HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Pengeroyokan Wartawan Kantor Berita Antara, Dituntut JPU 5 Bulan Penjara. Malah Ibu Kandung Terdakwa Bersyukur

By On Juni 27, 2021


Aceh,Sorot Bolamata- Kasus terdakwa Akrim Cs bersama tiga orang teman menerima hasil tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Aceh Barat diputuskan kepada empat terdakwa pengeroyokan terhadap Teuku Dedi Iskandar, Wartawan Kantor Berita Antara, Biro Aceh Barat dengan pidana lima bulan penjara.

Mendengar putusan itu, beberapa awak media yang meliput jalannya persidangan merasa terkejut dan tersenyum sinis, karena JPU menjatuhkan tuntutan terlalu rendah, timbul pertanyaan, ada apa sebenarnya tuntutan JPU tersebut. 

Sedangkan tugas Wartawan merupakan mitra kerja dari Kejaksaan,Kehakiman  dan Kepolisian.Karena insan pers bertugas dilindungi UU Pers No. 40/1999, dalam menjalankan tugas Pers. Selain tercatat dalam lembaran negara 'pilar keempat' dengan menjunjung tinggi Demokrasi dan Pancasila.

Dengan adanya itu, awak media menuntut hak kebebasan pers dari ancaman dan teror premanisme.

Karena wartawan bukanlah preman dan teroris. Pers sebagai jembatani pemerintah dari segala pelaksaan pembangunan.

Disisi lain, sambutan Nuraini ibu kandung terdakwa Akrim Cs malah berucap syukur dan merasa lega saat mendengar kabar putusan perkara. 

Menurutnya, dirinya bersyukur atas apa yang diharapkan selama ini bahwa keadilan sudah tak lagi, hanya kita pasrah kepada pencipta langit dan bumi. "Dan mungkin ini juga berkat doa kami sekeluarga kepada Allah Swt," kata Nuraini, anak saya Akrim tidak bersalah maupun ikut memukul Dedi Iskandar.

kejadian itu publik juga tahu. Namun, dirinya bertanya kenapa semua pihak menyoroti Akrim yang seolah-olah anaknya berbuat kesalahan besar. Ia pun tahu bahwa proses hukum anaknya merupakan kasus kriminal dan bukan kasus politik, Rabu lalu. 

Sementara dalam laporan pengaduan Dedi Iskandar, atas pengeroyokan itu tentang pemberitaan di media. Tapi itu spontan disangkalnya bahwa itu sama sekali tak benar. Sebenarnya itu murni motif pinjaman uang Akrim yang dipinjam oleh Dedi Iskandar, sekitar tiga tahun lalu.

"Hal itu anak saya punya bukti pinjaman, ada struk pengiriman dana, bukti percakapan via WhatsApp dan saksi waktu itu kakak kandungnya yang mengelola uang toko," ungkapnya. 

Walaupun demikian, Nuraini berharap adanya kasus ini dapat menjadi pelajaran dan hikmah bagi kelanjutan hidup Akrim kedepan dan ketiga putranya.(shaf/zie)


Pengukuhan AKP Daud Pelawi Pejabat Wadanyon B Pelopor Sat Brimob Polda Sumut

By On Juni 27, 2021


Sumut, Sorot Bolamata, Pengukuhan Jabatan Wakil Komandan Batalyon B (Wadanyon) AKP Daud Pelawi oleh Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Sumut, sekaligus Pimpin Upacara Sertijab, Sabtu, 26 Juni 2021, digelar di lapangan Apel Mako Batalyon B Jalan Ahmad Yani Kota Tebing Tinhggi. 

Selain pengukuhan Wadanyon, juga yang sama digelar Serah Terima Jabatan Pasi Min Batalyon B Satbrimob Polda Sumut. Saat itu juga sebagai Inspektur Upacara (Irup) Komandan Batalyon B Sat Brimob Polda Sumut Kompol Endra Budianto sebagai Perwira Upacara Pasi Yanma Yon B, AKP Heri Sutikno, SH. 

Dalam amanah Danyon B, Endra Budianto, bahwa suatu organisasi dalam pergantian jabatan di jajaran Batalyon B Sat Brimob Polda Sumut adalah hal yang biasa dan semua bertujuan untuk menciptakan suasana baru.

"Itu juga sesuai pertimbangan serta penilaian pimpinan diputuskan melalui konsep dan langkah strategi untuk mewujudkan semangat kemauan dan kemampuan dalam mengelola serta memperkuat Brimob yang berwibawa dan patuh hukum, yang dipercaya dan dicintai masyarakat," ujar Danyon B dalam amanatnya. 

Sambungnya, kepada Pejabat baru, saya percaya saudara sudah berpengalaman sehingga dapat memberikan warna baru yang baik serta meneruskan program program yang sudah berjalan saat ini. Dan kepada pejabat lama saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, atas kerja keras dan. pengabdian saudara selama ini. 

"Hendaknya kegiatan pengukuhan Sertijab yang dilaksanakan dapat dipandang sebagai peluang dan tantangan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun reputasi dan prestasi," ungkap Endra Budianto.    

Pejabat dikukuhkan Wadanyon B AKP Daud Pelawi dan sertijab Pasi Min Yon B dari pejabat lama AKP Surahman, SH kepada pejabat baru,  Iptu Yusuf, SH. 

Pelaksanaan pengukuhan Wadanyon B dan sertijab Pasi Min Yon B itu,  tetap menerapkan protokol kesehatan Covid 19.(shaf/zie)


Kapolda Sumut,, Pangdam I/BB dan Kepala BIN Sum.Utara Turut Berdukacita Kasus Penembakan Wartawan di Simalungun

By On Juni 20, 2021


Simalungun, Sbm-Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs R.Z Panca Putra S, MSi lebih dulu menyampaikan berlangsungkawa yang mendalam atas ditembaknya seorang Wartawan dari salah satu media. 

Dan kini menjadi catatan sejarah yang mana kasus penembakan di wilayah Kabupaten Simalungun, itu juga merupakan kerja keras pihak kepolisian  Sumatera Utara dan jajaran untuk mengungkap kasus tersebut. 

Panca bilang, "dia bersama Pangdam I/BB dan Kepala BIN Sumatera Utara, turut berduka atas kejadian yang dialami teman kita awak media," jelasnya, disela meninjau langsung PSU di Kab. Labuhan Batu, Sabtu,  19 Juni 2021.

Panca mengatakan,Polda Sumut telah membentuk Tim penanganan kasus. Tim langsung dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut. "Ditegasnya, Tim masih bekerja dilapangan untuk mengusut kasus itu.

Mohon dukungan dan doa kita bersama agar kasus segera terungkap dan tuntas,"tegasnya. 

Marasalem Harahap, merupakan profesi  wartawan tewas yang ditembak orang tak dikenal (OTK), Sabtu, 19 Juni 2021,dini hari. 

Dari pengakuan pihak keluarga abang kandung korban, Hasanuddin Harahap, bahwa adiknya telah ditemukan warga tak jauh dari rumahnya sekitar 275 meter di Huta 7 pasar 3 Nagori Karang Anyer, Kab.  Simungun, Sum.Utara.

Disisi terpisah, salah seorang wsrtawan Senior yang juga Wakil Pemimpin Redaksi, Media Online 

Selecta News, Umar Djuneid, angkat bicara bahwa kejadian seperti ini pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia segera menindak dan mengungkap serta menangkap pelaku  dan jangan diberi ruang terhadap tindak kejahatan,  kata sang Wartawan hari ini bisa terhadap Marasalem Harahap dan mungkin besok lusa wartawan yang lain pula sasaran korbannya.

"Oleh karena itu kita minta Polri segera tangkap dan menyeret OTK tersebut, biar publik dan awak media tahu siapa dia," pungkas Djuneid. 

Diakuinya tugas Wartawan yang mulia dan banyak mengungkap kasus, sudah pasti kehidupannya terancam, tegasnya.( shaf / jojo )


Oknum Polwan Diduga Percaloan Casis Bintara Polri TA 2021, Diperiksa Propam Polda Sumut

By On Juni 19, 2021


Sumut, Sorot Bolamata- Kasus dugaan percaloan penerimaan Calon Siswa (Casis) Bintara Polri, Polda Sumut TA 2021,masih didalami Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumut. 

Oknum Polisi Wanita (Polwan) dari Satuan Polrestabes Medan, masih diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan di propam Polda Sumut. 

Dalam percakapan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi bersama wartawan, Kamis, 17 Juni 2021, mengatakan, saat ini propam masih melakukan pendalaman.


Masalah itu belum tahu bagaimana modusnya, makanya propam masih mendalami kasus "Joki" Casis Bintara Polri, Kamis, 17 Juni 2021.

Hadi bilang.dengan terungkapnya kasus dugaan calo casis ini bermula ada salah satu Casis yang diduga oleh Panitia menggunakan Joki. 

"Dia tertangkap setelah didalami ada beberapa hal yang melakukan secara sams. Tapi tindakan kita sudah cepat, tepat dan memeriksa nomor-nomor peserta kemudian mendiskualifikasi," ungkapnya.

Dalam kasus tersebut, sambung Hadi, pihak.kepolisian langsung melakukan pendalaman hingga mengarah ke satu orang oknum anggota polisi.

"Dugaan mengarah ke oknum poliresi itu yang bertugas disalah Polres. Masalahnya sudah kita lakukan pemeriksaan insentif oleh propam..Sampai saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan,"katanya. 

Para Casis jangan sampai tergiur dengan iming-iming harapan manis yang.mengaku bisa memasukan menjadi anggota polri.

"Soalnya mekanisme atau proses seleksi Casis yang dilakukan Polri secara terbuka atau transparan, bersih tidak ada kong kali kong dan sebagainya," ujarnya. 

Seleksi penerimaan casis Bintara Polri, ucap Hadi, melibatkan pengawas internal dan eksternal. Jadi dapat dipisahkan.dan berjalan - BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel.

dan Humanis), "Kedua Item seleksi ini bekerja mengawasi Makanya kejadian ini Panitia dapat melihat adanya indikasi kecurangan oleh peserta sehingga dari kejadian ini sudah cepat, tepat. Pada pokoknya, masyarakat tidak usah tergiur maupun janji-janji bisa membantu dan apapun itu, tetap percaya diri tidak ada yang instan," sebutnya.

Bahwa setiap item memerlukan waktu, kata Hadi yang menuntut peserta harus siap, baik dari sisi pisik, jasmani, akademis dan pysklogi. 

"Jika sekali dua kali gagal, maka harus introspeksi diri, dimana kegagalan itu, sehingga pada seleksi mendatang bisa lulus. Setiap nilai peserta langsung terpampang, jadi tidak ada lagi bermain. Itu dari wujud transparan dan kita ingin memberikan dukasi serta ingin menghasilkan anggota Polri yang berkualitas," terangnya Oknum Polwan Bripka LA, sebelumnya diberitakan telah diamankan diduga terlibat kasus percaloan calon siswa (Casis) Bintara Polri TA 2021.

Petugas tidak hanya mengamankan oknum Polwan, selain Polda Sumut menelusuri dari sejumlah keterangan termasuk puluhan calon siswa (casis) dan puluhan joki.

Disebut-sebut oknum Polwan ada "merekrut" 28 orang casis Bintara Polri Polda Sumut TA 2021, Untuk meloloskan 28 casis itu, harus pula dibantu 28 orang joki. 

Para joki yang diperbantukan itu berasal dari luar Sum. Utara. Seperti dari Jaksrta, Bandung dan lainnya. Para joki disebut-sebut masuk pada test akademik.

"Untuk mengikuti test kesehatan para casis Bintara Polri, wajib mengikutinya,  tapi setelah ujian akademik baru joki masuk dengan menggunakan kartu peserta masing- masing casis Bintara Polri," sebut sumber. 

 Terungkapnya kasus penerimaan casis Bintara Polri pada saat peseerta akan mengikuti ujian akademik, setelah seorang casis melaporkan kecurigaannya kepada Panitia, bahwa ada seorang yang tak pernah ikut test dalam ujian akademik. 

Lalu panitia,  mengamankan orang yang dimaksud dan setelah diinterogasi dia mengakui hingga akhirnya menyasar pada oknum Polwan Bripka LA untuk mempertanggung jawabkan kasus casis Bintara Polri, dia (LA)  harus berhadapan dengan Bidpropam Polda Sumut.(shaf / zie)




Sesuai Instruksi Kapolri, Polsek Medan Area Gulung Sejumlah 10 Orang Aksi Pungli Premanisme

By On Juni 13, 2021


Medan,Sorot Bolamata- instruksi Kapolri Jebderal Polisi Listyo Sigit Prabowo disikapi seluruh Polda dan Polres sejajaran melaksanakan pemberantasan aksi pungutan liar (pungli) di seluruh pelosok tanah air Indonesia. 

Memang seharusnys disikat habis yang sangat meresahkan masyarakat, karena ini  dapat menghancurkan stabilitas ekonomi rakyat. Oleh karena itu wajar Presiden Jokowi marah besar terhadap aksi pungli premanisme di mana saja dalam wilayah NKRI ini harus dihabisi dan jangan diberi peluang terhadap kejahatan tersebut. 

Dengan begitu, Polri diseluruh Wilayah Indonesia sesuai Instruksi Kapolri menyikat keberutalan para premanisme. Seperti,  Polda/ Polres maupun Polsek turun kejalanan melakukan operasi premanisme yang terjadi di wilayah hukumnya.

Peran aktif yang digelar Polsek Medan Area yang dipimpin oleh Kompol Faidir Chan, SH, MH dalam rangka pelaksanaan instruksi Kapolri, melakukan operasi premanisme  sejumlah tempat, Minggu, 13 Juni 2021.

Dibuktikan,  anggota Polsek Medan Area berhasil menggulung 10 orang preman yang beraksi melakukan pungli terhadap sejumlah pengendera yang sedang maupun melintas di sejumlah tempat dalam wjlayah hukum Polsek Medan Area. 

Operasi dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Rianto, SH, dengan dilakukan itu para preman yang beraksi pungli sebagai uang keamanan dan uang parkir semuanya itu tak beralasan. 

Untuk efek jera Polsek Medan Area akan membeberkan nama/identitas preman aksi pungli berhasil diamankan yakni, 1. Beni Pardede als BP (51) warga jalan Elang 2 No. 60 berikut barang bukti (barbut)  uang senilai Rp. 4.000,- kemudian pelaku ke-2. Dedi Syahputra als DS (37) warga Jalan AR Hakim, Gg Kantil No.22, barbut uang Rp. 6.000,- dan ke-3. Wawan als W (36) warga jalan Bromo dengan barbut uang Rp. 3.000.- serta ke-4 Khairul Akmal als KA (36) warga Jalan Nikel barbut uang Rp 3.000,- Selanjutnya ke-5. Ariadi Hutapea als AH (23) warga Jalan Rusa dengan barbut uang Rp. 5.000,-- lalu ke-6 Mhd Munir als M (48)

warga jalan Mujair dan barbut uang Rp. 9.000,- lanjut ke- 7 Buyung als B (35) warga Jl. AR Hakim barbut uang Rp.9.000, Lalu ke-8 preman Mhd Dedi Syahputra als DS (39) warga Jalan Besi dan barbut uang Rp 7.000,- serta ke-9 pelaku Boby Cahyadi Alexander Purba als B (24) warga Jl. Gabus berikut barbut uang Rp. 5.000,- dan akhir yang ke-10 preman Mhd Rafli als R (25) warga Jl. 

Beringin Tembung dengan barbut uang Rp 6.000,-Dengan diciduk para premanisme aksi pungli sejumlah 10 orang itu, pada saat ini diamankan di Mapolsek Medan Area untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chan, SH, MH saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Iptu Rianto SH menjelaskan,  bahwa

Operasi itu dilakukan untuk menindak lanjuti instruksi Kapolri kepada Polda, Polres dan Polsek sejajaran akibat maraknya aksi pungli para premanisme, sehingga untuk pemeriksaan lebih lanjut, Kanit Reskrim mengatakan, bahwa saat ini para pelaku sedang dimintai keterangan. Demikian penjelasan Kanit Iptu Rianto, SH kepada rekan awak media.(shafwan / zie)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *