,
,Dir Intel Polda sumut,Pasi Ops Kodim 0201/BS,Kapolres Belawan Akbp Ikwan Lubis,SH,MH,Kakan Pertanahan Kota Medan Fahrul Husin Nst,SH,MKn,Kapolsek Patumbak Akp Ginanjar,SIK,Para Camat,lurah,Kepling dan Warga Kota medan.
Awal kegiatan dimulai dengan Menyanyikan Lagu indonesia Raya,Doa,Deklarasi pencanangan Pembangunan Zona integritas menuju WBBM,Tari aceh,Laporan Kanwil BPN Sumut,Kata Sambutan Walikota Medan,Penyerahan 500 Sertifikat kepada warga oleh menteri Agraria dan tata ruang,Pengarahan Menteri Agraria dan tata ruang dan foto Bersama.(shaf)

Kapolda Sumut Hadiri Pisah Sambut Karo Rena Polda Sumut, Ini Pesan Beliau Kepada Pejabat Lama dan Baru

By On Januari 07, 2019

Sorot bola mata.-Kapolda Sumut, Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., menghadiri pisah sambut Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Karo Rena) Polda Sumut dari pejabat lama Kombes Pol. Drs. Mangatas Tambunan kepada pejabat baru Kombes Pol. Drs. Mas Gunarso, SH., M.SI.,. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (07/01/2019).
Sebelumnya telah dilaksanakan sertijab dan pelantikan yang turut dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Sumut beserta pengurus, Wakapolda Sumut dan Pejabat Utama Polda Sumut serta Kapolrestabes/Kapolres jajaran Polda Sumut, serta Undangan.
Dalam pisah sambut tersebut, Kombes Pol. Drs. Mangatas Tambunan selaku pejabat Karo Rena yang lama, menyampaikan diakhir tugasnya, Kombes Mangantas meminta semua pihak untuk mendukung seluruh tugas dari Kapolda Sumut, dan  tetap semangat dalam mendukung seluruh tugas Kapolda.
“Maka dari itu apa bila ada tindakan kami yang salah dan ucapan kami yang kurang maka mohon dimaafkan, karena kita sebagai manusia biasa hanya bisa melakukan semampu kita, mudah mudahan apa yang sudah kita lakukan dengan mabes bisa terwujud dengan baik,” ujarnya.
Karo Rena Polda Sumut Kombes Pol. Drs. Mas Gunarso, SH., M.SI.,. dalam sambutannya memohon restunya untuk bisa bergabung dan terus bersilaturahmi dengan warga polda sumut sekalian.
“Kami sependapat dengan Pak Mangatas Tambunan kalau Biro Rena ini adalah pendukung paling utama, terutama laporan kepada Bapak Kapolri, membantu bagaimana Polri yang ada di Sumatera Utara, baik personilnya, dan anggarannya,” ujarnya.
Besar tantangan yang akan kita hadapi kedepan, baik narkoba, korupsi juga, ini semua harus kita jauhi dan awasi, tambahnya.
Terkait anggaran, Karo Rena menyampaikan bahwa anggaran yang dirasakan manfaatnya sekarang adalah perencanaan tahun lalu. Melalui operasi tahun 2019 ini akan sangat berat, semua kita saling membantu, dan juga bekerja sama.
“Maka dari itu kami bersama ibu mohon ijin untuk tetap dukungan dan doanya agar setiap apa yang kita kerjakan dalam tugas kita dapat berjalan dengan baik,” tutupnya.
Sementara itu Kapolda Sumut dalam sambutannya kembali menucapkan selamat kepada Kombes Mangatas Tambunan atas perjalanan karir sebagai anggota Polri.
“Ini merupakan prestasi yang luar biasa, sampai dengan saat ini Pak Mangatas ini memberikan kita contoh yang sangat baik bagi kita semua. Mudah mudahan apa yang dilakukan Bapak kepada kita semua bisa menjadi pandangan kepada kita semua, dan ini juga menjadi harapan kepada Bapak Kapolri karena bisa di salurkan kemana, dan mendapat tempat yang baik setelah menyelesaikan masa dinasnya,” pesan Kapolda.
“Kepada pejabat baru, bapak Mas Gunarso, tentunya amanat dan kepercayaan pimpinan sebagai Karo Rena kepada Bapak merupakan hasil dari pandangan yang sebelum sebelumnya Bapak lalui dalam menindak lanjuti arah pembangunan sekarang ini. Tentunya kami keluarga besar Polda Sumatera Utara mengucapkan selamat datang di Polda Sumut. Saya yakin Bapak Karo Rena yang baru bisa menyesuaikan diri dengan Polda Sumut dan masyarakat Sumut. Karena perencanaan yang baik merupakan unsur keberhasilan dalam tugas kita,” kata Kapolda Sumut mengakhiri sambutannya.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan makan bersama, Kapolda Sumut dan Ketua Bhayangkari Sumut juga berkesempatan menyumbangkan beberapa buah lagu.(rs/red)

Polrestabes Medan Kerahkan Personel di Jalur Wisata dan Pusat Perbelanjaan

By On Januari 06, 2019

Sorot bola mata.-Polrestabes Medan mengerahkan para personelnya untuk melakukan penjagaan terhadap jalur wisata menuju Brastagi dan sejumlah pusat perbelanjaan/mall di Kota Medan, Minggu (6/1).
Untuk di jalur Berastagi, personel ditempatkan di Jalan Jamin Ginting simpang Selayang, simpang Pasar Pancurbatu, simpang Sembahe, Simpang PDAM Tirtanadi, Green Hill dan Tikungan Amoi Bandar Baru.
Sedangkan di Pusat perbelanjaan, penempatan personel dilakukan dengan kerjasama Unit Lantas Polsek Jajaran yaitu di Manhattan Mall, Medan Fair Plaza, Medan Mall,Thamrin Plaza, Center Point dan Sun Plaza.
Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihartini mengatakan pengamanan ini dilakukan guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas menjelang berakhirnya liburan.
“Maka personel ditempatkan dipersimpangan untuk mengurai dan mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas. Sampai dengan saat ini situasi arus lalu lintas pada obyek tersebut terlihat lancar dan normal,” jelasnya. 
Kendati begitu, ia mengimbau kepada pengguna jalan agar tetap berhati- hati dalam mengemudikan kendaraan.
“Patuhi rambu-rambu lalu lintas. Jangan main HP saat mengemudikan kendaraan,” imbaunya.(jrs/mtc/amr)

Anies Akan Laporkan Media ke Dewan Pers

By On Januari 06, 2019

Sorot bola mata.-Beredar kabar tentang adanya surat permintaan penundaan pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta atas nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mendengar hal tersebut, Anies membantah telah membuat surat itu. 

Lebih lanjut, Anies mengatakan, ia sudah menyiapkan surat laporan kepada sebuah media yang memberitakan hal tersebut ke Dewan Pers. Sebab, menurutnya, berita tersebut tidak berdasarkan fakta.
Sebenarnya, ujar Anies, ia mengizinkan media manapun membuat berita, tetapi ia mengimbau media untuk membuat berita berdasarkan fakta, bukan fiksi, apalagi fitnah.
"Kami akan mengirimkan surat ke Dewan Pers, memprotes berat berita hoax itu, karena tidak ada dasarnya. Jadi, silahkan menulis apapun, tapi tolong jangan menulis fiksi, apalagi fitnah. Tulis fakta saja," tutur Anies.(asp/vv/sn)

Selesai Direnovasi, Kapolda Sumut Resmikan Kantin Pujasera Nusantara Polda sumut

By On Januari 05, 2019

Sorot bola mata.-Kapolda sumut memimpin Upacara kenaikan pangkat personil Polda Sumut, dilanjutkan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Ny. Evi Agus Andrianto meresmikan penggunaan kantin Pujasera Nusantara Polda Sumut, Jumat (04/01/2019).
Hadir dalam peresmian ini Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K, M.Hum , Irwasda Polda Sumut serta para PJU Polda Sumut dan Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Utara.
“Kantin Pujasera Nusantara sebelumnya telah dilakukan perbaikan dan rehab dengan membangun fasilitas seperti VIP Room dan kios sebanyak 14 unit,” kata Kapolda Agus Andrianto disela-sela peresmian.
Kini kantin tersebut tampilannya terlihat lebih cantik dan rapi setelah direnovasi, jelas Kapolda Sumut. Makanan yang dijajakan juga berasal dari masakan nusantara sesuai dengan namanya Pujasera Nusantara.

Kegiatan peresmian dilanjutkan dengan makan gratis bersama dengan seluruh personil sebagai bagian dari program Kapolda Sumut dalam menciptakan soliditas Personil Polri.
Dalam kegiatan tersebut diiringi dengan hiburan bersama seluruh personil.(rs/red)

Sebanyak 1.722 Personil Polda Sumut Naik Pangkat, Kapoldasu Ucapkan Selamat Kepada Anggota

By On Januari 04, 2019

Sorot bola mata.-Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengucapkan selamat kepada Kabid Propam Polda Sumut Kombes Pol Yofie Girianto Putro karena naik pangkat setingkat dari AKBP. “Saya ucapkan terimakasih dan penghargaan atas pengabdian yang saudara lakukan membawa kebahagiaan dan semangat baru,” katanya, Jumat (4/1/2019).
Jendral bintang dua ini berharap kenaikan pangkat diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan profesionalitas dalam kepercayaan publik terhadap kinerja Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap masyarakat. “Kenaikan pangkat bukanlah hak yang melekat pada setiap anggota, tapi merupakan reward dari pimpinan berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditentukan,”ujar mantan Wakapolda Sumut ini.
Orang nomor satu di Polda Sumut ini menyatakan kenaikan pangkat ini merupakan anugrah yang harus disyukuri dengan sikap tanggung jawab yang lebih dari sebelumnya serta terus berupaya meningkatkan etos kerja dan kualitas kinerja saudara dimanapun bertugas. “Kenaikan pangkat yang saudara terima merupakan anugerah dan penghargaan dari institusi, sehingga saudara memang pantas dan layak untuk diberikan. Kenaikan pangkat ini harus diikuti dengan peningkatan kinerja yang lebih baik dari sebelumnya,” tegas Kapolda.
Kenaikan pangkat terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Januari 2019 itu diberikan kepada sejajaran Poda Sumut berjumlah 1.722 orang terdiri Perwira 298 orang (Kombes 1, AKBP 24, Kompol 33, AKP 11, Iptu 203 dan Ipda 26 dan Bintara dan Tamtama 1.381 orang (Aiptu 14, Aipda 310, Bripka 234, Brigpol 90, Briptu 732 dan Bharatu 1).
Untuk kenaikan pangkat di Polda Sumut jumlah Perwira 63 orang terdiri AKBP ke Kombes Pol 1 orang, yaitu Kombes Pol Yofie Girianto Putro, SIK (Kabid Propam Polda Sumut), Kompol ke AKBP 20 orang (6 Reg dan 14 Abdi), AKP ke Kompol 17 orang (10 Reg, 7 Abdi), Iptu ke AKP tidak ada, Ipda ke Iptu 21 orang (21 Reg), ke Ipda (Pengabdian) 3 orang, dan Bintara dan Tamtama berjumlah 438 orang terdiri dari ke Aiptu 4 orang, ke Aipda 108 orang, ke Bripka 81 orang, ke Brigpol 12 orang, ke Briptu 232 orang dan Bharatu 1 orang.(dyk/red)

Polisi Akan Panggil Andi Arief Soal Hoaks Surat Suara

By On Januari 03, 2019

Sorot bola mata.-Beredarnya informasi terkait adanya tujuh kontainer yang berisi surat suara yang telah dicoblos membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) beserta Polri menindaklanjuti ihwal kabar tersebut dengan mendatangi kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/1) malam.
Namun, sesampainya di sana mereka tidak mendapati adanya kontainer yang dimaksud tersebut.

1. Semua pihak penyebar hoaks akan dipanggil polisi


Polisi Akan Panggil Andi Arief Soal Hoaks Surat Suara 

Kabareskrim Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto yang mendapat arahan dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian meminta agar para pelaku penyebar hoaks tersebut segera diperiksa, termasuk Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief.
“Semua pihak yang berkaitan dengan beredarnya isu itu nanti pasti akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, siapapun dia,” tegas Arief di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1).

2. Polisi telah kantongi sejumlah alat bukti


Polisi Akan Panggil Andi Arief Soal Hoaks Surat Suara 

Polri juga telah mengantongi beberapa alat bukti termasuk rekaman suara yang berisikan tentang adanya informasi tersebut yang membuat Andi Arief memposting cuitan terkait surat suara yang telah dicoblos melalui media sosialnya.
“Sudah, dari tadi malam juga sudah, bahkan saya dapat kiriman dari teman-teman media ini suara siapa, ini sedang proses investigasi,” terang Arief.

3. Para pelaku nantinya akan dijerat dengan pasal UU ITE


Polisi Akan Panggil Andi Arief Soal Hoaks Surat Suara 

Lebih jauh Jenderal polisi bintang tiga ini mengatakan bahwa nantinya para pelaku penyebaran berita bohong tersebut akan dikenakan pasal tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
“Menyebarkan berita bohong ada di pasal 27 banyak yang bisa kita terapkan kita melihat kontennya, cara melakukannya. kita melihat di Undang-Undang pidana pemilu, terapkan pasal yang lebih tepat sehingga tidak bisa mengelak,” tuturnya.

4. Andi Arief ikut menyebarkan berita bohong


Polisi Akan Panggil Andi Arief Soal Hoaks Surat Suara 

Seperti diketahui sebelumnya, Andi Arief ikut menyebarkan berita yang menyebut ada 7 kontainer berisi surat suara yang telah dicoblos. Melalui akun Twitter-nya, Andi sempat memberikan pernyataan agar KPU mengecek langsung kabar tersebut.
Namun, beberapa jam sebelum KPU mengecek kabar tersebut, Andi sudah menghapus cuitannya di Twitter. Namun warganet sempat menyimpan cuitan tersebut.
"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya. Karena ini kabar sudah beredar," tulis Andi sebelum cuitannya ini dihapus.

5. KPU laporkan penyebar hoaks surat suara dicoblos


Polisi Akan Panggil Andi Arief Soal Hoaks Surat Suara 

Sebelumnya, Arief Budiman memastikan tidak ada tujuh kontainer yang diduga memuat surat suara yang sudah dicoblos, di Pelabuhan Tanjung Priok, yang disebut-sebut berasal dari Tiongkok.
"Tidak ada tujuh kontainer itu, semua hoaks" ujar Arief dalam jumpa pers usai pemeriksaan di kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/1).
"Hari ini kami memastikan berdasarkan keterangan Bea Cukai tidak ada berita tujuh kontair tersebut, dan tidak benar juga ada aggota TNI AL menemukan itu, dan tidak benar KPU telah menyita satu kontainer. Jadi semua berita itu bohong," tegas Arief.
Terkait berita tersebut, Arief pun sudah meminta Mabes Polri untuk menindaklanjuti.
"Saya menyampaikan pihak kepolisian untuk melacak dan mencari siapa yang menyebarkan rekaman suara ini. Termasuk siapa yang menulis," kata Arief di Kantor Bea Cukai, Tanjung Priok, Kamis (3/1) dini hari.
"Jadi orang-orang jahat yang mengganggu Pemilu kita yang mendelegitimasi penyelenggara Pemilu harus ditangkap. Jadi kami sangat berharap pelakunya bisa ditangkap," lanjut Arief.
Arief menerangkan, KPU telah melaporkan berita bohong tersebut kepada Mabes Polri. Ia menyampaikan, tim cyber crime Mabes Polri sudah akan menindaklanjuti penyebaran hoaks melalui media sosial tersebut.(idn/cnn/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *