Pelaku Faisal, Pencuri Bobol Rumah Korban, Nginap Hotel Prodeo Medan Timur

By On Juli 27, 2022


Sorot Bolamata, Medan- Baru tahu dia dan rasakan hidup dalam  sel terali besi atau sebutan di pasaran nginap hotel prodeo Polsek Medan Timur. 

Pelaku terjerat kasus pencurian pembobol rumah warga yang akhirnvya ditangkap tim Reskrim Polsek Medan Timur dan berhasil ungkap  kasusnya di Jalan HM Yamin, Gang Obat II, Kelurahan Sei Kera Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan, pada Minggu kemarin lalu. 

Dalam pengungkapan itu, lebih awal petugas mengamankan, pelaku bernama Muhammad Faisal, 44 th, warga Jln HM Yamin, SH, Gg. Obat, Kota Medan, Sumatera Utara. 

Kapolsek Medan Timur, Kompol Rona Tambunan, melalui Kanit Reskrim Iptu Jefri Simamora menjelaskan, bahwa penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan korban Nomor. LP/B/ 369/VII/2022/Restabes Medan/Sek Medan Timur, atas nama, Selvi Angriani Chaniago. 

"Dalam laporan korban mengaku rumahnya telah dibobol maling bersama laptop merk, Asus dan handphone juga hilang dicuri," katanya Sabtu, 23 Juli.

Kanit Reskrim Iptu Jefri mengungkap, personel kami yang menerima laporan korban lalu melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.

Dari hasil penyelidikan pelaku Faisal, dapat ditangkap bersama barang bukti laptop merk Asus milik korban. 

Ditangkapnya pelaku kebetulan sedang berada di rumahnya, sehingga mudahnya personel menggiring ke komando tanpa perlawanan. 

Sementara dalam pemeriksaan pelaku mengakui pencurian dengan membobol rumah korban," ungkapnya,dan modus pencurian yang dipragakannya dengan cara memanjat pagar lalu lompat masuk melalui pintu samping pada malam hari. 

"Aksi pelaku saat itu berhasil membawa kabur harta korban handphone dan laptop. Kemudian barang curian dilego sama penadah," terang mantan Panit Reskrim Polsek Medan Sunggal Sambung Jefri, ketika ini pelaku bersama barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Medan Timur untuk menjalani pemeriksaan. Atas perilaku perbuatanpya terancam hukuman lima tahun penjara. 

Selvi Angraini Chaniago dalam kesempatan ini menyampaikan Terima kasih kepada tim Reskrim Polsek Medan Timur yang sungguh gigih bekerja keras menangkap pelaku pencurian bernama M Faisal yang sangat meresahkan warga masyarakat. (Cin.ing/shaf-red)



Gobar Salilis Mendapat Dukung Komunitas Gowes, Silaturahmi dan Hidup Sehat

By On Juli 18, 2022

Medan, Sorot Bolamata-Sebanyak 350 peserta yang tergabung dalam 37 komunitas mengikuti acara  Gowes Bareng, Gobar Salilis yang berada di kawasan  Kecamatan Patumbak dan Namurambe Kabupaten Deliserdang, Minggu (17/7/2022). 

Dalam mengikuti acara gowes ini, hampir semua peserta terlihat semangat dan ceria melintas kondisi alam yang asri di wilayah kecamatan Patumbak dan Manurambe. 

Bahkan saat melintasi berbagai kondisi alam yang berbukit dan hutan para peserta kelihatan tetap semangat meski terlihat kesulitan menggoes sepedanya. 


Ketua Gobar Salilis, Kamaluddin Sp mengaku sangat puas dengan dukungan berbagai pihak, terutama dukungan KEDAN ( Komunitas Sepeda Medan dan  Al Ikhlas Bike Comunity (ABC) Marindal I.

" Tanpa dukungan para komunitas gowes, tentu acara ini tidak akan terlaksana," ujarnya kepada media di lokasi acara.

Menurut Kamaluddin, acara Gowes Salilis ini lebih bersifat silaturahmi agar para peserta yang tergabung dalam komunitas gowes dapat saling mengenal lebih dekat.

" Kita mengajak semua orang untuk hidup sehat dan gembira, sambil berolahraga sepeda, kita dapat menjalin silaturahmi," ujarnya. 

Dikatakannya pula, kegiatan Gowes Salilis ini juga dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah, menuju Indonesia Sehat.

" Dengan adanya acara Gowes Salilis ini diharapkan masyarakat lebih mengenal hidup sehat dengan olahraga bersepeda," tutupnya.(sahar/Tim)

 


Polda Sumut Ringkus 7 Anggota Geng Motor Aksi Brutal Aniaya Seorang Perempuan

By On Juli 16, 2022


Sorot Bolamata, Sumut- Ketujuh Geng Motor yang melakukan aksi brutal ini telah jadi buronan petugas Ditreskrimum Polda Sumut, karena tindakan mereka sangat meresah masyarakat, seperti yang dialami kedua korban penganiayaanVdi tempat terpisah dan waktu berbeda itu. 

Direktur Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kasubdit III/Jatanras Kompol Bayu Putra Samara yang sembari mengimbau kepada 7 (ketujuh) anggota geng motor yang turut terlibat dalam aksi penganiayaan segera menyerahkan diri karena jatidiri atau identitasnya sudah diketahui.

"Akan ditindak tegas jika melakukan kejahatan kelompok geng motor, untuk itu diminta secara baik kepada Ketua geng motor agar segera membubarkan diri karena sudah meresahkan warga masyarakat, " ujarnya, Selasa, 12 Juli lalu. 

Kombes Tatan bicara, tujuh pelaku terus diburon yang berasal dari dua kelompok, yakni, 5 (lima) anggota Geng STC yang menyerang seorang ibu rumah tangga (IRT) di Jalan Pabrik Tenun, Minggu, 3 Juli dini hari lalu. 

Sedangkan 2 (dua) orang lainnya, adalah anggota Geng Motor Warung Kita-Kita (WK2), yang menyerang kedua pemuda di salah satu cafe jalan Antariksa Medan Polonia, pada Minggu, 10 Juli lalu, sekira pukul 01.30 Wib Kedua geng motor itu, menurut perwira  mantan Kabid Humas tersebut, saat beraksi secara rundown, yang menyassr setiap orang yang berkumpul. Saat mereka melintas lalu menyerang setiap orang berkelompok. Peran aksinya mereka tidak menentukan waktu. 

"Modus aksi mereka bergerombol, rundown menyerang setiap orang yang berkumpul atau tidak ditentukan. Waktu beraksi tidak ditentukan dan kapan saja," terang Tatan. 

Disebutkannya, dari peristiwa di Jalan Pabrik Tenun, pihaknya bersama Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru berhasil menmengaman amankan lima tersangka yakni, JTP,  RYD, FDS dan dua anak dibawah umur RR serta S. 

Selainnya peristiwa dari Jalan Antariksa Medan Polonia, yang diamankan dua tersangka S dan RR (dibawah umur). Sedangkan korbannya M dan TA. 

Untuk kasus ini polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti parang, gergaji, batu dan sepeda motor. Lanjut dari perkara ini, para tersangka terjerat Pasal 170 yo 351 KUHPidana tentang penganiayaan secara bersama dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan.(shaf/cin ing-red)




Para Bintara Polri Yang Dilantik Telah Melekat Tugas dan Kewajiban Sebagai Bhayangkara Negara

By On Juli 11, 2022


Sorot Bolamata, Langkat- Kapolda Sumut, Irjan Pol Drs. RZ. Panca Putra, S. M.Si, secara resmi melantik 361 personel Bintara Polri di SPN atau Sekolah Polisi Negara Hinai Kab.Langkat, Sum. Utara, Jumat, 8 Juli. 

Pelantikan Bintara Polri tersebut, juga dihadiri Kepala SPN Hinai, PJU Polda Sumut, serta para orang tua Bintara Polri. 

"Irjen Panca selalu Kapolda Sumut, mengucapkan selamat kepada anak-anakku pada hari ini telah dilantik sebagai anggota Bintara Polri,"ucap Jenderal bintang dia itu. 

Sambung Panca, setelah selesai pendidikan pembentukan jatidiri sebagai Bintara Polri, maka bertambah jumlah personel polri, khususnya Polda Sumut.


Dengan penambahan personel polri diharapkan, dapat meningkatkan kinerja organisasi polri dan ke depan semakin kemampuan dalam menjalankan tugasnya," sebut Panca. 

Juga diungkapkan Panca,, para Bintara Polri yang baru dilantik telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan selama lima bulan dan secara resmi telah menjadi anggota polri. 

"D,engan penutupan upacara-pendidikan dan pelantikan hari ini, maka telah melekat tugas dan kewajiban pada diri saudara  sebagai Bhayangkara Negara yang bertugas menjaga keamanan, memelihara kamtibmas, menegakkan hukum, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,"penuturan Kapolda. 

"Jangan Lacurkan tugas pengabdianmu untuk kepentingan pribadi, Pedomani Tribrata dan Catur Prasetya," pungkasnya. (shaf/zie-red)




Kabareskrim Polri Ingatkan, Hilangkan Sifat Sombong Dalam Diri, Manusia Sama di Hadapan Allah

By On Juli 10, 2022


Sorot Bolamata, Jakarta- Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto salurkan puluhan sapi qurban di Sumatera Utara untuk disampaikan pada tokoh agama, masyarakat, remaja masjid, bilal mayit, Muhammadiyah dan Nadhlatul Ulama. 

"Selain itu, Agus menyentuh hati sanubari kita semua, yang berpesan di hari yang baik ini, mari kita saling berbagi bahkan membantu sesama hamba Allah,"pintanya,  Sabtu, 9 Juli 2022.

Jenderal bintang tiga itu, sembari mengajak semua umat muslim dan agama lainnya, di dalam momen hari raya idul adha 1443 H atau biasa disebut dengan hari raya qurban dan dahulu disebut hari raya haji. 

Itu semua mengarah untuk menjaga kamtibmas, akhlak budi pekerti serta sifat sombong dalam diri. 

"Karena semua manusiakan sama dihadapan Allah, semuanya mulia. 

Oleh karena itu, mari kita potong sifat sombong dalam diri untuk saling membantu sesama hambanya. Jangan sampai sifat sombong membuat kita menjadi tenggelam dan terlena. Hanya Allah Swt, yang boleh lebih dari manusia lainnya," ucapnya. 

Agus juga secara mengingatkan, untuk mengajak masyarakat menjauhi narkoba dan jangan sampai anak- anak generasi penerus terjebak dalam penyalahgunaan narkoba. 

Selain Agus meminta peran orangtua untuk selalu mengawasi dan menjaga anak-anak agar tidak terjebak dalam tindakan kriminal yang nantinya akan merugikan diri sendiri dan keluarga. 

"Mari kita saling mengingatkan di jalan kebaikan. 

Karena polisi tanpa bantuan masyarakat sangat sulit untuk menjaga kamtibmas," tegas  seorang Komisaris Jenderal asal kelahiran Blora itu. 

Sapi qurban yang disampaikan Kabareskrim kepada komunitas bilal mayit, penggali kubur, nazir masjid, Al Wasliyah, Muhammadiyah, Nadhlatul Ulama, remaja masjid atau Prima DMI Sumut, pesantren, betor atau beca bermotor. 

Diperoleh informasi, keseluruhan sapi qurban yang dibagikan sudah diperiksa kesehatan hewan lebih dahulu. (leo.s/shaf-red)


Peringatan Hari Bhayangkara Polri ke-76 digelar Secara Virtual Presiden Jokowi Diikuti Polresta Deli Sedang

By On Juli 07, 2022


Sorot Bolamata, Deli Serdang- Upacara peringatan Hari Bhayangkara Polri ke-76 digelar secara vitual yang dipusatkan di Kampus Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Ir H Joko Widodo turut didampingi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Pelaksanaan Hut Bhayangkara Polri ke-76 secara virtual itu langsung diikuti juga Polresta Deli Serdang, dilaksanakan di lapangan hijau Mapolresta Deli Serdang, Selasa, 5Juli.

Peringatan hari Bhayangkara Polri ke 76 tahun ini, temanya, Polri yang presisi mendukung pemulihan ekonomi dan Reformasi struktural untuk mewujudkan Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh. 

Kegiatan tersebut, diikuti seluruh Jajaran Polda, Polres dan Forkopimda se Indonesia. 

Selain juga hadir Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji, S.IK, MH, dan Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan, Dandim 0204/DS Letkol (Kav) Jackie Yudhantara, Kasbrigif 7/RR, Letkol Inf.Wawan Hermawan, Kajari Lubuk Pakam, Jabal Nur, SH, MH, Kepala BNN Kab. Deli Serdang, Kombes Pol Muhammad, S.IK, MM, Wakapolresta Deli Serdang, AKBP Agus Sugiyarso, S.IK, serta para PJU Polresta Deli Serdang.

Dengan di gelar acara itu diikuti Polresta Deli Serdang terdiri dari Pleton PJU Polresta Deli Serdang dan Kapolsek Jajaran, Pleton TNI Kodim 0204/DS, Pleton Propam, Sabhara, Binmas, Lantas, Intelkam, Reskrim dan Pleton Sat Narkoba.

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo mengawali dalam amanatnya menyampaikan, selamat Hari Jadi Bhayangkara Polri ke-76, atas nama seluruh rakyat Indonesia.

"Selain itu, Kepala Negara/Presiden tak luput Terima kasih atas dedikasi, kinerja dan pengabdian seluruh anggota Polri. 

Masyarakat terus menilai dan melihat setiap tindakan dan kinerja pelayanan Polri."

"Jaga integritas, bekerjalah dengan presisi dan hati-hati karena seluruh rakyat Indonesia berharap kerja terbaik Polri," ucap Jokowi.

Sejumlah point penting mengatensi kinerja dan kerja Polri, disampaikan Presiden Joko Widodo, termasuk agenda besar pemilihan prediden, legislatif, pilkada serentak serta kegiatan KTT G20 di Bali. 

Selesai pelaksanaan upacara, Forkopimda Deli Serdang dan tamu undangan lainnya, disugukan dengan penampilan peragaan beladiri polri yang dilakukan oleh, Tim inti beladiri polri Polresta Deli Serdang. 

Peragaan beladiri Polri sekanjut para tamu undangan menuju ke Aula terbuka Polresta Deli Serdang, untuk mengikuti acara syukuran dalam rangka Hari Ultah ke 76 Bhayangkara Polri. (shafwan/zie-red)



Motif Pembunuhan Pendeta GSJA di Galang, Terungkap Akibat Dendam

By On Juli 03, 2022


Sorot Bolamata, Deli Serdang- Senjata senapan angin merengut nyawa pria seorang Pendeta GSJA, Fernando Tambunan. Kasus ini terungkap setelah paparan Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji, S.IK, MH, mengatakan ada merasa dendam, ZS, (47), begitu penjelasan yang disampaikan, Sabtu, 2 Juli 2022, sekira pukul 15.00 Wib bertempat di Aula terbuka Mako Polresta Deli Serdang, Sum. Utara. 

Motif dari percobaan pembunuhan ini, penjelasan Kombes Irsan, didasarkan rasa dendam terhadap korban Fernando Tambunan. 

"Awal pokok masalah, pengamanan jaga malam perumahan, tempat tinggal korban, sehingga pelaku ZS dendam dan nekad mencoba melakukan pembunuhan," kata Irsan. 

Pelaku beranggapan, selama pembangunan perumahan tersebut, ia sudah punya andil dalam pengamanan lingkungan perumahan Victory Land Dusun III Galang. 

Sehingga pelaku atau dirinya merasa bertanggung jawab di lingkungan perumahan tersebut. 

"Memang dari sekian warga yang ada pada perumahan tersebut, hanya korban Fernando yang tidak setuju atas diri pelaku ZS, yang bertanggung jawab untuk pengamanan jaga malam perumahan tersebut. Sehingga pelaku dendam terhadap korban," jelas Irsan Sinuhaji. 

Dendam pelaku yang selama ini terus membara sehingga ia membuat rencana pembunuhan korban dengan menggunakan senjata senapan angin. 

"Persiapan pelaku dengan peralatan senjata senapan angin yang biasa dipakai berburu. Selanjutnya pelaku naik pada ketinggian yang tepat di depan rumah korban. Lalu pelaku menunggu saat yang tepat untuk menembak korban," ungkap Irsan. 

Menurut Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji, saat itu malam kejadian, Senin 27 Juni lalu, sekira pukul 20.00 Wib yang saat itu korban Fernando bersama keluarga atau isteri sedang makan malam duduk di teras rumah. 

Lalu, pelaku membidik dan menembak korban yang mengenai tangan juga menembus dada sebelah kanan bawah, menurut petunjuk tim medis hasil Visum et Repertum. 

Selanjutnya dengan kejadian tersebut, isteri korban langsung membawa suami atau korban ke rumah sakit yang akhirnya di rujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan. Dan saat itu juga korban dalam keadaan stabil, masa waktu pemulihan," kata Irsan. 

Polda Sumut dan Polresta Deli Serdang, berkolaborasi untuk mengungkap persoalan tersebut, pada akhirnya dapat menangkap ZS. 

"Dengan ditangkapnya pelaku oleh personel, turut diamankan senjata senapan angin yang digunakan pelaku," sebutnya. Atas perbuatan pelaku, ditetapkan sebagai tersangka terjerat pasal 340 jo pasal 53 dan atau pasal 353 ayat (2) Subs pasal 351 (2) KUHPidana dengan hukuman  selama-lamanya 20 tahun penjara.( shaf/zie-red)


Terkait Kasus Dugaan Korupsi PT PSU Ahli Pidana Prof Dr Maidin Gultom : Adalah Kriminalisasi

By On Juli 02, 2022


Sorot Bolamata-Terkait sidang yang dipimpin Majelis Hakim Pengadilan Negeri  Medan, Sulhanuddin di ruang Cakra 2, PN Medan, mengenai dugaan korupsi  PT.Perkebunan Sumatera Utara ( PSU) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan terdakwa Darwin Sembiring, Kamis (30/6), Ahli hukum pidana dari Universitas Unika Medan, Prof Dr Maidin Gultom SH M.Hum menyebut kasus error inpersona dan  kriminalisasi.

Hal tersebut setelah menjawab pertanyaan tim kuasa hukum yang dimotori DR. OK Isnainul SH,.MH, M. Sa'i Rangkuti SH.,MH, Datuk Zulfikar SH, Rizky Fatimantara Pulungan SH dan Mauliza, SH, tentang keterangan Prof Dr Maidin Gultom SH M.Hum, Jika seluruh SOP telah dilaksanakan sesuai dengan Job discriptionnya yang melekat pada masing masing jabatannya, ketika itu sudah dilakukan dengan benar.

Langsung Prof Dr Maidin Gultom SH M.Hum menjawab dalam sidang tersebut, bahwa hal itu tidak bisa karena error inpersona dan jika dipaksakan akan adanya kriminalisasi

" Oh itu gak bisa itu namanya error inpersona dan kalau dipaksakan itu namanya kriminalisasi", tegas Maidin Gultom dihadapan majelis hakim.

Prof Dr Maidin Gultom juga menegaskan sebuah tindak pidana korupsi yang didakwakan kepada seseorang sifatnya harus Pasti, Nyata dan Terukur. 

"Tidak dikenal istilah berpotensi merugikan keuangan negara dalam kasus pidana korupsi",ungkap Prof Dr Maidin Gultom.

Selanjutnya terkait pertanyaan JPU, tentang dikategorikan berpotensi melawan hukum, bila dalam kasus PT. PSU yang menyebutkan ada ganti rugi dan penerimanya juga jelas, Prof Dr Maidin Gultom secara tegas mengatakan bahwa dalam kasus tersebut tidak ada pidana dan tidak bisa disebutkan berpotensi melawan hukum.

Lanjut Maidin Gultom menyebutkan dalam pertanggungjawab perbuatan tindak pidana korupsi harus dibedakan antara perbuatan pidana, administrasi maupun perdata.

"Jadi intinya siapa yang berbuat dialah yang harus bertanggungjawab dan pertanggungjawaban tidak bisa hanya ditujukan soal pidana saja, bisa administrasi, bisa juga perdata",ungkapnya.

Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Ahli Administrasi jebolan UISU, Dr Dani Sintara, SH.,M.Hum yang memberikan keterangan berbarengan mengatakan, sesuai Undang-Undang Administrasi Negara sebuah pendelegasian atas satu kebijakan, bila ditemukan adanya perbuatan melawan hukum maka pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban adalah penerima delegasi.

" Jadi soal pendelegasian antara atasan ke bawahan sudah secara jelas diatur dalam Undang - Undang siapa yang menerima delegasi, dia yang bertanggungjawab, ini mutlak", jelas Dani Sintara, yang juga Alumni USU S2 dan S3 nya.

Sedangkan terkait izin lokasi, baik di lahan Kebon Simpang Koje maupun Kampung Baru pada tahun 2006, seluas 6000 hektar, bila tidak dilaksanakan maka si penerima izin harus diberikan sanksi oleh pemberi izin yaitu Bupati selaku yang memberi Izin.

Sementara soal penentuan kerugian negara, menurut Maidin Gultom siapapun berhak melakukan audit terhadap satu dugaan Tindak Pidana Korupsi, namun yang berhak menentukan adanya kerugian negara adalah lembaga resmi pemerintah yakni Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK).

"Siapa saja boleh melakukan audit, baik dari politeknik atau siapa saja namun yang berhak menentukan adanya kerugian negara dalam kasus ini adalah BPK, Auditor tidak bisa berdiri sendiri" tegas Maidin sembari kembali menegaskan bahwa pihak yang berhak mendeclare telah terjadi kerugian negara adalah BPK, Kalau ada BPK kenapa pakai yang lain.

Kemudian Kuasa Hukum Terdakwa Darwin Sembiring,  M. Sa'i Rangkuti, SH,.MH, ketika mempertanyakan keterangan Saksi yang mana dipakai yang merupakan alat bukti yang sah, kembali Prof Dr Maidin Gultom mengatakan yang bisa dipakai sebagai Alat Bukti adalah keterangan Saksi yang telah terungkap di depan Persidangan dan Bukan di BAP., "baik ketika Jaksa Penuntut Umum mempertanyakan kepada Saksi, apakah BAP Saudara saksi masih sama didalam BAP, sementara keterangan Isi didalam BAP tidak pernah terungkap secara jelas dan detail didalam Persidangan, berdasarkan keahlian saya, maka keterangan Saksi yang dapat di pakai adalah Keterangan Saksi yang terungkap dan diucapkan di depan Persidangan,"tegas Prof Dr Maidin Gultom dipersidangan.

Sebelumnya dua saksi meringankan, yakni Marsudi (juru tanam dan identifikasi) dan Roni dari PT. PSU juga didengar keterangannya menyebutkan, bahwa mereka hanya bertugas melakukan penghitungan terhadap tanaman di lahan, baik di Simpang Koje maupun Bandar Baru.

"Kami menghitung tanaman diatas lahan yang diganti rugi. Ada Karet, Pinang, Sawo, Jengkol ",ucap Marsudi dan Roni.

Marsudi dan Roni juga menjelaskan bahwa mereka melihat langsung adanya pembayaran ganti rugi kepada masyarakat, yang dihadiri oleh Camat, Kepala Desa, Pejabat PT PSU dari Medan serta warga penerima ganti rugi.

"Kami lihat masyarakat secara bergantian mengambil uang di bagian kasir",kata Marsudi.

Sedangkan terkait pertanyaan Hakim kepada Marsudi dan Roni, yang menjadi dasar acuan keduanya untuk melakukan penanaman langsung Marsudi dan Roni  menjawab kalau mereka hanyalah juru tanam.


"sedangkan mengenai ukuran dan batasan lahan sudah ada tupoksi masing - masing dari kepanitiaan,"terang keduanya.(sahar siregar)


Kapolda Sumut, Memberi Kenaikan Pangkat 1.229 Personel. Tepat Hari Bhayangkara Polri ke 76

By On Juli 02, 2022

Sorot Bolamata, Sumut- Kapolda Sumut berikan kenaikan pangkat 1.229 personel kepada Perwira, Bintara dan Tamtama, serta PNS Polri, sehubungan dengan hari lahirnya Bhayangkara Polri ke-76 yang digelar di lapangan Merdeka Medan, Jumat 1 Juli.

Kegiatan kenaikan pangkat turut dihadiri Ketua PD Bhayangkari Sumut, Ny Rita Panca bersama pengurus, pejabat utama Polda Sumut dan personel yang mendapatkan anugrah kenaikan pangkat dalam menjalankan tugas abdi negara dan juga melayani masyarakat terbaik. 

Kenaikan pangkat ada 1.229 personel Polri yang konditenya terbaik, pada lingkungan Satker Polda Sumut dan Polres Jajaran naik pangkat terdiri dari 51 personel, Perwira Menengah 73 personel, Perwira pertama 1.051 personel Bintara, 3 personel Tamtams, 51 personel PNS Polri. 

Kapolda Sumut Irjen Pol Drs RZ Panca Putra.S, M.Si pada kesempatan ini tak luput mengucapkan selamat kepada personel yang naik pangkat setingkat lebih tinggi. 

"Pesan Jenderal bintang dua itu, ucapan selamat pada kenaikan pangkat, teruslah berbuat dan bertugas dengan baik untuk organisasi yang cinta ini, jaga nama baik Polri," ujar Panca. 

Lebih lanjut Panca menuturkan, kenaikan pangkat yang diberikan bertepatan Hut Bhayangkara ke 76, tanggal 1 Juli 2022 ini momentum untuk lebih mampu dan harus lebih matang di dalam melaksanakan tugas sebagai anggota PolrI. 

Oleh karena itu, beri perlindungan, pelayanan dan  pengayoman kepada masyarakat dan itu harus dilakukan untuk menunjukkan kredibilitas dan pengabdian polri kepada masyarakat, bangsa dan negara,"tuturnya. 

Sambung Panca, tanpa saudara- saudara Polda Sumut takkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Dari survey yang ada sebanyakk 80 persen masyarakat merasa puas atas kinerja rekan-rekan sekalian. Saya berharap, ini bagian yang bisa membawa perubahan. 

yang dahulu persepsi masyarakat negatif terhadap kita. Namun, lambat laun kita semakin lebih baik," tutup Panca diakhir [email protected], shaf/zie-red)


 


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *