HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Presiden Jokowi & Wapres JK Kecam Aksi Teror di Masjid Selandia Baru

Sorot bola mata.-Presiden Jokowimengecam keras aksi penembakan Masjid An-Nur di Christchurch, Selandia Baru. 40 Orang tewas dalam serangan ini
"Terlepas siapa itu pelakunya, kita sangat mengecam keras aksi ini," kata Jokowi di Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara, Jumat (15/3).
Dia menyampaikan duka mendalam terhadap para korban aksi penembakan tersebut. Jokowi juga meminta WNI di Selandia Baru selalu berhati-hati.
"Kita pemerintah Indonesia sampaikan duka mendalam kepada korban yang ada dari korban aksi tersebut," ucapnya.
Di Jakarta, Wapres Jusuf Kalla memberikan pernyataan serupa. JK menegaskan pemerintah Indonesia mengutuk aksi teror ini.
"Pemerintah Indonesia dan saya juga pribadi sebagai ketua masjid sangat sedih melihat terjadi di NZ, di mana pada saat ini disampaikan ada 40 orang yang meninggal," kata JK di Kantornya, Jakarta Pusat, Jumat.
JK juga mengutuk keras para pelaku yang melakukan penembakan. Dia juga meminta kepada publik agar terus mendoakan.
Dia menilai hal tersebut adalah kegiatan yang berencana. Apalagi kata JK, para pelaku merekam di media sosial facebook.
"Berarti ini suatu upaya yang sangat terorganisir, sangat di rencanakan dengan baik. Apalagi dia membawa kamera sendiri, live streaming," kata JK.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa pihaknya di Selandia Baru memantau dari dekat peristiwa penembakan masjid di Kota Christchurch.
Retno mengatakan sudah mendapatkan informasi dari pihak duta besar Selandia Baru untuk Indonesia, Tantowi Yahya bahwa terjadi penembakan sekitar pukul 13.40 waktu Selandia Baru.
"Informasi yang kita kumpulkan. Informasi awal, terdapat 6 warga negara indoensia yang berada di masjid tersebut," kata Retno di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat.
Tiga warga Indonesia kata Retno berhasil melarikan diri. Dan pihaknya saat ini sedang mencari kembali tiga warga negara Indonesia yang lainnya.
"Kita sedang mencari tiga warga negara Indonesia yang lainnya, dapat saya sampaikan di Christchurch ada sekitar 330 WNI, 130 di antaranya adalah pelajar itu mendengar ada insiden penembakan tersebut. KBRI sudah menerjunkan tim protokol konsuler," papar Menlu.
Retno menjelaskan pihaknya sudah berada di sana. Terkait pelaku dan motifnya seperti apa, Retno pun belum memperoleh info selanjutnya. Dia pun berharap bisa secepatnya menghubungi tiga WNI yang belum ditemukan dalam insiden penembakan Christchurch.
Polisi Selandia Baru memperingatkan penduduk kota Christchurch untuk tetap berada di dalam rumah dan bangunan, serta diminta segera menelepon layanan darurat 111 jika melihat perilaku dan hal mencurigakan di dekat lingkungan mereka.(mdc/sbm/red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *