HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Jenderal Idham Azis, Kapolri tanpa visi misi

Sorot Bola Mata-
Presiden Joko Widodo melantik Jenderal Idham Azis menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara Jakarta, hari ini, Jumat (01/11/2019). Kapolri ke-24 itu juga mendapatkan kenaikan pangkat dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Idham Azis menggantikan Tito Karnavian dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani, di Gedung DPR pada Kamis (31/10) kemarin.
Sebelumnya, Komisi III DPR secara aklamasi menyetujui Idham setelah uji kelayakan Rabu (30/10). Dalam uji kelayakan itulah Idham menyampaikan visi misinya jika terpilih menjadi Kapolri.
"Berdasarkan arah kebijakan pemerintah yang menjadi acuan bagi arah kebijakan Polri, memperhatikan kebijakan Presiden dan Wakil Presiden saat pelantikan, maka dalam kesempatan ini tidak ada visi dan misi yang saya ajukan," kata Idham, saat itu, seperti dikutip awak
Walau mengaku tak memiliki visi dan misi, Idham membawa 7 program prioritas yang disusun dengan mempertimbangkan keberlanjutan program Polri sebelumnya, serta memperhatikan sisa masa jabatan Kapolri yang tinggal 14 bulan lagi.
Idham pensiun pada Januari 2021 nanti.
"Jika diberikan kepercayaan, amanah mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai Kapolri, saya akan melakukan program penguatan Polri yang promoter menuju Indonesia maju,” kata Idham.
Polri yang promoter adalah program Jenderal Tito Karnavian saat fit and proper test calon Kapolri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 23 Juni 2016. Promoter adalah singkatan dari profesional, modern, dan terpercaya.
Selalu bersama Tito
Karier Idham yang lulusan Akademi Kepolisian pada 1988 itu hampir selalu beriringan dengan Tito. Terakhir ia menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Ia juga pernah menjabat Kapolda Metro Jaya, sama seperti Tito.
Saat menjabat Kapolda Metro Jaya inilah Idham dianggap berhasil menjaga situasi keamanan di Jakarta saat penyelenggaraan Asian Games 2018.
Pada Desember 2001, Idham tercatat menjadi anggota Tim Kobra untuk menangkap Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) di bawah pimpinan Tito Karnavian. Saat itu Idham bertugas di Unit Harda Polda Metro Jaya.
Idham juga terlibat melumpuhkan dalang teror bom Bali Dr. Azahari di Batu, Malang, Jawa Timur, pada 2005. Saat itu, ia melaksanakan operasi juga bersama Tito. Mereka berdua ditambah Petrus Reinhard Golose dan Rycko Amelza Dahniel mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri saat itu Jenderal Sutanto.
Idham juga terlibat dalam Operasi Camar Maleo bersama TNI untuk menangkap kelompok teroris Santoso di wilayah pegunungan Poso, Sulawesi Tengah, awal 2015.
Wakabareskrim, Irjen Antam Novambar mengatakan Idham Azis berjanji akan memberantas aksi terorisme di Indonesia setelah resmi menjabat Kapolri.
“Penanganan terorisme Kerja keras. Polres, polda, Densus, Bareskrim. Semua simultan antara Densus, polres, polda, Bareskrim,” kata Antam, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/), seperti dikutip awak media. 
Bareskrim menyatakan mendeteksi gerakan terorisme melalui media sosial jumlahnya makin banyak.
Kapolri berikutnya
Struktur pimpinan di Polri terpangkas banyak sejak Tito menjadi Kapolri. Dalam proses selama 3 tahun 3 bulan di bawah Tito, kini semua pimpinan di Polri di bawah angkatan 1987, angkatan Tito di Polri, dan di bawahnya. Sekitar 4 hingga 5 angkatan terpangkas di tengah jalan.
Karena masa kerja Kapolri Idham Aziz hanya sekitar 13 bulan lagi ia tak akan banyak membuat perubahan. Hanya meneruskan program-program Tito dan seperti janjinya dalam fit and proper test di depan DPR, dan mempersiapkan pimpinan Polri berikutnya.
Siapa Kapolri setelah Idham melepas jabatan pada Januari 2021 nanti? Siapapun nanti yang akan menjabat Kepala Bareskrim baru menggantikan kursi yang ditinggalkan Idham, patut menjadi perhatian.(sbm/btg)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *