HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Trump Mengeluh "Follower" Twitter-nya Lebih Rendah dari Obama

Sorot bola mata-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluhkan Twitter bersikap diskriminatif terhadap para politisi yang berasal dari Partai Republik.
Dalam jamuan makan malam dengan CEO Twitter Jack Dorsey Selasa (23/4/2019), Trump mengeluh follower (pengikut) di akunnya berkurang, dan menuduh ada agenda anti-Trump.

Sumber yang ikut dalam acara makan malam itu diwartakan The Independent Rabu (24/4/2019) berkata, Trump mengklaim sejumlah politisi lain juga mengalami hal yang sama.

The Daily Beast mengutip sumber lain yang dekat dengan Trump menuturkan, presiden 72 tahun itu bahkan membandingkan dengan pendahulunya, mantan Presiden BarackObama.

Menurut si sumber, Trump menggerutu mengapa jumlah follower-nya lebih sedikit daripada Obama. Meski, menurut penilaiannya," dia lebih sering nge-twit dibanding Obama.

Kabar percakapan dengan Dorsey terjadi beberapa jam setelah Trump menuduh Twitter telah melakukan diskriminasi terhadap anggota Republik dan "bermain politik".

Dorsey dikabarkan berusaha menenangkan presiden ke-45 dalam sejarah AS itu dengan berkata perusahaannya hanya menghapus akun-akun yang dianggap bot.

Pertemuan itu diadakan di tengah munculnya kabar bahwa Twitter telah menghapus 5.000 bot pro-Trump yang menyebarkan kabar hoaks pada pekan lalu.

Kabar hoaks itu muncul di tengah isu publikasi laporan Penasihat Khusus Robert Mueller mengenai dugaan keterlibatan Rusia dalam Pilpres 2016 silam.

Sebagai catatan, Obama mempunyai follower hingga 106 juta akun dengan 15.600 kicauan. Sementara Trump mengunggah setidaknya 41.400 twit dengan 59,9 juta pengikut.(kpc/sbm)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *