HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Ketua KPU Sumut, Berharap Jangan Ada Lagi Pemilu Serentak

Sorot bola mata-Menanggapi banyaknya korban yang berjatuhan dalam Pemilihan Umum Serentak 2019,Ketua KPU Sumut Yulhasni turut berduka atas kepergian para pahlawan demokrasi.
KPU Sumut masih menunggu keputusan pemberian dana santunan bagi petugas KPPS yang meninggal saat bertugas di Pemilu 2019.
“Kami harap jangan ada lagi Pemilu serentak," tegas Yulhasni, Sabtu (27/4/2019).
"Ini harus dievaluasi. Kita tidak mau ada lagi korban yang berjatuhan,” harap Yulhasni.
Di Sumatera Utara, ada delapan penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal dunia setelah sebelumnya jatuh sakit.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, pemilu serentak telah melampaui batas fisik petugas dan secara teknis melampaui kapasitas KPU dalam mempersiapkan logistik.
"Saya ingin mengulangi bahwa pemilu serentak yang kita laksanakan model seperti kemarin, itu bagi saya cukup yang pertama dan terakhir," ujar Pramono dalam sarasehan refleksi pemilu di Digilib Cafe, Fisipol UGM, Jumat (26/04/2019).
Pramono menjelaskan, secara fisik, pelaksanaan pemilu serentak dengan model seperti 17 April 2019 telah melampaui batas kemampuan rata-rata manusia Indonesia.
Dari data KPU, sampai kemarin, petugas KPPS yang meninggal dunia mencapai 225 orang. Sedangkan petugas KPPS yang jatuh sakit sebanyak 1.470 orang.
"Ini saya pastikan jumlahnya akan bertambah. Kemarin seharian keliling ke beberapa kabupaten/kota di Pantura, Saya masih menerima laporan bahwa beberapa petugas kita masih sakit dan sebagian kondisinya parah," urainya.
Secara teknis, pelaksanaan pemilu serentak seperti yang dilaksanakan kemarin juga melampaui kapasitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mempersiapkan logistik dan melayani pemilih.(tnc/sbm)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *