HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Alasan KPK Terapkan Pemborgolan Tahanan yang Keluar Rutan

Sorot bola mata.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menerapkan pemborgolan terhadap tahanan KPK yang akan keluar Rutan KPK.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, hal ini dilakukan untuk pertimbangan keamanan para tahanan KPK.

“Untuk pertimbangan keamanan, KPK mulai menerapkan ketentuan pada Peraturan KPK Nomor 01 Tahun 2012 tentang Perawatan Tahanan pada Rumah Tahanan KPK, khususnya Pasal 12 ayat (2) yang mengatur bahwa dalam hal tahanan dibawa ke luar Rutan, dilakukan pemborgolan,” kata Febri melalui keterangan tertulis, Rabu (2/1/2019).

Febri mengatakan, penerapan borgol terhadap para tahanan KPK juga mengacu dengan kebijakan yang diterapkan di institusi penegak hukum lain.
“Kami juga melakukan komparasi aturan pengelolaan tahanan oleh instansi penegak hukum lain,” kata Febri.

Pemborgolan terhadap tahanan KPK ini juga merupakan masukan dari berbagai pihak terkait perlakuan terhadap para tahanan KPK yang akan atau telah menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. Demikian pula saat menuju lokasi persidangan atau tempat lainnya.

“Salah satu hal yang mengemuka adalah aspek edukasi publik dan keamanan,” kata Febri.
Penerapan kebijakan ini sudah terlihat pada hari ini, Rabu (2/1/2019).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi terlihat mendatangi Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, dengan kedua tangan diborgol.

Kedatangannya ke KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar terkait dugaan penerimaan suap pemotongan dana alokasi khusus (DAK) terkait dana pendidikan di Kabupaten Cianjur Tahun 2018.

Dalam kasus ini, Cecep juga berstatus tersangka yang telah ditahan KPK.

Selain Cecep, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan Tubagus Cepy Septhiady dalam kasus yang sama. Hal yang sama juga diterapkan kepada Tubagus, yang tangannya juga diborgol.

Dalam kasus yang menjerat keduanya, KPK juga menetapkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka. Selain Irvan, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka.

Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi dan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Rosidin. Sementara, Tubagus Cepy Sethiady merupakan kakak ipar Irvan.

Dalam kasus ini, Irvan dan para pejabat di Dinas Pendidikan diduga menerima suap terkait pemotongan dana alokasi khusus (DAK) terkait dana pendidikan di Kabupaten Cianjur Tahun 2018.

Adapun, pemotongan tersebut sebesar 14,5 persen dari nilai anggaran Rp 46,8 miliar.(kpc/sn/red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *