HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengeroyokan Wartawan Kantor Berita Antara, Dituntut JPU 5 Bulan Penjara. Malah Ibu Kandung Terdakwa Bersyukur


Aceh,Sorot Bolamata- Kasus terdakwa Akrim Cs bersama tiga orang teman menerima hasil tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Aceh Barat diputuskan kepada empat terdakwa pengeroyokan terhadap Teuku Dedi Iskandar, Wartawan Kantor Berita Antara, Biro Aceh Barat dengan pidana lima bulan penjara.

Mendengar putusan itu, beberapa awak media yang meliput jalannya persidangan merasa terkejut dan tersenyum sinis, karena JPU menjatuhkan tuntutan terlalu rendah, timbul pertanyaan, ada apa sebenarnya tuntutan JPU tersebut. 

Sedangkan tugas Wartawan merupakan mitra kerja dari Kejaksaan,Kehakiman  dan Kepolisian.Karena insan pers bertugas dilindungi UU Pers No. 40/1999, dalam menjalankan tugas Pers. Selain tercatat dalam lembaran negara 'pilar keempat' dengan menjunjung tinggi Demokrasi dan Pancasila.

Dengan adanya itu, awak media menuntut hak kebebasan pers dari ancaman dan teror premanisme.

Karena wartawan bukanlah preman dan teroris. Pers sebagai jembatani pemerintah dari segala pelaksaan pembangunan.

Disisi lain, sambutan Nuraini ibu kandung terdakwa Akrim Cs malah berucap syukur dan merasa lega saat mendengar kabar putusan perkara. 

Menurutnya, dirinya bersyukur atas apa yang diharapkan selama ini bahwa keadilan sudah tak lagi, hanya kita pasrah kepada pencipta langit dan bumi. "Dan mungkin ini juga berkat doa kami sekeluarga kepada Allah Swt," kata Nuraini, anak saya Akrim tidak bersalah maupun ikut memukul Dedi Iskandar.

kejadian itu publik juga tahu. Namun, dirinya bertanya kenapa semua pihak menyoroti Akrim yang seolah-olah anaknya berbuat kesalahan besar. Ia pun tahu bahwa proses hukum anaknya merupakan kasus kriminal dan bukan kasus politik, Rabu lalu. 

Sementara dalam laporan pengaduan Dedi Iskandar, atas pengeroyokan itu tentang pemberitaan di media. Tapi itu spontan disangkalnya bahwa itu sama sekali tak benar. Sebenarnya itu murni motif pinjaman uang Akrim yang dipinjam oleh Dedi Iskandar, sekitar tiga tahun lalu.

"Hal itu anak saya punya bukti pinjaman, ada struk pengiriman dana, bukti percakapan via WhatsApp dan saksi waktu itu kakak kandungnya yang mengelola uang toko," ungkapnya. 

Walaupun demikian, Nuraini berharap adanya kasus ini dapat menjadi pelajaran dan hikmah bagi kelanjutan hidup Akrim kedepan dan ketiga putranya.(shaf/zie)


Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *