Wartawan Liput Sidang Komite Etik Ferdy Sambo, Dibentak Anggota Brimob Yang Arogan


Sorot Bolamata, Sumut- WOW, ada salah satu anggota Brimob yang arogan yang tidak berahklak dan kurang sopan berani bentak wartawan atau disebut awak media yang sedang meliput jalannya proses sidang etik dan PTDH atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat-red, mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo. 

Namun begitu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo cepat mengambil suatu kebijakan dan langsung klarifikasi dengan nyampaikan permintaan maaf yang terkait insiden tersebut, Permintaan maaf itu, ia sampaikan secara langsung didepan para Wartawan atau awak media yang sedang meliput persidangan  Ferdy Sambo pada Transnation Crime Center atau TNCC, Mabes Polri, Jumat, 26 Agustus, kemarin. 

"Saya selaku Kadiv Humas Polri, menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan awak media, mungkin dalam sidang KKEP ini ada hal yang kurang berkenan, atau hal yang membuat rekan- rekan tidak nyaman,"ucap Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat kemarin.


 

Menurutnya, insiden ini dipicu dari kesalahan pahaman antara awak media dengan anggota Brimob, Awalnya, awak media telah mendapat izin masuk ke Loby TNCC untuk mengambil gambar Irjen Ferdy Sambo saat berjalan memasuki ruangan sidang. 

Namun, saat menunggu kedatangan Sambo, awak media di bentak oleh, seorang anggota Brimob karena dianggap tidak tertib.

"Ini dia teriakan oknum Brimob tersebut,Woi warawan, dengar, kalau kalian tidak tertib, saya tidak peduli !, keluar kalian semua, " bentak anggota Brimob yang tak sempat tahu identitas jati diri oknum tersebut. 

Diperoleh informasi, bahwa rupanya Pers atau Wartawan tidak diperbolehkan meliput dari jarak dekat dalam pengambilan gambar Ferdy Sambo. 

Rekan Pers atau Wartawan hanya dipersilakan mengambil gambar dari luar gedung sambil menyaksikan prosesi pembukaan sidang lewat monitor yang telah disediakan di luar gedung. 

Insiden pembentakan juga di dengar langsung oleh, Kabaintelkam Polri Komjen Pol Ahmad Dofiri, yang sudah berada diruang sidang. 

Lalu, dia menegur Brimob yang bersuara keras itu, "Bilangin itu, jangan keras-keras. Apa itu ?, kata Dofiri dari dalam ruangan sidang. 

Dedi mewakili institusi Polri, sekali lagi meminta maaf secara langsung karena telah menyebabkan insiden tersebut. 

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada rekan media,"tuturnya, Dalam sidang etik, pembunuhan Brigadir Yosua, yakni mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, yang  diberhentikan secara tidak hormat. 

"Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH yang berujung dipecat dari anggota Bhayangkara Polri," kata Kabaintelkam Polri juga Ketua Sidang komite etik Sambo, Komjen Pol Ahmad Dofiri, dalam Konferensi Pers di Mabes Polri, Jumat, 26 Agustus lalu. 

Irjen Ferdy Sambo yang menjalani sidang etik atas dugaan tidak profesional itu dalam menangani kasus kematian Brigadir J di rumah Dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan. (leo.s/shaf-red)




Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *